DURI PERNIKAHAN

DURI PERNIKAHAN
Pertengkaran


__ADS_3

Hari itu, Lisa sedang duduk di taman rumahnya. sembari menenangkan pikiran dari suaminya yang begitu kasar padanya.


Tiba tiba Bram datang dan duduk di dekat Lisa. Lisa sangat terkejut dengan kedatangan Bram.


"Apa Saga kasar sama kamu ?" tanya Bram pada Lisa. Lisa terdiam tak menjawab apa apa.


Bram lalu menatap Lisa dengan wajah serius "Katakan padaku" ucap Bram.


Lisa lalu menjawab "Kata ibuku, jangan ceritakan aib suami kepada siapapun" ucap Lisa pada Bram.


Mata Bram kemudian berkaca kaca "Aku nggak bisa lihat kamu disakiti,, di bentak sama Saga. aku nggak bisa lihatnya" ucap Bram.


Lisa menundukkan kepalanya "Kamu tidak usah khawatir,, aku baik baik saja. mungkin ini sudah takdir pernikahan ku" ucap Lisa.


Bram kemudian bertanya lagi pada Lisa "Lisa,, apa kamu mencintai Saga ?" tanya Bram pada Lisa.


Lisa sontak terkejut dengan pertanyaan Bram.


"Jawab aku Lisa ? apa aku masih ada di hati kamu" tanya Bram pada Lisa.


Lisa langsung berdiri "Pertanyaan macam apa itu Bram,, aku mau pergi" ucap Lisa.


Ketika Lisa akan pergi, Bram memegang lengan Lisa seakan mencegahnya pergi "Jawab pertanyaan ku Lisa" ucap Bram.


Mata Lisa mulai berkaca kaca ia tak tau harus mengatakan apa.


"Lisa jawab, apa kamu masih ada di hati kamu" ucap Bram.


Lisa kemudian berbalik dan menatap Bram "Sebuah dosa jika aku mencintai kakak ipar ku sendiri" ucap Lisa.


"Kamu bener bener lupain aku ?".


Lisa kemudian melepaskan tangan Bram dari lengannya "Pernikahan adalah ikatan yang suci,, mana mungkin aku akan mengotori kesuciannya itu" ucap Lisa.


Lisa lalu berjalan pergi meninggalkan Bram Walau sesungguhnya aku masih sangat mencintai kamu Bram, tapi cinta kita sangatlah berdosa. belajarlah melupakan kenangan kita, aku tau itu sulit. aku juga sulit melakukan itu ucap Lisa dalam hatinya dengan air mata yang mengalir.


Sore harinya, Saga pulang dari kantor. Rasanya sangat capek sekali, banyak meeting.


Saga lalu pergi ke kamarnya dan merebahkan badannya. Tak lama kemudian Lisa datang dan membawakan secangkir teh untuk suaminya "Aku sudah buatin kamu teh" ucap Lisa pada Saga.


Saga melihat Lisa yang tengah menaruh teh di meja "Aku pikir kamu akan menjadi beban dalam hidupku,, tapi ternyata aku salah. aku tidak perlu membayar seorang pembantu pribadi karena aku mendapatkannya secara gratis" ucap Saga.


Ucapan Saga seolah seperti pisau yang menusuk hati Lisa. Pisau itu memang tidak terlihat namun sakitnya yang sangat terasa.


Lisa kemudian menjawab perkataan Saga "Seorang istri bukan pembantu Saga, ia hanya menjalankan kewajibannya saja" ucap Lisa.


Saga berdiri "Aku tidak peduli.. aku mau menyegarkan badanku" ucap Saga sembari pergi ke kamar mandi.


Sebelum Saga ke kamar mandi,, ia meletakkan ponselnya di meja.


Lisa duduk di sofa, tiba tiba saja ponsel Saga berbunyi ada yang menelfonnya. Sebelum Lisa mengangkat telfon nya orang itu sudah lebih dulu mematikan telfonnya. Karena ingin tau siapa yang menelepon suaminya tadi.


Lisa membuka WA Saga, dan alangkah terkejutnya ketika ia melihat isi dari pesan dari ponsel Saga.


Banyak wanita wanita yang mengirim Pesan padanya.


"Hay tuan muda, apa kabar ?"


"Saga, kenapa kau tidak pernah membalas pesan ku ?"


"Apa kita bisa pergi berdua ?"


"Kamu benar benar membuatku tergila gila Saga"


"Saga kenapa kamu dingin"


Itu adalah isi pesan yang diterima oleh Saga, namun tak sekalipun Saga membalasnya. Bahkan ia tak melihatnya sama sekali.

__ADS_1


Lisa lalu meletakkan ponsel Saga.


Aku pikir dia itu playboy, tapi ternyata dia salah paham pikir Lisa.


***


Lisa dan Maya sedang duduk di depan televisi untuk bersantai. Maya lalu mengambilkan foto masa kecil Saga dan Bram. dan menunjukkannya pada Lisa.


Maya menunjuk sebuah foto kepada Lisa "Dia Saga waktu masih kecil. Matanya yang indah membuat orang orang ingin menggendongnya" ucap Maya sembari tersenyum dan mengingat kejadian masa lalu.


"Benarkah ?"


"Waktu berjalan begitu cepat, Sampai sampai laki laki kecil ini telah dewasa dan berjalan sesuai pemikirannya sendiri".


Lisa kemudian teringat satu hal, tentang jarak yang terjadi antara Bram Dan Saga "Oh ya Bu, aku ingin bertanya" ucap Lisa.


"Iya nak katakan saja".


"Jarak, kenapa ada jarak antara Bram dan Saga Bu ? bukannya mereka adalah kakak adik yang seharusnya saling menyayangi ? pertanyaan itu selalu menghantuiku bu" Tanya Lisa.


Sebelum Maya menjawab pertanyaan Lisa, Tiba tiba Saga datang dan berkata "Sebuah perbedaan kasih sayang" ucap Saga dari belakang.


Lisa terkejut mendengar suara itu, ia kemudian berbalik dan melihat Saga.


"Kehadiran anak pembantu membuat orang tua lupa pada anaknya" ucap Saga.


Maya menaruh album foto yang sejak tadi ia pegang. Maya berdiri dan berjalan mendekati Saga "Apa yang kamu pikirkan nak, Ibu tidak pernah membedakan kasih sayang kalian. Ibu sayang sama kalian, tidak ada perbedaan bagi kalian nak" ucap Maya.


Lisa kemudian ikut berdiri dan berjalan kemudian berdiri di samping Saga.


"Aku anakmu Bu, bukan Bram. Aku pewaris resmi perusahaan ayah bukan Bram. Bram hanya anak pembantu" bentak Saga.


"Nak, ibu mohon jangan bicara seperti itu. Bram bukan anak pembantu dia kakak mu" ucap Maya.


Saga menjadi sangat marah mendengar ucapan itu ia kemudian berteriak "Dia bukan kakakku. Dia anak pembantu" bentak Saga.


Saga kemudian pergi ke kamarnya. Melihat itu Lisa langsung berlari menyusul suaminya.


"Hancurkan semuanya, hancurkan!! hancurkan semua yang terlihat di depanmu. Kalau memungkinkan bunuh aku, agar kemarahan mu pada ibumu mereda" ucap Lisa.


Saga menatap Lisa dengan penuh amarah, lalu ia memegang erat lengan Lisa "Kamu diam atau kamu akan menyesal!!" bentak Lisa.


"Saga, kendalikan amarahmu".


"Siapa yang marah ? aku ? hah ?" bentak Saga pada Lisa.


Saga lalu mendorong Lisa ke kasur dan berkata "Denger baik-baik,, kamu ini orang baru dalam hidupku. kamu nggak usah sok tau!" Teriak Saga.


Lisa kemudian berdiri "Aku memang orang baru, tapi untuk saat aku tau perasaan aku. Aku paham rasanya, kamu cemburu dengan kedatangan Bram. itukan ?"


Saga mendekati Lisa "Aku nggak pernah cemburu dengan Bram, dia hanya anak pembantu"


"Aku tau rasanya Saga,, kamu cemburu dengan kasih sayang yang diberikan orang tuamu pada Bram. aku paham rasanya,, aku tau sakitnya cemburu dengan orang tua. tapi bukan berarti kamu harus membenci mereka"


Saga berteriak keras "KALAU TIDAK MEMBENCI LALU APA ? Menyayangi ? mendukung ? hah ?" bentaknya.


"Kalau begitu jawab pertanyaan ku, kalau kamu mencintai seseorang dan orang itu membuat mu cemburu apa kamu akan membencinya seumur hidupmu ? iya ?"


Kemarahan Saga lalu mereda, kini wajahnya menjadi muram. Ia terdiam sejenak kemudian berkata "Aku tidak pernah mencintai orang karena aku tidak punya hati" ucap Saga.


Lisa memegang lengan Saga dan berkata "Hanya orang yang mati yang tidak punya hati,, tapi aku melihat kamu hidup dengan hati yang kamu sembunyikan dari semua orang" ucap Lisa.


"Kalau memang kamu merasa Bram telah mengambil orang tua mu, kamu harus tunjukan kalau kamu tidak seterpuruk itu. tunjukan kemampuanmu. tunjukan jati dirimu tapi tidak dengan kemarahan,, melainkan melalui cinta, kasih sayang dan hati" Lisa terus memandang wajah Saga yang menunduk terdiam.


Tiba tiba Bram masuk kamar secara mendadak, karena kebetulan kamarnya tidak dikunci. Kedatangan Bram membuat Lisa dan Saga amat terkejut.


"Bram ?"

__ADS_1


Bram langsung berlari menghampiri Saga dan menatap Lisa penuh khawatir "kamu tidak apa apa ?" tanyanya.


Lisa bingung harus jawab apa, ia hanya terdiam sembari melihat suaminya.


Saga yang tidak menyukai kehadiran kakaknya menarik kerah baju kakaknya dan berkata "Untuk apa kamu kesini ? ke kamar ku tanpa seizin ku" tanya Saga dengan ekspresi wajah amat marah.


"Aku dengar pertengkaran kalian, aku takut kamu akan melukai Lisa"


Saga memegang erat kerah baju Bram "Ini urusan rumah tangga kamu. jangan ikut campur!!" bentak Saga.


"Tentu saja aku akan ikut campur. karena aku tidak mau orang yang aku cintai menderita oleh perbuatan adikku sendiri!!!" ucap Bram.


Api kemarahan yang ada di mata Saga mulai membara "Berani sekali kau" bentak Saga.


Ketika Saga akan memukul kakaknya, Lisa memegang tangannya dan mencegahnya melakukan itu "Jangan Saga, jangan lakukan itu" ucap Lisa. Saga langsung saja mendorong Lisa "Mau belain dia ? iya ? hah ?" bentak Saga pada Lisa.


Bram kemudian menampar Saga ketika ia melihat adiknya mendorong Lisa "Kakak bisa memaklumi jika kamu kasar sama kakak, tapi tidak dengan Lisa" bentak Bram pada Saga.


Saga kemudian memegangi pipinya dan melirik tajam pada Kakaknya.


Seketika Saga langsung mengambil kerah baju kakaknya dan memukul kakaknya dengan penuh amarah "Kau hanya anak pembantu disini jangan kurang ajar!!!"Teriak Saga.


Lisa bingung harus melakukan, ia mencoba melerai pertengkaran itu "Saga sudah,, kendalikan amarahmu. sudah Saga" ucap Lisa penuh kebingungan.


"Biarkan dia keluarkan seluruh amarahnya,, aku ingin tau apa yang akan dia lakukan" bentak Bram.


Saga semakin marah mendengar hal tersebut "Jadi anak pembantu ingin menantang ku ?IYA ??"teriak Saga.


Lisa memegang lengan Saga "Hentikan Saga,, sudah jangan biarkan kemarahan menguasai dirimu" ucap Lisa.


Maya lalu datang, karena mendengar percekcokan yang ada di kamar Saga "Ada apa ini ?" tanya Maya dengan wajah yang sangat panik.


Saga tersenyum licik melihat ibunya "Oh Kau datang rupanya ? lihatlah apa yang di lakukan anak pungutmu itu" ucap Saga.


"Saga, apa yang kau katakan ? apa yang terjadi ?"


"Ibu tidak usah pikirkan perkataan Saga, ini urusan aku dan dia" ucap Bram pada Maya.


"Kenapa harus pergi Bu ? ibu ingin tau apa yang terjadi ?" ucap Saga dengan kemarahan yang membara di matanya.


"Aku memukul Anak pungut ini, aku memukulnya dengan tanganku sendiri" ucap Saga sembari tertawa kecil.


Maya terkejut "Saga ? apa yang kau lakukan ? apa ini ajaran ibu ?"


"Memangnya sejak kapan ibu mengajariku, ibu hanya mengajari anak pungut ini. Oh aku ingat, itu karena ibu lupa kalau ibu punya anak kandung" Ucap Saga.


Maya marah melihat kelakuan anaknya "Cukup Saga!! selama ini ibu diam bukan karena ibu tak mampu marah padamu. kali ini kau benar benar melewati batasan!!!" bentak Maya.


Mendengar bentakan dari ibunya, Saga sangat marah ia kemudian berteriak "AKU JUGA BISA MARAH BU!!! AKU JUGA BENCI DENGAN IBU, SANGAT BENCI!!!!!" teriak Saga.


Bram kemudian mengangkat tangannya seolah olah ingin menampar adiknya "SAGAAAA!!!!" bentak Bram.


Saga melihat tangan Bram "Kau ingin memukulku ? hah ? Benarrr ??" bentak Saga dengan tatapan marah.


Lalu Seketika Lisa memeluknya, secara spontan Saga langsung terdiam. Melihat itu, Bram terbakar oleh api kecemburuan.


"Kendalikan amarahmu Saga" ucap Lisa pada Saga.


Untuk pertama kalinya, ketika Saga dilanda kemarahan ia mendapat pelukan. Kemarahan yang membara di mata Saga kini mulai mereda. Ia hanya terdiam ketika gadis cantik sedang memeluknya seolah memberi kenyamanan.


Lisa kemudian melepaskan pelukannya setelah Saga benar benar terdiam. Lisa berbicara pada Ibu mertuanya dan Bram "Kak Bram, ibu maafkan aku. Kami ingin berdua" ucap Lisa.


Bram dan Maya kemudian meninggalkan kamar Saga.


Lisa kemudian menatap Saga "Besok kau ikut aku mau ?" tanya Lisa pada Saga.


"Dimana ?"

__ADS_1


"Kau ikut saja"


"Baiklah"


__ADS_2