Duda Salah Kamar

Duda Salah Kamar
BAB 57 | Wedding-Weddingan


__ADS_3

Happy Reading!


Jangan lupa like agar Author semakin semangat update :)



Hari sudah siang, pernikahan antara Melon dan Dave akan segera dilaksanakan, pernikahan yang dilakukan secara tertutup, hanya dihadiri oleh Anthony, Nanas, Salak, Mangga, Terasi, Faredian, Chinno, Seledri, Lengkuas, Mbah Kunyit, Pak Gagah, Bu Sereal, Bu Pete, Bu Jengkol, Bu Ketela sebagai Wali saksi dan juga mahasiswi dan dosen dari Dave mengajar, beserta seorang penghulu yang menjadi perantara.


Setelah obrolan Melon dan Dave tadi pagi, Melon langsung pulang dan mempersiapkan dirinya untuk pernikahan dadakan yang di adakan di rumah Anthony.


Mereka semua sudah siap, Melon dengan tampilan gaun pengantin putihnya tampak cantik sekali sementara Salak dan Faredian si pejuang yang gugur oleh si salah ruangan, hanya bisa tabah menghadiri pernikahan Melon.


Kini tinggal menunggu Dave datang, sudah hampir sejam dari waktu yang ditentukan, namun Dave tidak kunjung datang, bahkan nomornya tidak bisa dihubungi yang membuat Melon kesal.


"Bestie? Keknya calon lo, itu kabur deh," ujar Terasi yang membuat perasaan Melon huru-hara gelisah.


"Gak mungkinlah," jawab Melon pada Terasi.


"Lagian lo nikah dadakan sih," lanjut Terasi duduk memangku tangannya.


"Daripada lo gak nikah-nikah, kriteria aja dibanyakin, bukannya ngejar jodoh malah berharap dikejar," Melon menatap tajam Terasi.


"Wah sekata-kata ama gue, inget yah gue bukannya mau jomblo tapi gue perempuan emang pada dasarnya harus dikejar oleh siapapun itu, tapi garis bawahi kak Mangga gue yang ngejar ehe," jawab Terasi yang membuat Melon menatapnya malas.


"Pada dasarnya kalau cewek minta dikejar dia bukan meminta dikejar oleh cowok manapun, tapi minta dikejar sama satu cowok yang memiliki satu kriteria yang dia inginkan, salah satunya Goodlooking, Goodrekening, Goodatitude, Anak orang kaya, setia, sultan, dan sebagainya," jelas Melon yang membuat Terasi tersentak.

__ADS_1


"Tersonggot aku dibuatnya bah," batin Terasi.


Sementara itu tamu undangan yang lain hanya diam menanti kehadiran Dave, Anthony dan Nanas sendiri sibuk dengan dunia mereka berdua.


"Om? Kita nikah dulu pestanya meriah, pas Melon nikah kok tertutup," tanya Nanas pada Anthony.


"Soalnya pernikahan kita dulu fenomenal, gimana gak, timeline berita trending dengan slogan INSIDEN SALAH KAMAR, yah media berdatangan dong, harusnya kamu bersyukur nikah sama arsitek terkenal," jawab Anthony mengelus kepala Nanas.


"Halah, perkara pakaian dalam, sama kartu mahasiswa doang kita jadi viral, betewe Om, pakaian dalam Om itu udah aku laminating dong," Nanas menatap Anthony dan menaik turunkan alisnya.


"Serius?"


"Iya," jawab Nanas berjalan masuk kedalam kamarnya dan menarik tangan Anthony ikut bersamanya.


Nanas kemudian membuka laci meja riasnya dan mengeluarkan sebuah bingkai berisi pakaian dalam Anthony sewaktu dihotel dulu yang sudah dia laminasi dan bingkai.


"Ini jadi saksi bisu One Morning Stand kita Om, jadi harus diabadikan, asal muasal minions ini, jangan salah," jawab Nanas menyimpan kembali pakaian dalam itu ke laci.


Setelahnya Nanas dan Anthony kembali keluar dari kamar menuju ruang tamu, keadaan masih sama mereka semua menunggu kehadiran Dave.


Disaat semuanya gelisah menunggu kehadiran Dave, tiba-tiba saja ponsel dari Melon berbunyi menandakan ada pesan yang masuk.


[Halo?]


[Saya Dave! Maaf baru mengabarimu, Saya terjebak macet, mungkin akan datang sedikit lambat]

__ADS_1


Melon sontak lega, dia pikir Dave akan kabur dari janjinya untuk menikahinya siang ini, Melon kemudian bertanya kembali kepada Dave yang masih terhubung dalam panggilan telepon itu.


[Bapak Dimana?]


[Di Jalan Matahari, Disini keadaan ada bentrokan antar kubu Alfmart dan Indomart yang saling menuduh atas hilangnya minyak diskon di masing-masing retail, kalau saya sih Tim Indomart]


[Gue Tim Alfamart, Gue bakal nyusul kesana!]


Melon kemudian mematikan telepon sepihak kemudian berdiri dari duduknya dan menatap kepada semua tamu undangan beserta penghulu tersebut.


"Lokasi ijab kabulnya pindah!" ujar Melon yang sukses membuat semua rahang disana terbuka lebar.


"Kamu kenapa?" tanya Anthony pada adiknya itu..


"Udah deh Kak, nanti aku bakal jelasin, semuanya buruan keluar, lokasi dipindah, aku mau ke tetangga dulu pinjam pick up, nanti kita kesana naik pick up, Pak Penghulu juga ikut, Terasi lo bawah meja yah, Om Awan, Kak Faredian dan Kak Mangga bawa kursi tiga yah! Buruan!"


Melon kemudian berlari keluar rumah dengan gaun pengantinnya disusul oleh semua saksi dan penghulu, beserta Faredian, Salak dan Terasi yang terpaksa mengangkat meja dan kursi.


Sementara itu Melon pergi ke rumah tetangga Anthony yang memiliki banyak mobil pick up, setelah sampai disana Melon akhirnya bisa meminjam dua mobil pick up untuk dia pakai.


"Nanas, Terasi, Chinno, Lengkuas, Bu Jengkol, Bu Pete, Bu Sereal, Seledri, Bu Ketela ikut sama aku, sisanya ikut sama Kak Thony bawa Penghulu, Kursi ama meja nya," ujar Melon melempar satu kunci pick up kepada Anthony.


Sebenarnya mereka semua bingung dengan maksud Melon, tapi mereka semua hanya menuruti Melon dan segera bergegas mengikuti semua yang diarahkan Melon.


__ADS_1


TBC



__ADS_2