Duda Salah Kamar

Duda Salah Kamar
BAB 67 | Titisan Android


__ADS_3

"Studi S1 Hukum, Putri dari Bapak Ardanu Afdarianto dan Ibu Zara Aridda, dengan IPK 2.6, Nanas Amanda Afdarianto," ujar MC acara wisudawan tersebut menyebut nama Nanas.


Nanas berdiri dengan bangga dan berjalan naik ke atas panggung untuk penyematan dan tata tertib Wisuda, keluar dengan IPK seperti itu tidak pernah disangka-sangka bagi Nanas yang merupakan tipikal manusia yang malas belajar.


Setelah selesai Nanas turun dan langsung berlari ke arah Anthony yang duduk dikursi pendamping, Nanas memeluk Anthony erat, Anthony membalas pelukan istrinya itu dan memeluknya balik.


"Makasih yah Om," lirih Nanas membenamkan kepalanya di dada Anthony.


"Ini semua karena kerja keras kamu kok, jangan lupa imbalan nya jatah Minions," jawab Anthony menaik turunkan alisnya.


"Sudah kuduga," ujar Nanas cengengesan dan berjalan kembali ke kursinya.


Selanjutnya adalah nama Terasi yang dipanggil, Terasi naik kesana dengan bangga sama seperti Nanas, setelahnya Terasi turun dan kembali kursinya berpelukan dengan Nanas, Melon yang melihat itu segera berlari ke arah Nanas dan Terasi dan ikut memeluk kedua sahabatnya.


Melon yang notabene nya sudah lebih dahulu merasakan euphoria sarjana, merasakan penantian enam semester dari Nanas dan Terasi.


"Selamat bestie," ujar Melon memeluk Nanas dan Terasi.


"Sumpah gue terharu banget gilak! Ga nyangka gue bisa nyelesain studi S1 gue," jawab Terasi mengusap air matanya yang menetes.


"Akhirnya gaada drama kuliah lagi, gue juga mau fokus ke kehamilan gue, ga bakal lanjutin studi sampai lahiran," timpal Nanas.


"Apapun itu yang penting kalian berdua udah lulus, gue seneng banget sumpah, tapi nanti kalau gue ngintilin Pak Dave kerja, ga ketemu kalian berdua lagi dong," ujar Melon menatap Terasi dan Nanas bergantian.


"Faedahnya kita bisa ghibah bareng setiap saat," jawab Nanas disambut gelakan tawa dari Terasi dan Melon.


Melon kemudian kembali ke kursinya dan Nanas serta Terasi kembali ke posisinya, selanjutnya MC Tersebut memanggil nama lulusan terbaik yang merupakan wisudawan terakhir, Anthony segera menghubungi Salak untuk mengabari bahwa mereka harus segera bersiap sedia.


"Studi S1 Hukum, Putri dari Bapak Hoodie dan Ibu Swallow, dengan IPK 3.53, lulusan terbaik, Tokovidia Shoppeah Lazadayanti Bukalapakinan Blibliantika erghhh," MC tersebut berhenti sejenak menyebutkan nama wisudawan terakhir yang membuat MC pendamping bertanya kepada MC yang tadi terpotong.


"Kenapa woi?" tanya MC Pendamping yang diketahui bernama Tempe itu.


"Kimaklah, ini nama apa jajaran pamong praja panjang banget, parah banget sih nih orang tuanya," jawab MC yang bernama Tahu tersebut kepada Tempe.


"Jangan ngomong gitu, nama adalah doa, sapa tahu orang tuanya mau anaknya jadi pengusaha ritel online," ujar Tempe yang membuat Tahu mengangguk malas. "Bentar gue coba yah,"

__ADS_1


"Dengan nama, Tokovidia Shoppeah Lazadayanti Bukalapakinan Blibliantika Gratisia Ongkirana Madiskon gop-"  Tempe berhenti sejenak karena kehabisan napas membuat Tahu hanya menatap malas kepada Tempe.


Sementara itu semua wisudawan hanya menatap cengo sedangkan kepala dewan kampus masih menunggu para MC tersebut.


"Buset nih namanya panjang banget, gak bisa napa gue, akta kelahirannya berapa jilid anjir," protes Tempe.


"Kebayang gak itu UN apalagi pas.ijab kabul, kasian bapak sama calon suaminya," timpal Tahu pada Tempe. "Kenapa sih nama Mahasiswa dan Mahasiswi dikampus ini aneh-aneh?"


"Heran gue, nama kita aja aneh bos, bagaimana kalau kita nyebutnya selang seling, biar gak kehabisan napas," saran Tempe disambut anggukan dari Tahu.


"Dengan nama, Tokovidia,"


"Shoppeah,"


"Bukalapakkinan,"


"Bliblianti,"


"Hey, jangan main-main kalian, ini nama orang loh, yang sopan yah," protes salah seorang Dosen yang membuat Tempe murka.


"Yah itu urusan kalian, kan kalian MC-nya," ujar Dosen tersebut dengan tampang tanpa dosa.


"Kalau dosennya gue gigit bisa gak sih? Atau ini namanya kita ucapin sepotong-sepotong begimane?" bisik Tempe pada Tahu.


"Jangan coy, kena omel loh ntar," jawab Tahu berbisik balik.


Tempe menarik napas panjang dan menekan tekatnya untuk menyebut nama wisudawan terakhir tersebut.


"PUTRI DARI BAPAK HOODIE DAN IBU SWALLOW! MAHASISWI LULUSAN TERBAIK, IPK 3.53, DENGAN NAMA," ujar Tempe dengan nada tinggi karena saking kesalnya.


"Tokovidia Shoppeah Lazadayanti Bukalapakinan Bliblianti Gratisia Ongkirana Madiskon Gopudahlan Ceodean Diansastro Putri Agung Tiktokinanti Wattpadiana Surayya Fesbukianti Marpuah Nurlaili Siamang dasarina Kifahya Persatuan Aplikasianti Playstoria," lanjut Tempe dengan napas ngos-ngosan. "AKHIRNYA KELAR!"


"Gue curiga nih bapaknya semacam sistem android atau nih orang lahirnya di download, namanya aplikasi semua," ujar Tahu mengelus punggung Tempe.


Setelahnya pemilik nama tersebut naik keatas panggung dengan wajah tertunduk dan tatapan cengo dari semua orang disana.

__ADS_1


"Kreatif banget orang tuanya," ujar Nanas pada Terasi.


"Bertahun gue kuliah disini, gue baru tahu ada nama sepanjang dia," jawab Terasi tercengang.


Acara wisuda tersebut kemudian memasuki rangkaian acara penutupuan karena Tokovidia merupakan wisudawan terakhir dari beberapa wisdawan yang ada disana.


Disaat Tempe dan Tahu menutup acara wisuda tersebut, Pasukan Mangga, Salak dan Faredian segera menerobos masuk kedalam sana.


Faredian tampak menggendong penghulu dan Salak membopong ayah dari Terasi masuk kedalam sana sedangkan Mangga segera merebut mic dari tangan Tempe membuat semua orang disana menatap kebingungan.


"Eh ada apa ini? Wah, Wah pembantaian," protes Tempe tidak mau menyerahkan micnya.


Mangga mengeluarkan dompetnya dan memberikan uang ratusan ribu kepada Tempe yang membuat mata Tempe berbinar.


"Senang berbisnis dengan anda, ini Micnya," ujar Tempe menyerahkan Mic tersebut kepada Mangga.


Tempe berjalan menjauh dari sana sebelum Tahu menarik kerah bajunya. "Eit, Bagi Dua!"


Mangga yang sudah mendapatkan Mic mengatur napas sejenak dan mulai berbicara, ia mengumpulkan keberaniannya dihadapan banyak orang disana, di suasana Wisuda para mahasiswa dan mahasiswi tersebut.


"Halo semua! Maaf saya membajak acara ini, karena saya tahu acara ini sudah selesai, saya ingin mengungkapkan satu ucapan kepada salah satu Wisudawan yaitu Terasisnawati Ningrat, orang yang paling saya cintai,"


Terasi yang disebut mengerutkan keningnya dan mendapat tatapan bingung dari semuanya. Kecuali Nanas dan Melon yang sudah mengetahui rencana ini.


Mangga berjalan ke arah Terasi dan bersimpuh dihadapan Terasi sembari mengeluarkan sebuah cincin dari dalam sakunya.


"Terasi, kamu mau kan jadi istri seorang Aditya Mangganang?" tanya Mangga yang membuat Terasi terdiam.


"A-Aku?" tanya Terasi bingung. "Kapan nikahnya?"


"Sekarang, aku udah bawa Penghulu dan Ayah kamu sebagai Walinya, aku juga sudah membawa 10 TON Minyak goreng, Minyak Zaitun dan 10 Kardus terasi sebagai bentuk keseriusan aku, aku udah yakin kalau kamu itu jodohku," jawab Mangga serius.


"Hah? Sekarang?" tanya Terasi kaku.


__ADS_1


TBC


__ADS_2