DURI PERNIKAHAN

DURI PERNIKAHAN
Pernikahan berduri


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan Saga dan lisa. Tapi bagi Lisa hari ini adalah hari yang paling terkutuk.


Pernikahan yang diadakan sangat sederhana, Hanya akad nikah yang begitu sederhana. dan hanya di adakan di masjid.


Pernikahan mereka tidak dihadiri oleh Bram yang dengan alasannya ada meeting dengan tamu luar negeri.


Ketika semua sudah siap, Saga mengucapkan akad pernikahan. Dan hari itu adalah hari dimana awal kisah yang begitu rumit mereka di mulai.


***


Malam harinya, Lisa sudah berada di rumah Saga.


Lisa duduk termenung di kamar Saga, ia tak tau harus bahagia atau bersedih dengan pernikahan ini.


Tiba tiba pintu kamarnya di gebrak oleh seseorang dan ternyata itu adalah Saga. Lisa terkejut dengan kedatangan Saga.


Saga berjalan mendekat pada Lisa. Lisa yang tengah duduk di sofa kini mulai gemetar ketika Saga mendekati dirinya.


"Kenapa kamu gemetar ? kamu takut denganku ?" tanya Saga pada Lisa.


Lisa menundukkan kepalanya dan terdiam.


"Jangan pernah berpikir kalau kamu akan mendapatkan cinta dariku. aku tidak akan menyentuhmu sama sekali" ucap Saga sembari mendekatkan wajahnya pada Lisa.


Lisa mulai menatap Saga dan bertanya "Lalu ? pernikahan ini ?"


Saga tersenyum dan berkata "Untuk menghancurkan Bram! dan aku rasa kamu bisa membantu ku" ucap Saga.


Lisa terkejut mendengar ucapan Saga.


Saga kemudian menatap dirinya sendiri di cermin "Aku tidak di takdirkan untuk jatuh cinta, karena aku orang yang tidak punya hati" ucap Saga.


"Kalau kamu tidak punya hati, bagaimana kamu hidup ? hanya orang mati yang berkata bahwa ia tidak punya hati" ucap Lisa.


Saga langsung melirik Lisa.


Lisa berdiri dan berjalan mendekati Saga, agar bayangannya terpantul di dalam cermin bersama Saga "Aku menghargai makna pernikahan Saga,, Sekarang dirimu bukan hanya satu tapi dua. aku tidak akan menghancurkan ikatan suci pernikahan hanya karena ego" lanjut Lisa.


Saga langsung menatap Lisa dan bertanya "Kau gila ? kau akan merasakan kesakitan dengan duri pernikahan ini"


Air mata Lisa mengalir "Jika itu sudah takdir pernikahan ku, aku bisa apa ?" ucapnya.


Saga langsung mencengkram lengan Lisa "Aku bersumpah, aku akan membuatmu benar benar tersiksa agar kakakku merasakan penderitaan yang sangat hebat. dan aku tidak akan menyentuhmu sama sekali" ucap Saga lalu ia langsung pergi begitu saja.


***


Keesokan harinya, Lisa terbangun dan melihat tempat tidur. Ternyata Saga tidak tidur bersamanya tadi malam.


Ia langsung bangun dan beranjak mandi,, seusai Mandi dan berganti pakaian sekaligus bersiap ia keluar kamar untuk mencari suaminya.


Lisa kemudian bertanya pada Bi Minah yang sedang mengepel ruang tamu "Bibi tau dimana tuan Saga ?" tanya Lisa pada Bi Minah.


"Ada non di kamar tamu" ucap Bi Minah.

__ADS_1


Lisa langsung menuju ke kamar tamu, Ia membuka pintu perlahan dan melihat suaminya sedang tertidur pulas.



Lisa kemudian berbalik dan pergi dari ruangan tersebut. Ia memutuskan untuk pergi memasak untuk suaminya. Walupun ia tidak mencintai suaminya, namun ia harus menjalankan kewajibannya sebagai istri itu kata ibunya sebelum ia menikah.


Ketika Lisa berada di kamar, ia melihat Bram tengah mengambil air minum. Jantung Lisa berdegup kencang begitu pula dengan Bram. suasana menjadi sangat canggung.


Bram kemudian berkata "Aku sudah tau apa yang terjadi" ucap Bram.


Lisa langsung menoleh ke arah Bram.


"Saga menggunakan dirimu untuk menghancurkan diriku kan ?"


"Tidak" tegas Lisa. "Apa yang kau katakan ?"lanjutnya.


"Lisa kamu tidak bisa berbohong lagi, Saga yang menceritakan kebenaran ini"


Wajah Lisa kemudian bersedih, ia ingin menyembunyikan hal ini dari Bram tapi Saga sudah mengetahuinya.


"Aku bodoh,, harusnya kita tidak bersama. Gara gara cintaku, hidupmu hancur" ucap Bram merasa bersalah pada Lisa.


Lisa berjalan mendekat pada Bram "Mungkin kita berjodoh Bram, kamu harus lanjut kan hidupmu. Kejar gadis Impian mu, lupakan masa lalu kita. Walau itu sulit, kita harus belajar. aku juga sulit melakukan hal itu, tapi sebuah dosa besar jika kita masih saling mencintai" ucap Lisa.


Bram menatap Lisa "Bagimana caranya aku melupakan kamu ? katakan padaku ? apa ada cara melupakan gadis sebaik kamu ?" tanya Bram.


"Kamu pikir aku bisa melupakan kamu Bram ? aku juga tidak bisa. tapi kita tidak bersama lagi, sudah tercipta jarak yang begitu jauh antara kau dan aku" ucap Lisa dengan mata berkaca kaca.


Sebelum Bram menjawab kata kata Lisa, Saga datang dan berkata "Dua kekasih sedang bermain drama" ucap Saga yang berjalan mendekat pada Lisa.


Saga langsung memegang erat lengan Lisa, hingga Lisa merasa kesakitan "Kamu mau berselingkuh ? hah ?" tanya Saga.


Lisa merasa kesakitan "Arrgh,, lepasin Saga sakit" ucap Lisa.


Bram kemudian langsung menyela "Saga jangan kasar sama Lisa, jangan kasar sama wanita" ucap Bram.


Saga langsung menatap Bram penuh kebencian "Ini urusan rumah tangga kami" ucapnya sembari menarik tangan Lisa ke kamar mereka.


Saga langsung melempar Lisa ke kasur. Lisa terjatuh dan merasa kesakitan.


"Apa kamu bilang semalam ? kamu nggak mau ngotorin ikatan pernikahan karena ikatan pernikahan begitu suci" ucap Saga pada Lisa.


Lisa menatap Saga dengan ketakutan.


"Denger baik baik ya, jangan mendekati kakakku lagi! aku melarang mu sebagai seorang suami" bentak Saga.


Lisa kemudian berdiri dan berkata "kamu hanya salah paham tadi" ucap Lisa.


"Semua terlihat jelas dimataku!!! mata nggak bisa bohong" bentak Saga.


Lisa langsung terdiam, daripada ia dimarahin terus.


"Aku mau mandi,, kamu disini jangan keluar kamar" ucap Saga tanpa mendengar apa yang akan di ucapkan Lisa ia langsung pergi ke kamar mandi.

__ADS_1


Lisa duduk di sofa.


Setalah hampir setengah jam, Saga keluar sudah berpakaian rapi. Ia lalu menyisir rambutnya dan mengambil tas kerjanya. "Yuk" ucap Saga.


Lisa langsung berdiri "Hah ? kemana ?" tanya Lisa.


Saga kemudian menjawab dengan wajah juteknya "Kamu nggak mau sarapan ?" tanya Saga.


Saga kemudian menarik lengan Lisa dan mengajaknya ke ruang makan. Ternyata disana sudah ada Maya dan Bram yang sedang duduk sarapan.


Saga dan Lisa kemudian ikut duduk.


Lisa menjadi tidak nyaman karena harus sarapan bersama Bram. Ia menjadi sedih setiap kali melihat Bram.


"Nak,, ini adalah hari pertama mu datang ke rumah kami. Ibu harap kamu bisa betah disini ya" ucap Maya pada Lisa.


Lisa tersenyum dan berkata "Iya ibu, Lisa pasti betah" ucap Lisa.


Saga yang sedang mengunyah makanan tiba tiba menyela pembicaraan "Bagimana dia tidak betah, orang yang dicintainya saja ada di rumah ini" ucap Saga sambil melirik Bram.


Lisa dengan spontan memegang lengan Saga, Saga agak kaget melihatnya. Setelah sadar, Lisa langsung melepaskan tangannya.


Bram kemudian berdiri "aku mau berangkat ke kantor dulu" ucap Bram. Saga langsung menjawab perkataan Bram "Mau kemana kak ? kenapa kakak seperti tidak bahagia dengan pernikahan ku ? hah ?" tanya Saga.


"Bagaimana mungkin kakak tidak bahagia, kalau kamu bahagia kakak pasti bahagia" ucap Bram.


Saga menghela nafas dan berkata "Yah,, semoga saja kamu tidak bohong" ucap Saga.


"SAGAAA!!! jaga ucapan mu pada kakakmu" bentak ibunya.


Saga lalu melirik ibunya "Dia ? anak dari seorang pembantu yang merebut orang tua dari anak majikannya" ucap Saga.


Maya langsung berdiri, suasana menjadi sangat tegang "Dimana rasa sopan mu pada kakakmu Saga ?" ucap Ibunya.


Saga ikut berdiri, begitu pula dengan Lisa "Aku tidak punya sopan Bu, apalagi dengan ibu dan Anak pembantu ini" ucap Saga.


Ketika Maya akan menampar Anaknya Saga, Lisa langsung berteriak "Jangan Bu".


Semua orang langsung tertuju ke arah Lisa.


"Bukan dengan kekerasan jika ingin menghukum seorang anak, tapi dengan kasih sayang" ucap Lisa.


Saga langsung menatap tajam Lisa tanpa berkata apapun.


Lisa dengan gemetar melanjutkan perkataannya "Jika ibu melakukan kekerasan semua akan sia sia,, anak akan semakin benci pada ibu" ucap Lisa.


"Kami pergi dulu" ucap Saga sembari memegang tangan Lisa dan mengajaknya pergi.


Lisa dan Saga keluar rumah. Saga lalu membentak Lisa "Kamu orang baru di rumah ini,, jangan coba coba ikut campur urusan keluarga kami" bentak Saga


"Saat kamu menikahi ku,, Aku sudah menjadi bagian dari keluarga mu Saga" ucap Saga.


Saga kemudian menatap Lisa dengan tajam "Tapi bagiku.... kamu hanya orang asing" ucap Saga.

__ADS_1


"Suatu saat orang asing ini akan menjadi bagian penting dari hidupmu" ucap Lisa.


__ADS_2