Duda Salah Kamar

Duda Salah Kamar
BAB 52 | Made In Salah Ruangan


__ADS_3

Happy Reading!




Anthony dan Nanas saling melempar pandangan sementara Melon masih cengengesan dihadapan mereka berdua dengan Dave yang masih terdiam begitu saja.


"J-Jadi?"


"Aku bakal hamil, dan ujung-ujungnya terpaksa nikah, darimana aku keburu hamil bisa gawat Kak, izinkanlah kami menikah," jawab Melon merangkul leher Dave. "Eh Pak, cinta, halo, siapa namamu, ngomong lah woi,"


Dave terdiam tanpa suara, Anthony menggosok keningnya pusing, siapa sangka Melon terinspirasi dari kejadian Anthony dan Nanas, sementara Nanas hanya menatap penuh kekaguman atas aksi Melon.


"Keren dia loh, Om," ujar Nanas yang membuat Anthony melipat kedua tangannya.


"Gak ada yang keren, ini Aib namanya," jawab Anthony. "Kalian berdua, sini, kita duduk dulu."


Anthony berjalan bersama Nanas untuk duduk kembali di sofa, sementara Melon kembali menyeret kerah baju Dave untuk duduk di sofa.


"Nama kamu siapa?" tanya Anthony pada Dave.


Dave menautkan kedua tangannya dan mengangkat kepalanya menatap Anthony. "Dave Dialfamidi."


"Serius kamu, ngelakuin itu sama Melon?" tanya Anthony menatap serius Dave.


Dave terdiam menelan ludahnya kasar, melirik Melon yang langsung menginjak kakinya, Dave tertegun kemudian kembali mengangguk dan menatap Anthony.


"Saya tidak pernah membenarkan perbuatan kalian, tapi saya suka orang yang bertanggung jawab, mau gimana lagi, kamu siap menikahi adik saya?" ujar Anthony menghela napas panjang.


Dave mengangguk yang membuat Melon bersorak dalam hati. "Duda is waiting-waiting for me,"


"Pernikahan kalian akan dilakukan besok, kebetulan orang tua saya akan datang paginya, jadi biar saya yang mengurus semua ini," Anthony berdiri dan kembali memijat keningnya pusing.


Dave ikut berdiri dan berterima kasih kepada Anthony, sementara Melon hanya melompat kegirangan atas aksinya itu.


Setelahnya Melon mengantarkan Dave keluar dari rumah, sampai ke parkiran, Dave hanya pasrah dihadapan Melon, pasalnya Melon memegang kartu as dari dirinya.

__ADS_1


"Dadah, calon suami, ingat kalau mau mendua, silakan mendua dari sekarang, soalnya pas aku jadi istrimu, sekali mendua ku mutilasi itu mu, babay," ujar Melon melambaikan tangannya pada Dave yang mengendarai mobilnya meninggalkan area rumah Anthony.


Setelahnya Melon kembali masuk kedalam rumah dan duduk di sofa yang tadi dia duduki bersama Dave, Anthony sudah tidak ada disana, mungkin dia sedang menelepon orang taunya tentang masalah putri mereka.


"Serius lo, udah dibobol?" tanya Nanas pada Melon.


"Kagaklah! Lo pikir gue mau ngegadain perawan gue demi duda? Hello, itu lo, bukan gue," jawab Melon mengambil snack diatas meja depan sofa.


"Terus? One Afternoon Stand itu? Kok bisa sih? Kalian main kuda-kudaanya secara gaib atau rudalnya gak sampai nerobos dinding usus dua belas jari lo?" tanya Nanas heran.


"Sini deh beb, gue bisikin jadi ceritanya begini," jawab Melon.


• Flashback On


Melon kini sedang berjalan diarea kampus Terasi, ia mencari keberadaan bahan dapur berjalan itu untuk mengantarkan paket pesanan orang. Namun bukan Melon namanya kalau dia tidak ceroboh, bukannya menelepon Terasi, dia malah membuka semua pintu ruangan yang dilaluinya tanpa mengetuk terlebih dahulu.


Sampai akhirnya Melon tidak sengaja membuka sebuah ruangan dosen, dan melihat seorang dosen tengah berciuman dengan seorang pria yang kemungkinan besar adalah mahasiswa disana.


"Anjir, belok!" teriak Melon yang membuat Dosen dan pria tersebut menatap kaget kearahnya.


"Hebat kalian yah, udah banyak pahala rupanya sampai berbuat dosa gini? Dan ingatlah manusia yang paling laknat dimuka bumi ini adalah manusia yang menggoda istri orang lain, lalu merebut suaminya," ujar Melon kemudian menunjuk pria yang lebih muda. "Lo Keluar gak Lo!"


Pria tersebut mengangguk dan keluar, mereka baru bertemu, entah mengapa vibes Melon yang mengintimidasi membuat semua orang menurut padanya.


Melon kemudian menatap dosen tersebut, dia tampan tapi sayang dia menyukai sesama jenis, Melon memutar otak sejenak, bagaimana kalau dia sembuhkan pria satu ini, lagipula, Melon punya seribu satu cara untuk memikat hati pria.


"Ganteng loh Pak, tapi sayang belok, orang belok nya di tikungan, Bapak malah di orientasi," ujar Melon menatap dalam Dosen itu.


"Kenalin, Melonnia Chow," lanjut Melon menjulurkan tangannya yang disambut oleh dosen tersebut,


"D-Dave," jawab Dave memperkenalkan namanya.


"Bapak ganteng loh, gimana kalau bapak nikah sama gue aja? Lumayan masih perawan, daripada ama lobang itu, yah kalau Bapak nolak sih, tadi gue udah ngerekam video bapak, dan bakal gue sebar kalau gamau." ujar Melon berbohong dan mengeluarkan ponselnya.


Dave menelan ludahnya kasar kemudian berusaha merebut ponsel Melon namun gagal. "Kamu maunya apa?"


Melon tersenyum. "Pertanyaan yang bagus, Gue maunya bapak nikahin gue,"

__ADS_1


"Hah? Kamu gila! Saya Duda! Emang kamu mau sama Duda?" jawab Dave berdiri membuat Melon ikut berdiri dan berjalan ke hadapannya.


"Nah lebih bagus lagi," jawab Melon mengapungkan tangannya dileher Dave.


"T-Tapi, kita gak mungkin nikah gitu aja, kamu harus paham, nikah tidak semudah yang kamu bayangkan," Dave berusaha melepas tangan Melon darinya. "Lagipula orientasi saya berbeda, kamu mau punya suami Gay?"


"Gapapa, Gay itu bukan penyakit tapi hanya pilihan, jadi tugas gue hanya membuat Bapak tidak menjadikan Gay itu pilihan hidup, dan masalah pernikahan, gue punya rencana bagus yang bisa membuat kita menikah." jawab Melon.


"Apa?"


Melon hanya tersenyum sinis, kemudian menarik kerah baju Dave keluar dari ruangan itu, menuju parkiran, disepanjang jalan semua mahasiswa yang berlalu lalang menatap mereka berdua, bagaimana bisa dosen killer seperti Dave pasrah diseret oleh Melon yang baru dijumpainya sepuluh menit yang lalu.


- Flashback Off


"Dih gila! Gak nyangka gue, berarti besok lo nikah dong, akhirnya gue punya temen yang nikah ama Duda juga," ujar Nanas tidak habis pikir atas aksi Melon.


"Iya dong, Made In Salah Ruangan nih, senggol dong, Akhirnya besok gue nikah!" timpal Melon kegirangan.


"Hah? Besok kamu nikah?" tanya Salak yang entah kapan sudah berdiri dibelakang Melon bersama Mangga.


"Kok bisa!?" tanya Faredian juga yang ternyata ikut ada bersama Salak dan Mangga.




Cie Patah Hati, yang berjuang kalah sama yang salah ruangan wkwkwkwk


Sosok Dave:



Nanas dan Anthony



__ADS_1


__ADS_2