
Happy Reading!
Jangan lupa tinggalkan like agar Author semakin semangat update
•
•
Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, Anthony segera masuk ke mobilnya dan menancap gas untuk pulang ke rumah, entah apa yang ada dalam pikirannya yang pasti Anthony meninggalkan uang hampir satu juta di rak sana.
Anthony memilih melupakan kejadian tadi dan menancap gas untuk pulang ke rumah, karena malam ini dia akan mendapatkan jatahnya, pasal setelah memasuki akhir Trimester Kedua. Nanas sudah membatasi jatahnya dalam mengunjungi Baby A.
Tak lama kemudian Anthony sudah tiba di rumahnya, ia memarkirkan mobilnya dan berjalan masuk kedalam rumah dimana sudah ada Nanas yang tengah sibuk dengan ponselnya.
Jam dipergelangan tangannya menunjukkan angka lima sore, Anthony masuk kedalam rumah dan melepas jaketnya kemudian duduk di samping Nanas.
"Gimana Om? Dapat?" tanya Nanas menaruh ponselnya diatas nakas.
"Dapat," jawab Anthony memberikan benda yang dia beli kepada Nanas.
Nanas terkekeh geli melihat benda itu, bagaimana bisa Anthony menahan rasa malunya didepan kasir tapi andaikan Nanas tahu apa yang dilakukan Anthony mungkin Nanas akan tertawa hebat sekarang.
"Kok bisa sih?" tanya Nanas menatap Anthony.
Anthony menelan ludahnya karena gugup ia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah lain karena malu harus menjelaskan apa yang terjadi pada Nanas.
Anthony kemudian berdiri dan berjalan ke arah kamar untuk mandi karena hari sudah sore, sementara Nanas yang sudah mandi selama Anthony pergi hanya diam duduk di sofa, menggulir halaman sosial medianya sampai dia lupa bahwa sebentar lagi ujian Tesisnya akan dimulai.
__ADS_1
Anthony masuk kedalam kamar, melepas kaos, celana dan topinya kemudian melilitkan handuk di pinggangnya, sebelum masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
•
Malam sudah datang, Anthony dan Nanas kini tengah berdua didalam kamar, siap melakukan ritual mereka pada malam itu, Nanas menyandarkan punggungnya di kepala ranjang, sebelum Anthony datang dengan bertelanjang dada dan merangkak naik ke ranjang untuk mendaratkan ciuman padanya.
Anthony mencium bibir Nanas dalam sembari memberikan gigitan kecil yang membuat Nanas mengadu kecil dibuatnya, selanjutnya Anthony beralih ke leher Nanas dan memberikan tanda merah disana sebelum kembali berdiri untuk melepas celananya.
Setelah dalam keadaan Full Naked Anthony kembali naik keatas ranjang dan membantu Nanas melepaskan pakaiannya sampai mereka berdua sudah sama-sama dalam keadaan tanpa busana.
Anthony kembali mencium Nanas untuk memberikan kesan romantis, membuat Nanas melenguh sedikit, saat tangan Anthony melebar menyentuh titik sensitifnya, setelah puas dengan rimming itu, Anthony segera masuk ke sesi inti dalam permainannya, ia menidurkan Nanas di ranjang dari posisinya yang duduk kemudian mulai melebarkan kaki istrinya itu sehingga milik Nanas terlihat jelas oleh Anthony.
Nanas sendiri hanya pasrah, karana kalau Anthony yang bertindak dia tidak bisa apa-apa lagi.
Bushh!
Anthony yang melihat ketakutan istrinya hanya bisa memeluk istrinya itu dan kembali menidurkannya di ranjang dalam keadaan memeluknya, akibat kejadian ini membuat Anthony gagal melakukan ritual malam bersama Nanas, entah takdir atau alam yang tidak merestui mereka melakukan ini, Anthony hanya bisa pasrah dibuatnya.
"Sepertinya Minions akan puasa lagi," batin Anthony memeluk Nanas dalam gelap.
Anthony dan Nanas memilih berpelukan di ranjang sampai mereka akhirnya tertidur dan gagal melakukan ritual malam Jumat mereka
•
Pagi sudah menyambut, Nanas terbangun dari tidurnya dalam keadaan masih tanpa busana, semalam ia dan suaminya tidak melakukan apapun dan langsung tidur akibat mati lampu, Nanas yang menggeliat diatas tanpa tidur tanpa sadar tangannya menyenggol milik Anthony yang sedang melakukan absen pagi.
"Om!" teriak Nanas yang membuat Anthony segera bangun dan menatap Nanas kaget.
__ADS_1
"Kamu kenapa?" tanya Anthony memegang bahu Nanas.
Nanas menelan ludahnya kasar dan melirik Minions yang tegak berdiri. "Anunya berdiri?"
Anthony ikut melihat apa yang ditunjuk oleh Nanas lewat matanya sebelum Nanas memukulinya dengan bantal dan membuat Anthony harus menangkisnya.
"Om mimpi main sama siapa hah? Om mimpi main sama cewek lain?" kesal Nanas memukulkan bantal ke wajah Anthony.
Anthony berusaha menangkis segala pukulan Nanas dengan tangannya kemudian setelah sedikit tenang Anthony meraih tangan Nanas.
"Sayang tenang, ini biasa sama laki-laki, ini ereksi pagi, bukan mikirin atau mimpi aneh-aneh," jawab Anthony meyakinkan Nanas yang masih kesal.
"Om bohong! Om pasti mimpi main sama cewek lain karena kemarin aku gak ngasih jatah, Om ada cewek lain yah? Om jahat!" ujar Nanas kembali memukuli Anthony dengan bantal.
Anthony yang menerima pukulan hanya bisa pasrah dan menahannya dengan tangan, sementara Nanas yang masih kesal terus menerus memukuli Anthony dengan bantal sampai hatinya puas.
"Minions Morning ini membunuhku!" batin Anthony.
Setelah puas memukuli Anthony dengan bantal, Nanas kemudian berjalan turun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi didalam kamar itu, tanpa memperdulikan Anthony yang hanya menatap cengo ke arahnya, sudah tidak diberi jatah, Anthony hanya bisa diam dan menerima nasib dirinya dan minionsnya.
Tak lama kemudian Nanas keluar dari kamar mandi kemudian menyiramkan air dalam gayung yang dia pegang ke wajah Anthony.
"Mampus!" ujar Nanas membuat Anthony basah kuyup beserta ranjang mereka.
•
TBC
__ADS_1