
***
Sebuah pesawat mendarat dengan sempurna dibandara Cengkareng. Banyak pengawal berpakaian preman datang mengawal kedatangan keluarga kecil yang baru saja turunn dari pesawat tersebut. Mereka adalah Elina, Dave dan Daffa Mathews. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Ibu Sekar, Edgard dan keluarga kecilnya.
Daffa langsung membaur dengan Ibu Sekar, keduanya nampak sangat akrab seperti nenek dengan cucunya.
" Hari ini menginap dirumah nenek ya? " Pinta Ibu Sekar.
" Yah sayang nek, Daffa harus sekolah esok! Akhir pekan ini saja ya, gimana? " Jawab Daffa dengan muram.
" Baiklah, akan nenek kosongkan waktu untuk menemanimu, Nenek kangen" Kata Ibu Sekar.
Elina dan Dave hanya tersenyum saja. Elina tengah mengandung 5 bulan sekarang anak keduanya. Keduanya telah menyelesaikan pendidikan mereka, Setelah Elina menamatkan lanjut Dave yang sekolah kembali. Keduanya sepakat melakukan hal itu agar Daffa tidak kehilangan perhatian.
Sekarang keduanya telah menyelesaikan pendidikan dan kembali. Hal yang pertama dilakuka Elina adalah Reuni dengan saudara-saudaranya sepanti. Pertemuannya dengan Nesya dan Garin diwarnai dengan tangisan. Elina menangis sedih karena terlambat mengetahui peristiwa yang menimpa saudaranya.
" Kami tahu kau hidup tersiksa dirumah itu? Dulu aku sempat iri padamu karena kau diadopsi keluarga kaya tetapi belakangan kami tahu jika hidupmu menderita" Kata Nesya menghapus airmata.
" Bagaimana kalian bisa tahu? Apa pemilik panti juga mengetahuinya? " Tanya Elina alias Embun terkejut.
Nesya kemudian menceritakan jika Nenek Kumala datang mendatangi pemilik panti dan mengamuk disana karena Embun ketahuan mengirimkan sejumlah ke rekening panti. Sejak saat itu rekening panti disita oleh Nenek Kumala, hingga uang yang masuk disitu menjadi uang jajan Anggun tanpa setahu Embun.
Untuk dapat bertahan hidup, anak-anak panti menjual kreasi kerajinan aksesoris dan makanan jajanan.
" Hingga suatu malam, semuanya tiba-tiba diselimuti api, pemilik panti membangunkanku dan anak-anak lainnya untuk lari melompat lewat jendela belakang, sayangnya pemilik panti tidak dapat menyelamatkan dirinya karena terkena serangan jantung akibat kelelahan" Kata Nesya.
" Beberapa anak panti tidak terselamatkan ikut dalam kebakaran itu, tinggalah kami yang tersisa bercerai berai. Aku tidak bisa membiarkan Nesya merawat adik-adik sendirian hingga aku ikut bersama Nesya sedangkan saudara-saudara yang lain membantu kami semampu mereka" Kata Garin melanjutkan cerita.
Ibu Sekar yang menemukan mereka selanjutnya menolong memberikan tempat dan pekerjaan.
" Keluarga Bumiwardoyo memang jahat, mereka mengirim orang membakar panti dan membunuh saudara kita " Seru Garin marah.
Elina terdiam, ia terkenang kembali masa-masanya hidup dalam keluarga itu. Selama ini alasan ia bertahan adalah saudara-saudaranya dipanti. Siapa sangka ia malah tertipu selama bertahun-tahun.
" Jangan dulu mengenang masa sedih, kalian baru saja bertemu " Tegur Dave membelai pundak sang istri.
__ADS_1
Ketiganya menatap Dave sambil tersenyum. Elina, Nesya dan Garin merasa seperti saudara walaupun tidak sedarah. Mereka sangat bahagia akhirnya dapat berkumpul bersama. Elina juga dapat melihat perkembangan sisa anak panti yg bersama Nesya dan Garin.
Rupanya Elina baru mengetahui jika Nesya dan Garin sudah menikah tetapi belum memiliki momongan. Elina Langsung memeriksa keduanya tanpa ragu. Pertanyaan demi pertanyaan membuat wajah Nesya dan Garin berubah warna.
" Sayangku, apa kau tidak memperhatikan wajah kedua saudaramu itu? sudah merah kuning hijau karena ditanyai seperti itu, harap maklum ya Saudara Garin, istriku seorang dokter " Kata Dave.
Elina baru memperhatikan wajah Garin dan Nesya setelah mendapat teguran dari suaminya. Ia tertawa sambil meminta maaf.
" Maaf, kita bisa lanjutkan pembahasan ini ditempat praktek ๐คญ๐" katanya tersenyum.
Garin dan Nesya mengangguk.
***
Jakarta sudah banyak berubah sejak ditinggalkan Elina tempo hari. Jika dihitung sudah hampir 7 tahun , Ayah Nathan sudah pensiun tidak lagi melanjutkan karir politiknya. Prestasi akhirnya adalah seorang wakil presiden. Nathan telah terjun ke ranah politik dan sekarang menjadi Gubernur Jakarta. Posisi yang dianggap strategis karena nyaris semua presiden dan wakil presiden adalah mantan gubernur Jakarta.
Nathasa sangat membanggakan ayahnya itu sehingga ia makin angkuh dan sombong. Ibunya memyekolahkannya disebuah sekolah swasta yang terkenal elit dan mahal.
Anak ini bermulut tajam, tidak ada yang bisa menegurnya mengingat kekuasaan ayahnya. Nathasa tidak menyukai ibu tirinya, baginya wanita itu yang menghalangi bersatunya kedua orangtuanya.
Daffa sekolah ditempat yang sama. Ia datang dengan menggunakan Sepeda. Orang awam akan mencibirnya ketika datang ke sekolah elit dengan sepeda, tetapi sepeda yang dipakai Daffa adalah sepeda satu-satunya didunia. Dibuat dengan spesifikasi khusus dan menyerupai sepeda tokoh kartun kesukaannya yang slogan katanya selalu mengatakan "aku bukan anak kecil paman!"
Satu-satunya Sepeda yang sangat "merepotkan" pembuatannya karena diawasi langsung oleh Daffa. Tentu harganya bukan ratusan juta lagi tetapi nyaris seperti harga Ferarri.
" Coba lihat anak kampung itu? apa tidak malu datang dengan sepeda?" Kata Nathasa berpapasan masuk digerbang.
Daffa masuk lebih dahulu dan mencari parkiran yang cocok untuk sepedanya. Nathasa memperhatikan keberadaan Daffa yang dianggap mengganggu pemandangan matanya.
" Heh! Siapa kau?" tanya Nathasa dengan angkuh.
Daffa melirik sekilas tetapi segera berlalu. Ia mengenali anak perempuan yang menegurnya.
" Heh! Kau tuli ya anak kampung?" Seru Nathasa.
Daffa berhenti. Di Amerika ia pernah mendapatkan Bullyan karena ia berasal dari ras Asia namun tidak berlangsung lama karena Daddy-nya langsung menghancurkan siapapun yang membully nya. Kali ini Daffa tidak mau repot menanggapi bully yang dilakukan anak perempuan seumuran dengannya.
__ADS_1
Nathasa marah diacuhkan, selama ini tidak ada yang pernah acuh padanya.
" Apa kau mau dikeluarkan dari sekolah ini?" tanya Nathasa dengan mode mengancam. Anak ini menikmati jika ada yang ketakutan jika diancamnya.
Daffa tertawa mengejek, siapa yang berani mengeluarkannya? bahkan presiden saja tidak mampu menyentuhnya. Daffa tertawa.
Hal ini semakin membuat Nathasa marah, ia meminta pengawalnya untuk meringkus Daffa. Anak ini mendapatkan keistimewaan dikawal oleh dua orang pria berjas hitam demi keamanan.
Kepala sekolah tergopoh-gopoh datang menghampiri untuk melerai, sayangnya Nathasa terlalu arogan.
" Paman apa kalian tidak malu menangkap anak usia 6 tahun sepertiku hanya karena tindakan kampungan majikan kalian?" ejek Daffa.
Nathasa semakin marah diejek balik kampungan.
" Hadeeh nona kecil yang alergi sama debu, aku tidak mau berurusan dengan orang yang tidak selevel denganku, minimal dari cara berjalannya seolah ada sesuatu di sepatunya " Daffa menatap kaki kiri Nathasa.
Gadis kecil itu terkejut tidak menyangka jika Daffa langsung menohok nya dibagian yang paling ia sembunyikan. Tidak ada yang tahu kecacatan kakinya. Daffa anak dokter tidak sulit baginya untuk mengenali kecacatan yang disembunyikan.
" Kau salah orang anak kecil, hanya anak gubernur saja sudah sekampungan ini ๐๐คจ "
Daffa berlalu pergi. Disaat berbaris penerimaan siswa (Nathasa mendapatkan dispensasi untuk tidak ikut) Daffa berbaris dalam kelas khusus. Nathasa hanya dikelas biasa. Hal ini semakin membuat anak perempuan itu marah sekaligus iri.
" Akan kuadukan Daddy " Desisnya.
Daffa masuk dalam kelas khusus dimana anak cerdas berkumpul, Elina dulu sekolah disitu hanya sampai kelas 6 semester awal karena Anggun tidak mau jika ia harus menjadi lulusan yang sama dengan kakak adopsinya itu. Elina menempati kelas Khusus dan Anggun menempati kelas biasa. Jarak umur yang lumayan hingga Elina kelas 6 dan Anggun kelas 1 saat itu.
Daffa setuju masuk sekolah itu karena ingin mengenali sekolah ibunya. Pasalnya Elina sempat sangat berprestasi ditempat itu. Ia ingin mengenali ibunya dari tempat ibunya dulu sekolah. Daffa tersenyum mendapati piagam penghargaan atas nama Embun Bumiwardoyo yang masih terpampang diaula prestasi sekolah itu.
" Mom, aku akan menyaingimu tunggu saja penghargaanku akan ditempatkan ditempat yang sama denganmu ๐" Kata Daffa tersenyum.
" Sedang apa kau disitu?"
Daffa berbalik mendengar suara lelaki tua yang menegurnya.
***
__ADS_1
BERSAMBUNG
ย