Duda Salah Kamar

Duda Salah Kamar
BAB 46 | Baby Insiden Salah Kamar


__ADS_3

Happy Reading!




Setelah kepulangan, Faredian, Salak, Mangga, Tsrasi dan Melon.


Anthony serta Nanas melanjutkan Me-Time mereka dengan bersantai didalam kamar, jam menunjukkan pukul delapan malam, Anthony kini menyandarkan punggung ke kepala ranjang, sementara Nanas menyandarkan kepalanya di dada Anthony.


"Ada agenda apa malam ini?" tanya Anthony pada Nanas.


Nanas memainkan rambut Anthony kemudian mulai memikirkan ada agenda apa malam ini, namun diisi kepalanya hanya ada tidur dan tidur yang membuat dia tidak bisa memikirkan apapun.


"Gaada, tidur, itu aja," jawab Nanas memajukan bibirnya lima senti.


Melihat itu Anthony sedikit terkekeh kemudian tertawa lepas yang membuat Nanas merasa bingung kenapa Anthony tertawa secara tiba-tiba.


"Dah mati, pasti otak kanannya," batin Nanas.


Anthony kemudian menghentikan tawanya dan menatap Nanas dari atas. "Kamu tahu gak, kamu itu tipikal BIMOLI banget,"


"Perasaan gue gak enak." batin Nanas kembali.


Nanas menghembuskan napas panjang sebelum bertanya dan siap menerima jawaban atas pertanyaannya nanti.

__ADS_1


"Apaan? Minyak goreng?" tanya Nanas tidak tahu dengan ekspresi manisnya.


"Bukan, tapi BIbir Monyong LIma senti, alias BIMOLI, aku suka liat kamu seperti ini, pertahankan," jawab Anthony yang membuat Nanas berubah ekspresi seketika.


Entah dapat darimana Anthony singkatan itu, yang pasti Nanas tidak terima disebut begitu, hal itu yang membuat Nanas bangkit dan mencubit pinggang Anthony cepat, sehingga membuat Anthony mengaduh sesaat.


"Udah yah Om, tolong TOMINGSE! Tolong Mingkem Syedikit," ujar Nanas berjalan turun dari ranjang karena kesal dengan Anthony.


Anthony yang melihat itu hanya menahan tawa dan mengeluarkan ekspresi yang sulit dideskripsikan, sementara Nanas yang hendak keluar kamar menjadi terhenti karena dia merasakan tendangan dari dalam perutnya.


"Lihat nih! Baby Insiden Salah Kamar, nendang, tapi kok bisa sih? Trimester Terakhir aja belum, sulit dijelaskan!" protes Nanas kembali duduk di ranjang.


"Mungkin mereka berdua setuju dengan Papanya, bahwa Bundanya memiliki sifat BIMOLI," jawab Anthony merangkak menghampiri Nanas.


"Bisa gak, gausah bahas BIMOLI, itu merek Om! Kita gak diendorse," protes Nanas yang masih merasakan getaran diperutnya. "Aduh, usus dua belas jariku bergetar, eh maksudku rahimku bergetar Om,"


"Biar aku, yang bicara sama Twins A," ujar Anthony mengambil posisi tengkurap dengan kepala berada didepan perut Nanas.


"Drama apalagi ini," batin Nanas mengusap kepala Anthony yang kepalanya ada di depan perutnya.


"Halo Baby A! Kalian nakal yah, sering nendang Bunda kamu, kamu jangan nakal dong, kalau kamu nakal, Papa gak dapat jatah, nanti kalau Papa gak bisa ngunjungin kamu," ujar Anthony seolah berbicara pada janin diperut Nanas.


"Papa gausah dapat jatah, kasihan disini udah sempit, kalau ditambah Minons Papa, nanti kami jadi gundal-gundul didalam sini," jawab Nanas menirukan suara anak kecil.


"Jawaban yang memuaskan, kalian akan Papa cldet dari kartu keluarga bahkan sebelum didaftarkan." tukas Anthony mencium perut Nanas. "Intinya jangan bandel, jangan ngerepotin Bunda kamu, jangan ngidam aneh-aneh, kayak rujak, mangga muda, cilok, martabak."

__ADS_1


"Kalau bisa ngidamnya, Apartemen, Tanah sehektar, perkebunan, deposito, emas antang, berlian, belanja online sama ngemall, nanti Papa turuti," lanjut Anthony yang membuat rahang Nanas terbuka lebar.


"Horang Kaya!" sindir Nanas yang membuat Anthony tidak peduli.


"Gapapa, mereka harus diajarkan menjadi anak orang kaya sejak dini," jawab Anthony.


"Sesat oh sesat!" batin Nanas.


"Jangan sampai kayak Bunda kalian, udah anak CEO terkenal, Suaminya Arsitek terkenal, Mertuanya Pengusaha Real East, dia dua belas negara, dia masih hobi numpang wifi kampusnya, jangan sampai kamu seperti itu,"


Nanas yang mendengar obrolan absurd itu seketika malas dan membuang mukanya ke arah lain, sedangkan Anthony masih melanjutkan obrolan fiktif-nya.


Brot!


Suara yang mengagetkan Anthony dan membuat pipi Nanas memerah, Anthony menatap Nanas penuh tanda tanya karena mereka berdua langsung terdiam setelah suara yang dibarengi bebauan penghenti fungsi otak.


"Apakah itu jawaban dari Baby A?" tanya Anthony.


"Gak, itu kentut," kekeh Nanas cengengesan.




TBC

__ADS_1




__ADS_2