DURI PERNIKAHAN

DURI PERNIKAHAN
PENYESALAN ARKAN


__ADS_3

Asna tidak pernah membayangkan, di hari penting ini. Ia lagi lagi mendapat perlakuan di nomor duakan, bahkan bukan lagi sosok Arkan dulu. Asna merasa tidak pantas jika dirinya cemburu berlebih, bukankah Dira juga berhak atas sikap istimewa suaminya.


Dengan sesak Asna melaju mobilnya, membuat dirinya lagi lagi sibuk. Dan ada yang tidak beres pada pandangan Asna kali ini, Asna mencoba mengerem ketika injakan kaki benar benar tidak bisa membuat mobil yang Asna tumpangi berhenti.


'Ya Tuhan, kenapa ini mesin mobilku. Remnya benarkah blong?' Asna tidak luput untuk membanting setir, melantunkan doa yang tidak putus hingga benar benar Asna kala itu menabrak sebuah pohon besar penuh pepohonan lain.


'Innalillahi wainnalillahi raji'un.' salah satu warga berbisik dan berteriak pada yang lainnya, melihat mobil kecelakaan di dekat warungnya.


Kecelakaan ... tolong .. tolong!!


Asna yang sudah tidak sadarkan diri, ia benar benar senyum kala pandangannya menyilaukan penuh cahaya. Masih membayangkan mas Arkan tetap bahagia, meski dirinya tidak lagi di sampingnya.


Berbeda hal dengan Arkan, kala itu ia sedang meeting menatap Irham. Irham sendiri senyum dan memakan cup cake tanpa salah dosa, padahal jelas Asna mengirimnya untuk Arkan, tapi ia makan di depan Arkan tanpa satu katapun.


"Kenapa lo liatin gue gitu?"


"Lo ga ada rasa bersalah gitu, Hey kawan! apakah lo udah adil, membagi perhatian dan beruntung sekali lo punya dua istri. Tapi kenapa gue ga dikabarin soal lo dan Asna .. Apa kurangnya Asna bro?"


Deg. Jadi Irham sudah tahu?!


"Lo ga cukup ngerti! masalah gue bukan kemauan gue. Asna yang maksa." ujar Arkan.


"Lo ga sadar, dengan seperti ini lo udah kecewakan Asna. Setidaknya lo harus adil, beri tahu dan dengarkan keluhan Asna, sebelum Lo ambil kesimpulan!" Irham menepuk bahu Arkan.


Arkan yang kala itu berada di ruangan, hanya mereka berdua saja. Di buat bingung, karena Irham bisa tahu problem rumah tangganya. Apalagi Arkan merasa tersentil, ia ingin pulang menemui Asna saat ini juga, tapi klien di sore nanti harus ia selesaikan.


"Baiknya Lo coba resapi, kue ini dan kemeja batik yang gue pakai. Apa ada yang beda, lo kenalin sedikit aja?" Irham berusaha berjalan membuat mata Arkan malas.

__ADS_1


Tapi setelah itu Irham, meminta Arkan untuk menemui Asna, agar sikap dingin di rumah tangganya kembali baik. Arkan sendiri di buat bingung, ketika Irham berbicara sok tahu akan kehidupan yang ia jalani.


Irham sendiri keluar, ia begitu kecewa terhadap Arkan. Bisa bisanya ia menikahi Dira, sebagai madunya. Dan bisa bisanya wanita sebaik Asna, mendapat perlakuan di duakan. Jika tahu Arkan menyakiti Asna, mungkin Irham berjuang mendapatkan hati Asna, dalam keadaan apapun.


Irham sendiri berpura pura tidak tahu, karena awalnya ia tidak percaya sebelum ia menanyakan langsung dan melihatnya. Irham syok sewaktu ia melihat Asna turun dari mobil, membuang paper bag berisi kemeja batik yang sudah pasti itu buatan tangannya sendiri. Terlebih mata Asna kala itu menatap Arkan dan Dira, yang kala itu berbicara lembut, tanpa basa basi Irham menghubungi ibu Hanna menanyakan keberadaan Dira, apakah ia menikah dengan Arkan.


'Jadi Dira menolak lamarannya, karena dinikahi Arkan?' ironis batin Irham.


Dan jawabnya adalah mengejutkan! bisa bisanya Irham ditikung dua kali oleh Arkan. Dan kecewa lagi, Arkan terhadap Asna begitu acuh seperti tidak adil, tidak peka terhadap istri yang berjuang bersamanya dari nol.


Benar jika pria di izinkan menikah lagi, ini yang ditakutkan adalah, tidak bisa adil melupakan perjuangan istri pertamanya, yang menurut Irham. Asna sosok lah yang sempurna, jika soal keturunan mengapa harus dimadu, ada banyak hal lain yang lebih baik.


Irham pun berusaha menghubungi Asna, selain terkait memesan kemeja khusus, berniat membuat orderan untuk Asna agar dirinya sibuk, dan semakin sibuk. Tapi nomor ponselnya tidak aktif.


Sementara Arkan, hatinya gundah dan membuat banyak pertanyaan keegoisan dirinya terhadap Asna. Baru saja Arkan ingin menghubungi Asna, ponselnya menyala dan itu dari nomor Asna.


"Assalamualaikum Dik."


"Abie. Huhuhu .." tangis pecah Imel, ia pun menjelaskan pada Abie nya, jika bunda Asna kecelakaan di rumah sakit saat ini.


"Apa ... nak! dimana nak, ya Tuhan. Maafkan Abie nak! Abie segera ke rumah sakit sekarang ya!"


Tanpa banyak bicara, kakinya lemas bergetar. Tidak bisa membayangkan hidup Arkan penuh penyesalan. Di mana dirinya masih mendiamkan seorang istri yang baik, tapi mendapat kabar Asna kecelakaan tak jauh dari kantornya.


Beberapa Saat Kemudian :


Rumah sakit! Di sana terlihat sudah ada Dira, ibu Hanna dan ibu Nira.

__ADS_1


Imel menangis dalam dekapan sang nenek begitu Arkan datang, ia memeluk Abie nya.


"Abie, bunda di dalam baik baik saja kan?"


'Iy sayang! kita shalat berjamaah ya nak. Kita doakan bunda cepat siuman."


Tak lama dokter datang, memanggil. Ia meminta suaminya ke ruangannya.


"Dengan keluarga Asna dimana ..?"


"Saya dok! saya suaminya, bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Arkan yang kala itu ia diminta ke ruangannya.


"Kita bicara di ruangan saya ya pak!"


Arkan meminta Imel menunggu bersama ibu Nira, terlihat Dira juga mendekat membuat Imel nyaman.


"Apa dok, istri saya koma, karena pendarahan di otak. Lalu dokter pasti bohong kan? Asna, istri saya tidak mungkin punya penyakit kangker. Dokter pasti bohong, jika istri saya sudah stadium 3." beku hati Arkan, ia merasa bodoh menjadi suami terbodoh di dunia ini bagi istrinya.


'Dik! di saat seperti ini mas, menyesal karena telah berlaku tidak baik padamu! mas mohon dik! bukalah matamu, jangan tinggalkan mas seperti ini. Kenapa sampai kamu sembunyikan semua ini dari mas.' bulir air mata Arkan, meremas hasil diagnosa sang dokter.


Bahkan wajahnya sudah dibanjiri air mata, ia membeku melihat catatan riwayat rumah sakit penang, di mana nama Asna tercantum dan sebuah obat obatan di tas Asna, sebagai bukti kuat, yang Asna masukan ke dalam botol vitaminnya.


TBC.


Jejak dong! masih mau lanjut kisah Asna kah?


Jujur Author ikutan sad ini nulisnya. Kisah perjuangan Asna benar benar membatin, sedikit delay Up! karena author juga mencari tahu dari sumbernya langsung yang rela bersedia diceritakan. Jika poligami itu banyak lupa akan arti dari sebuah Adil, dan kehidupan mereka selalu saja trouble tidak pernah puas, selalu bilang dia benar!!

__ADS_1


Happy Reading Ya All.


__ADS_2