
"Hari ini? Kenapa mendadak sekali?" tanya Anthony pada Salak.
"Kalian pikir hidup tanpa pernikahan ditengah-tengah kalian yang sudah menikah itu menyenangkan?" jawab Salak melipat kedua tangannya. "Tidak brader!"
"Kalian harus datang hari ini, aku tidak peduli, pernikahan akan digelar hari ini! Dan jika kalian masih sahabat kami berdua, kalian wajib datang," final Salak berjalan keluar dari rumah Anthony.
"Oh iya satu lagi, kalian kumpulnya disini aja, aja satu siang bakal ada jemputan istimewa dari sopir pribadiku," lanjut Faredian disambut anggukan Salak.
Salak yang menggandeng Softexia berjalan keluar dari sana disusul oleh Faredian yang menggandeng tangan Lengkuas, sungguh Anthony dan yang lain nya dibuat bingung dengan hal ini.
"Rumah sakit mana?" tanya Anthony sedikit berteriak.
"Muara kasih buaya, tempat Softexia dan Faredian, bekerja," jawab Salak dengan nada teriak juga.
Anthony, Mangga, Dave beserta istri mereka kembali duduk di sofa dengan wajah bingung untuk menghadiri pernikahan fenomenal kesekian siang ini.
"Bagaimana kalau kita titipkan Aran dan Aren ke Mama kamu aja?" tanya Anthony pada Nanas yang disambut anggukan dari Nanas.
"Kenapa mereka nikah dadakan sih? Dan semua itu? Apakah semua pernikahan dalam novel ini harus dibuat Fenomenal?" keluh Mangga berdiri. "Yasudah Terasi, ayok pulang, siap-siap,"
Terasi bangkit dan menyusul Mangga keluar dari rumah Anthony begitupun dengan Dave yang menggenggam tangan Melon untuk pulang.
Anthony dan Nanas saling bertatapan, Anthony berjalan masuk kedalam kamar sedangkan Nanas segera menelepon Mamanya untuk menjaga Aran dan Aren hari ini saja.
[Halo Ma? Mama lagi dimana?]
Tanya Nanas saat sambungan telepon tersambung, Mama Nanas yang mendapat pertanyaan dari anaknya segera mengangkat telepon tersebut.
[Mama lagi mancing di rawa sungai Amazon sayang]
[Mama bisa ke rumah ku gak? Jagain Aran dan Aren, aku ada keperluan mendadak]
__ADS_1
[Bisa? Berapa bayarannya]
[Beh-Beh! Berkira kali Mama sama Anak sendiri]
[Bercanda Beban Keluarga, Mama akan kesana dalam lima menit lagi]
Nanas mematikan telepon tersebut sepihak kemudian menyusul Anthony untuk bersiap-siap karena jam sudah menunjukkan pukul sebelas.
"Morning last sekali, ini sudah siang!" keluh Nanas mencari baju di lemari nya sementara Anthony sedang mandi didalam kamar mandi.
"Om? Kita pakai baju couple aja yah!" teriak Nanas pada Anthony.
Anthony tidak menjawab melainkan keluar dari dalam kamar mandi dalam kondisi telanjang dan busa sabun mandi yang terdapat dibeberapa titik tubuhnya.
"Mandi bareng aja sayang," Anthony membopomh tubuh Nanas masuk kedalam kamar mandi yang membuat Nanas pasrah didalam bopongan Anthony.
"Om! Gaada main-main yah! Udah telat! Lagipula aku baru ngelahirin, Minions tuh gede, beuh meskipun aku gaada jahitan, tapi ngilu bos!" protes Nanas saat Anthony mendudukkannya di wastafel.
"Aku sabunin yah?" ujar Anthony menggendong Nanas masuk kedalam bathup dan mulai menyabuni tubuh istrinya dari leher sampai ke kakinya, sesekali Anthony bermain nakal dia area dada Nanas yang membuat Nanas memberi tatapan tajam kepada Anthony.
Walaupun seperti itu, bukan Anthony namanya kalau dia mudah kapok, tangannya semakin nakal meremas area sensitif Nanas yang membuat Nanas kesal dan menarik Minions kencang.
"Ah!" teriak Anthony merasakan ngilu pada Minionsnya sementara Nanas hanya melipat kedua tangannya kesal.
"Makanya kalau dibilang jangan nakal yah jangan, malah nekat, mandi aja sih, bentar lagi Mama datang, belum lagi Melon sama Terasi bakal ngumpul disini nungguin jemputan,"
Anthony mengangguk kemudian melanjutkan membilas tubuhnya dan tubuh Nanas. "Nas? Kamu baca Noveltoon itu kenapa sih?"
"Noveltoon adalah obat sakit kepala Om, membaca Novel komedi dapat membuat beban hilang, seolah tidak punya hutang sedang cicilan mengunung, lagipula novel tegang juga bisa melatih jantung agar tidak menyebabkan penyakit serangan jantung, sering tertawa membuat bibir tambah jontor dan membuat pendapatan dokter sulam bibir meningkat, lagipula Novel-Novel itu membantu berbagai pihak lain Om, contohnya yah membaca Novel bisa mendatangkan pahala, karena dengan membaca Novel kita lupa berghibah dengan tetangga," jelas Nanas yang membuat Anthony mengangguk.
Setelahnya, keduanya segera mengambil handuk dan berpakaian karena Mama Nanas sudah ada didepan pintu, setelah selesai memakai baju, dengan setelah coklat, Nanas dan Anthony berjalan membukakan pintu.
__ADS_1
"Lama banget sih? Kalian ngapain?" protes Mama Nanas melenggang masuk.
Diluar sana juga sudah ada Dave, Mangga, Melon dan Terasi yang menunggu jemputan yang dijanjikan Salak dan Faredian.
"Kalian bakal pergi jam berapa? Jangan lupa tutup pintu yah, Mama mau ke kamar dulu nemuin Cucu," ujar Mama Nanas disambut anggukan dari Anthony dan Nanas.
Mama Nanas kemudian berjalan masuk kedalam rumah sementara mereka berenam terduduk di teras menunggu jemputan mereka.
"Kita gak dijemput pakai jet pribadi kan? Atau gak kapal pesiar?" ujar Melon yang membuat Nanas dan semuanya menatap malas kearahnya.
"Bodoh, Bodoh! Gini nih kalau pas bayi dikasih air got bukan air asi," jawab Nanas. "Kapan pesiar mana bisa lewat darat, pasti kita dijemput pakai pesawat pribadi atau gak limosin,"
"Mimpi banget!" timpal Terasi.
Disaat mereka berenam sibuk menunggu, terdengar suara sirine ambulans yang pelan namun berangsur keras yang membuat pandangan mereka semua teralihkan, tampak sebuah ambulans terparkir dihadapan rumah Anthony yang membuat mereka berenam menautkan alis serius.
"Ayo, Mas-Mas, Mbak-Mbak, saya disuruh jemput tamu VIP sama Mas Faredian, silakan naik," ujar sopir yang turun dari ambulans tersebut.
Rahang mereka berenam terbuka lebar melihat jemputan tersebut, sedangkan sang sopir hanya cengengesan dihadapan Anthony, Melon, Dave, Nanas dan Terasi.
"Maaf yah disuruhnya gini,"
"Gini sih gini! Tapi ini AMBULANS!!!! Dikira kami korban kecelakaan?" protes Nanas.
"Cakep! Pelankan laju kendaraan hati-hati kecelakaan rasa," timpal Melon menyeret Nanas dan Terasi naik ke ambulans tersebut.
•
TBC
__ADS_1