Duda Salah Kamar

Duda Salah Kamar
BAB 41 | Huru-Hara USG


__ADS_3

Happy Reading!




Setelah pulang lari pagi, Nanas merasa kelelahan yang membuat dia tertidur pulas, padahal dia sudah ada janji dengan Dokter kandungannya, Markisa, untuk USG sebelum memasuki Trimester terakhirnya.


Setelah huru-hara sejenak akhirnya Nanas dan Anthony berangkat juga ke rumah sakit, karena mereka sudah telat dari waktu yang ditentukan.


"Kan telat!" keluh Nanas saat Anthony dengan cepat melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


"Siapa suruh kamu ketiduran," jawab Anthony fokus ke depan.


"Kan gara-gara, Om juga," protes Nanas kesal.


"Loh kok gara-gara aku sih?" tanya Anthony membela dirinya.


"Siapa suruh kemaren ngambekan mulu kayak anak kecil, terus disuruh lari pagi, akunya capek bolak balik terus," ujar Nanas.


"Yah yang suruh kamu bolak balik kan gak ada, jadi ngapain kamu bolak balik kurang kerjaan banget sih, terus kenapa kamu maksa ikut lari pagi?" ujar Anthony yang membuat Nanas kesal.


Nanas kemudian melipat kedua tangannya dengan mengerucutkan bibirnya kesal dan dengan satu tangan ia menarik telinga Anthony keras sehingga membuat Anthony meringis kesakitan.


Anthony tampak memohon untuk melepaskan telinganya namun tidak di gubris oleh Nanas tapi karena Anthony menjadi tidak fokus menyetir, Nanas terpaksa harus melepaskan tangannya dari telinga Anthony


"Awas aja kalau gitu lagi, ingat cewek selalu benar," tukas Nanas yang di sambut tatapan nanar dari Anthony.


"Eh, Om, tapi kok aku mau pipis yah," tambah Nanas pada Anthony


"Lah, kita kan mau USG tahan dulu, pipisnya kan kata dokter gak boleh buang air kecil dulu dua jam sebelum USG," jawab Anthony menatap Nanas sekilas.


"Iya sih tapi gimana dong," jawab Nanas mengigit bibir bagian bawahnya.


"Tahan aja dulu deh ini udah mau nyampe kok," jawab Anthony mempercepat laju mobilnya.


Anthony kemudian segera mempercepat laju kendaraannya dan tak lama kemudian mereka sudah tiba di depan rumah sakit.

__ADS_1


Anthony dan Nanas segera turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam rumah sakit dan menuju ke arah resepsionis yang ada di situ.


"Permisi mbak," tanya Nanas pada resepsionis tersebut.


"Iya mbak? Ada yang bisa saya banting?" jawab Resepsionis tersebut.


"Dih? Pasti mbaknya mantan atlet taekwondo.' ujar Nanas cengengesan.


"Ini loh mbak, Saya mau ketemu Dokter Markisa. Ada?' tanya Nanas kembali.


"Oh Dokter Kisa, ruangannya ada di samping koridor sana mbak di samping ruang rawat Melati B," jawab Resepsionis yang memakai balutan busana putih itu.


"Oh, makasih mbak," ujar Nanas menarik tangan Anthony menuju ruangan dokter kandung tersebut.


Berbeda dengan pemeriksaan sebelumnya yang mengharuskan Nanas menuju Poli-Kandungan, Kali ini Nanas yang sudah membuat janji sebelumnya hanya tinggal ke ruangan Dokter Markisa yang terpisah dari daerah Poli Kandungan.


Dokter Markisa memang adalah dokter yang direkomendasikan Evan kepada Anthony, sebelumnya, karena Anthony tidak mau Nanas ditangani oleh Dokter Pria.


Sesampainya di depan ruangan tersebut Nanas dan Anthony segera masuk dan mendapati seorang dokter yang sibuk dengan beberapa kertas di depannya dan dokter itu tak lain dan tak bukan adalah Markisa.


"Permisi," sapa Nanas.


"Kak Kisa," tanya Nanas memastikan.


"Eh Nas, sini silakan duduk, itu siapa? Kakak kamu yah?" tanya Markisa yang melihat bahwa orang yang datang adalah Nanas.


"Eh gak kak, kenalin ini Om Thony, suami aku," jawab Nanas tersenyum dan duduk di kursi yang ada di depan Markisa.


"Oalah suami kamu? Kok tua yah? Gak apa-apa lah, yaudah kalian kesini mau ngapain," tanya Markisa kembali.


"Latihan Balet!" ketus Anthony mengalihkan pandangannya ke tempat lain.


"Ini orang, kan dari kemarin katanya sudah janjian, kok masih nanya, mau ngapain," keluh Anthony dalam hati.


"Apaan sih Om," bisik Nanas pada Anthony, "Eh ini kak, aku mau periksa kandungan sekalian mau USG gitu,"


"Oh USG, yaudah yuk ikut saya masuk ke ruangan pemeriksaannya tapi sebelumnya pake masker dulu yah." jawab Markisa menyerahkan sebuah masker kepada Nanas

__ADS_1


"Untuk bapak, bisa keluar sebentar soalnya pemeriksaan ini sedikit ada privasi perempuan," pinta Markisa pada Anthony.


"Lah kenapa saya harus keluar? Dia kan juga istri saya," jawab Anthony menolak.


"Tapi pak, ini prosedurnya tidak boleh ada laki-laki disini," jelas Markisa kembali.


"Bilang sama yang punya rumah sakit, prosedur kok aneh-aneh, nanti ku beli juga ini rumah sakit," ujar Anthony kesal.


"Emang bapak punya uang, buat beli rumah sakit ini?" tanya Markisa menaikkan alisnya.


"Yah gak lah," jawab Anthony singkat dan berjalan keluar ruangan tersebut.


Anthony akhirnya keluar dari sana, dia cukup heran karena sebelumnya bersama Evan, Anthony bisa melihat prosesi USG itu tapi kenapa sekarang, harus dibatasi.


Cukup lama Nanas menunggu sampai proses USG dan check-up tersebut selesai dengan dibantu seorang suster, Dokter Markisa mulai melakukan USG dan setelah selesai ia mencetak foto janin Nanas.


Nanas pun segera turun dari ranjang dan berjalan ke kursi yang ada di depan Markisa dan mereka juga memanggil Anthony untuk ikut masuk.


"Gimana Kak, hasilnya?" tanya Nanas penasaran.


"Jadi begini untuk hasil pemeriksaan saya itu kandungan kamu sehat-sehat aja terus perkembangannya juga normal, tapi harap di jaga yah pola makannya soalnya ini tuh masih lemah kandungannya dan untuk hasil USG tadi, saya belum bisa menentukan jenis kelaminnya mungkin setelah usianya sudah lebih tua lagi bisa jadi akan keliatan, bisa di Trimester Terakhir atau lebih, nanti datang aja lagi," jawab Markisa menyerahkan hasil pemeriksaan dan Foto hasil USG-nya.


"Wah anak kita mulus yah Nas, kayak Upin-Ipin tuh liat kepalanya mulus banget," ujar Anthony menatap hasil USG tersebut.


"Hmmm, maaf pak, yang bapak liat itu belum terbentuk sempurna, bukan kepalanya," ujar Markisa meralat Anthony.


Seketika pipi Anthony memerah dan menarik tangan Nanas untuk berdiri, setelah itu mereka berpamitan kepada Markisa dan juga membayar semua biayanya ke bagian pembayaran.


"Kenapa tidak bilang, kalau itu bukan kepalanya!" kesal Anthony.


"Lah Om, gak nanya," jawab Nanas yang membuat Anthony terdiam.




TBC

__ADS_1


Ekspresi Anthony pas disuruh keluar



__ADS_2