Embun Dari Langit

Embun Dari Langit
Perubahan


__ADS_3

 


 


***


Nathan terdiam.


Sebagai seorang lelaki ia tidak bisa meninggalkan tanggung jawabnya begitu saja, dalam hatinya lega telah bertunangan dengan Anggun.


" Kita akan mempercepat pernikahan ! " Kata Nathan.


Anggun memeluk Nathan dengan lega, tidak sia-sia apa yang dilakukannya semalam. Ia sudah bisa merebut Nathan sepenuhnya dari Embun.


Nathan mengantarkannya kembali ke kediamannya. Ia sempat berpapasan dengan Embun, ingin rasanya menyapa namun Embun tidak lagi menganggapnya ada.


" Mungkin ini sudah jalan dari Tuhan, aku harus mempertanggung jawabkan perbuatanku pada Anggun" Kata Nathan menjalankan mobilnya.


Pemuda itu mengabari ibunya jika ia akan menikahi Anggun dalam waktu dekat, walaupun agak kaget namun ibunya menyambut gembira. Acara pernikahan mereka membutuhkan waktu persiapan sekitar 2 bulan untuk ke pelaminan.


***


Pesta pernikahan berlangsung sangat meriah disebuah Hotel mewah mengundang banyak pengusaha, pejabat dan duta besar negara tetangga. Bukan main bangganya Anggun berhasil menikahi seorang anak wakil presiden yang prestasinya juga tidak kalah dari ayahnya.


Embun hanya bisa menyaksikan lewat siaran langsung ditelevisi, belakangan ini ia kurang sehat. Jarang menerima orderan ojek karena perutnya sering terasa kram. Pinggangnya sering merasa sakit.


" Mereka bahagia diatas penderitaan Nona Embun " Kata salah seorang pelayan didapur.


Pelayan yang lain hanya menghela napas tanda turut bersedih. Embun tidak sengaja mendengarkan perkataan mereka tetapi tidak peduli, saat ini ia merasa tidak sehat, sejak pagi tadi ia hanya bisa meminum teh hangat. Para pelayan bergantian memaksanya makan namun semua dimuntahkan kembali, banyak yang menganggap Embun sedang sedih akibat Nathan menikahi Anggun.


Bi Lusi Pelayan dirumah itu membisikan sesuatu pada supir tua untuk ke apotik untuk membeli sesuatu, Sang supir agak terkejut mendengar permintaan Bi Lusi. Ia menangguk dan tidak lama kembali dengan membawa pesanan Bi Lusi.


Embun sedang beristrahat dikamarnya. Bi Lusi datang membawa buah-buahan dan segelas air hangat.


" Coba Makan dulu Nak "


" Aku lemas bi, biasanya tidak begini" Kata Embun agak malas bangkit.


Bi Lusi menyodorkan sesuatu yang dibeli oleh supir keluarga, Embun menatap heran.


" Apa ini Bi? " Tanya Embun melihat bungkusan kecil yang berikan padanya.


" Cobalah dikamar mandi sekarang Non " Kata Bi Lusi.

__ADS_1


Embun menganga diberikan sebuah Testpack, dadanya bergemuruh seketika mualnya hilang berganti dengan rasa cemas. Tidak ingat kapan terakhr didatangi tamu bulanannya


Tangannya gemetaran mencoba melakukan sesuai dengan petunjuk, dalam hatinya ia berdoa semua kekhawatirannya tidak akan terjadi.



Ia menunggu hasil dengan menutup matanya, Perlahan dibukanya mata dan tak ayal terkejut dengan hasilnya. Dua buah garis merah yang menandakan jika ia sedang hamil, secara reflek ia mengelus perutnya.


Apa yang harus dilakukan sekarang? Kejadian tempo hari membuatnya mengandung anak Nathan.


" Bagimana Non? " Tanya Bi Lusi.


Embun terkejut dan memeluk pelayan tua itu sambil menangis. Seharusnya ia bahagia tengah mengandung anak dari pria yang dicintainya namun bersamaan dengan itu, sang kekasih tengah melangsungkan pernikahan dengan wanita lain.


Sungguh IRONIS!


Bi Lusi membawa Embun ke sebuah klinik untuk mendapatkan pemeriksaan, tentu semua tanpa sepengetahuan siapapun kecuali Supir tua yang mengantar keduanya. Bi Lusi beralasan jika Embun harus dibawa ke dokter karena sakit.


Saat tiba diklinik dan mengantri sekitar setengah jam, Embun dan bi Lusi bisa menemui Dokter kandungan. Menurut dokter kandungan Embun sudah hampir memasuki usia 3 bulan.


Embun tidak dapat menahan air matanya. Apa yang harus dilakukannya sekarang? Bagaimana ia harus menyembunyikan hal sebesar ini?


" Apa yang harus Embun lakukan bi? " Tanya Embun dalam tangisnya.


Sang supir hanya menatap prihatin dari balik kaca spionnya. Kasihan sekali nonanya ini! Alangkah malangnya nasibnya! Selalu jadi kambing hitam!


***


Dokter itu menebak jika kehamilan Embun adalah kehamilan yang tidak diinginkan karena Embun belum menikah ( terlihat pada kartu kontrolnya) dan datang didampingi oleh pelayan rumahnya.


" Apa yang harus mama lakukan untukmu nak? Mama tidak ingin kamu disini menderita seperti mama" Kata Embun membelai perutnya yang mulai membuncit. tangan kurusnya terasa dingin menyentuh perutnya yang hangat.


Sepanjang malam ia tidur dengan gelisah, untungnya pesta pernikahan itu diadakan diluar rumah hingga Embun masih bisa menghindar. Nathan dan Anggun juga tidak kembali ke rumah, setelah resepsi mereka menginap dihotel dan terbang keliling Eropa untuk bulan Madu selama 2minggu.


***


Embun menguatkan dirinya untuk menarik orderan, angin luar lumayan menyegarkan membuatnya melupakan rasa mualnya. Kini Ia selalu mengingatkan dirinya untuk memakan makanan yang bergizi dan meminum semua vitamin yang diberikan dokter untuknya.


Hatinya lega ketika berhasil menyisihkan uang dan mengirimkan ke rekening panti asuhan. Bebanya terasa lebih ringan, ia menjalani tri semester pertama kehamilan dengan aman. Embun sangat menjaga kehamilannya. Tidak lagi gila bekerja seperti dulu.


Hari berlalu tidak terasa bulan madu Anggun dan Nathan telah selesai. Mereka kembali dari Eropa. Embun menatap kedatangan mereka dengan tatapan tidak berminat, Wajah Nathan tidak terlalu bahagia nampaknya. Hanya Anggun yang sibuk ke sana ke sini dengan antusias menceritakan bulan madunya bersama sang suami.


Ia tidak menutupi kebahagiannya didepan Embun, dengan bangganya ia berjalan sebagai pemenang.

__ADS_1


Perubahan Embun belum terlihat hanya sedikit berisi dibagian perut dan pinggang. Kehamilannya baru 3 bulan lebih masih aman untuk disembunyikan.


Ibu Ningsih juga tidak terlalu peduli dengan keberadaan anak angkatnya itu sehingga Embun mulus seperti biasanya keluar masuk kediaman.


" Apa kabarmu? " Sapa Nathan saat Embun berada ditaman belakang.


Ia memang sangat suka tidur-tiduran ditempat itu saat sedang santai dirumah. Gadis itu memilih cuek mendengarkan musik sambil menutup matanya. Nathan memperhatikan keadaan Embun semakin pucat tidak terawat.


" Maafkan aku " Kata Nathan.


" Pergilah, kehadiranmu lumayan menggangguku " Jawab Embun.


Nathan hendak berbicara namun Anggun muncul langsung menggandengnya.


["Huh! dalam tidurnya selalu menyebutkan nama gadis sialan ini, begitu sampai disini malah langsung mencarinya!']


Anggun mendengus marah namun tidak menunjukkannya didepan Nathan.


" Sayang Ayo, Mom mencarimu " Kata Anggun dengan sengaja mengucapkan kata Sayang sebagai penegas hubungannya dengan Nathan.


Embun tidak merespon malah memberi kode lambaian tangan pada keduanya untuk segera pergi dan tidak mengganggunya.


Nathan tidak jadi bicara dengan Embun, Ia pun tidak mendapat kesempatan karena Anggun maupun ibunya tidak menberikan kesempatan itu. Apalagi Gadis itu memilih untuk menghindari semua anggota keluarga Bumiwardoyo.


Pada saat makan malam Nathan mengungkapkan jika ia harus ke luar negeri untuk bertemu dengan investor asing yang akan bekerja sama dengannya.


" Aku ikut ya" Kata Anggun.


" Tidak usah, aku tidak lama kok! Hanya beberapa hari saja lagipula ini perjalanan bisnis pasti akan membosankan untukmu " Kata Nathan tersenyum pada Anggun


Anggun agak merajuk, Ibu Ningsih berdehem memberi kode putrinya.


" Biarkan suamimu bekerja, sudah tugasnya mencari nafkah untuk kalian dan calon anak kalian nanti " Kata Ibu Ningsih.


" ANAK?!"


Nathan dan Anggun terkejut mendengarkan hal itu. Banyak hal yang mereka lakukan pada bulan madu mereka kecuali berhubungan suami istri. Nathan menghindari hal itu karena tidak siap.


Nathan menyelesaikan makannya lalu beranjak masuk ke kamar mereka.


 


 

__ADS_1


***


BERSAMBUNG


__ADS_2