
Hari itu seperti biasa, Saga pergi ke sebuah caffe untuk meeting dengan klien.
Saga duduk di lantai atas supaya ia dapat melihat pemandangan dan udara segar. tiba tiba matanya tertuju pada seseorang yang duduk bersama teman temannya.
Ia melihat gadis yang begitu cantik, kulitnya putih, rambutnya lurus berwarna pirang. senyumannya yang begitu indah mampu membuat semua orang iri padanya.
Lamunan terhenti ketika ia dikejutkan dengan assisten kepercayaannya yang bernama Bella "Tuan, meeting hari ini di batalkan dengan klien" ucapan Bella membuat semua Saga terkejut sekaligus marah. Ia langsung berdiri dan berkata "Batalkan segala kontrak dengannya, aku tidak ingin bekerja sama dengan orang yang tidak bisa menepati janjinya" ucap Saga lalu ia langsung beranjak pergi.
Saga adalah seorang pebisnis muda, umurnya baru 24 tahun tapi ia sangat pandai berbisnis. Selain ia pintar dalam berbisnis, ia mendapatkan sebuah julukan yang terkenal dan melekat padanya Tuan muda yang tampan. ia memang benar benar tampan, namun ia selalu menutup hati kepada wanita manapun.
Saga langsung pergi dari caffe itu dan pulang ke rumahnya.
Saga duduk di teras rumah sembari menikmati kopi yang di bikin pembantunya. Tiba tiba kakaknya yang bernama Bram datang.
Bram adalah laki laki berusia 29 tahun, ia belum menikah lantaran ia belum menemukan wanita idealnya.
Bram langsung melempar secarik kertas pada Saga. Saga terkejut dan langsung menatap kakaknya.
"Kapan kamu berfikir lurus Saga ? kenapa kamu membatalkan kontrak ini sepihak ?" tanya kakaknya. Saga dengan santainya berkata "Kamu lebih baik tidak ikut campur urusanku" ucap Saga.
"Bagaimana aku tidak campur ? kita sama sama membangun perusahaan ayah bersama" ucap Bram.
Saga langsung berdiri, dan menatap tajam kakaknya "Aku tidak peduli, keputusan ku sudah bulat" ucap Saga.
"Tapi aku tidak peduli, kerja sama ini harus berlanjut"
__ADS_1
Maya, ibu dari mereka berdua datang. seakan ia mempunyai firasat bahwa kedua anaknya akan bertengkar lagi "Bram, saga ada apa ini ?" tanya Maya pada mereka.
"Saga membatalkan kerja sama perusahaan kami dengan perusahaan ***" ucap Bram pada Maya.
Saga pun langsung menentang perkataan Bram "memangnya kenapa ? aku juga punya kekuasaan disana tidak hanya dirimu saja" bentak Saga.
Maya langsung memegang pundak Saga "Nak, Kakakmu lebih dewasa darimu dan lebih berpengalaman apa salahnya kau mengikuti perkataannya" ucap Maya. Saga langsung melepaskan tangan Maya dari pundaknya.
"Tapi sayangnya ibu, dia bukan kakakku. dia adalah perebut kebahagiaan orang" ucap Saga.
Bram menghela nafas panjang "Apa maksud mu Saga ? kau adikku, aku ingin memberi kebahagiaan padamu bukan merebutnya" ucap Bram.
"Apa yang dikatakan kakakmu itu benar, nak kakak mu lebih dewasa. cobalah untuk mengerti" bujuk Maya.
Saga langsung marah "Aku tidak ingin mengerti! Entah itu mengerti kakak ataupun ibu! Jika ada yang berani mencampuri urusanku kalian akan tau akibatnya" bentak Saga.
***
Malam harinya saat Saga terbaring di tempat tidurnya ia mendapatkan pesan dari assisten nya Bella.
isi pesan itu adalah Tuan Saga, Kakakmu telah mencabut pembatalan kerja sama perusahaan kita. kerja sama ini akan terus berlanjut
Saga langsung terbangun dan terkejut melihat isi pesan itu. Ia terbakar dalam api kemarahan "Dia benar benar kurang, aku akan memberi dia pelajaran yang tidak terlupakan" ucap Saga saat itu.
***
__ADS_1
Esok harinya, Saga keluar dari kamarnya dan bersiap untuk berangkat kerja. Ketika ia keluar kamar, ia melihat kakak dan ibunya sedang sarapan bersama. Maya kemudian memanggil putranya "Saga kemari lah, ayo kita sarapan bersama nak" ucap Ibunya.
Tanpa melirik pada ibu dan kakaknya Saga terus berjalan dan berkata "Aku tidak mau satu meja dengan orang orang yang aku benci" ucap Saga lalu pergi.
Mendengar perkataan putranya, Maya langsung sedih "Entah apa yang dipikirkan Saga hingga tercipta jarak yang begitu jauh antara kau dan dia" Ucap Maya sembari mengeluarkan air mata.
Bram langsung mengusap air mata Maya "Dia masih kecil ibu, ada kecemburuan dalam hatinya. suatu hari nanti dia pasti akan kembali seperti semula" ucap Bram pada Maya.
Di sisi lain pula, Saga datang ke rumah neneknya bernama Ningsih. Ia merupakan ibu dari ayah Saga yang sudah meninggal dunia. Dibalik sikap Saga yang membenci ibu dan kakaknya ada neneknya yang menghasut Saga terus menerus.
Yang sebenarnya terjadi adalah Bram merupakan anak pembantu. ibunya meninggal dunia karena menyelamatkan nyawa Maya ketika akan di tabrak mobil. karena merasa bersalah, Maya mengadopsi Bram sebagai anaknya dan melupakan kasih sayang yang lebih pada Bram. Hal tersebut di manfaatkan Ningsih untuk menghasut Saga agar benci pada mereka, karena Ningsih tidak suka anak pembantu itu.
Saga datang dan mengadukan masalahnya pada neneknya. Neneknya kemudian berkata "Kamu pewaris resmi dari perusahaan ayahmu bukan kakakmu. nenek sudah tau bahwa suatu saat Bram akan mengambil seluruh kekayaan ayahmu" ucap Ningsih.
"Aku tidak bisa membiarkan itu nenek, dia sudah merebut kasih sayang ibu dan ayah. dan sekarang dia ingin merebut perusahaan itu ?" ucap Saga sembari menahan amarahnya.
Ningsih senang melihat amarah dalam diri cucunya "Kenapa tidak Saga ? Kau harus berbuat sesuatu. kau juga harus merebut sesuatu yang berharga dari kakakmu, supaya dia tau apa itu kehilangan yang sebenarnya" ucap Ningsih.
"Merebut?"
Ningsih memegang pundak Saga "Benar nak,, Kau tidak bisa tinggal diam melihat penghinaan ini. kau harus beri dia pelajaran" Ucap Ningsih.
"Tapi apa yang harus aku lakukan nenek ?" tanya Saga tak tau apa yang di maksud neneknya.
"Carilah sesuatu yang sangat berharga bagi kakakmu, lalu kamu rebut dari kakakmu dan hancurkan" ucap Ningsih pada Saga.
__ADS_1
Saga dengan amarahnya berkata "Aku aku mencari tau segalanya tentang kakakku, aku ingin membuatnya hancur berkeping keping. sekarang tujuan hidupku adalah menghancurkannya" ucap Saga.
"Bagus nak, ini yang nenek ingin dengar selama ini menghancurkan kakakmu" ucap Ningsih.