Embun Dari Langit

Embun Dari Langit
Harapan untuk Silvia


__ADS_3

 


 


***


Bulan madu terasa sangat manis direguk oleh pasangan Dave dan Elina. Keduanya melanjutkan perjalanan mereka ke Jerman, Belanda, Kanada dan terakhir ke Madagaskar. Liburan yang terasa panjang dan indah. Selama bulan madu keduanya selalu menelpon Daffa untuk memberi kabar.


Sang bayi menatap mereka dengan wajah datar saja dan meminta mereka untuk memperpanjang liburan mereka.


" Kembali harus membawa kabar baik " Kata Daffa.


" Aduh anak Daddy, kau tidak ingin kami pulang? Padahal kami sudah rindu setengah mati " Kata Dave memanyunkan muka.


Daffa membalasnya dengan wajahnya yang imut,


" Baik-baik disana ya sayang " Kata Elina.


Daffa tersenyum dan memutuskan percakapan. Dave dan Elina telah 3 minggu liburan, mereka akan kembali ke Singapura esok harinya. Dave memanfaatkan waktu dengan makan malam romantis bertaburan bunga dan alunan musik pantai. Elina sangat menikmati suasana.


" Rasanya tidak ingin berakhir " Kata Dave.


" Kita masih punya jalan yang panjang didepan " Jawab Elina.


Rencana awal Elina akan melanjutkan pendidikannya hingga selesai, selama itu Dave dan Daffa akan mendampinginya disana. Edgard Gunadya akan ke Indonesia menjadi kepala rumah sakit swasta yang menjadi salah satu rujukan rumah sakit modern didunia.


Rumah sakit itu dikelola oleh yayasan milik Ibu Sekar dan tidak memilih siapapun pasien yang masuk disana, rakyat biasa dapat berobat dirumah sakit tersebut dan pengelolaannya diserahkan pada Edgard sepenuhnya. Jika Rumah sakit kebanyakan memberikan obat untuk menyembuhkan pasiennya, Rumah sakit Harapan ini sebaliknya.


Pasien akan mendapatkan obat jika memang harus mendapatkan, konsep rumah sakit ini menggabungkan pengobatan alternatif dan medis modern menjadi rumah sakit pertama dan satu-satunya diindonesia yang menerapkan konsep tersebut.


***


Daffa menyambut kedua orangtuanya dengan senyuman gembira, sekian lama tentu ia sangat merindukan keduanya.


Ia bahagia kini kedua orangtuanya telah lengkap tidak ada lagi yang membuatnya terancam.


Pada makan malam, Elina mengutarakan jika ia dan suaminya akan ke Harvard secepatnya. Elina ingin menyelesaikan spesialisnya secepatnya.


" Padahal kalian baru menikah, apa tidak kepikiran menambah cucu? Buatlah banyak, ibu dan ayah menunggunya " Kata Ibu Elina.

__ADS_1


Elina tersenyum, " Iya bu, kami tidak menunda untuk memiliki anak "


" Dua tahun tidak lama, bu! Kita akan bisa berkumpul dengan Elina jika mereka liburan ke sini " Kata Ayah Elina.


Ibu Elina merasa tidak rela berpisah dengan putrinya itu, rasanya baru sekejap mereka bersama hingga harus kembali terpisah membuat mata wanita paruh baya itu basah dengan sendirinya.


Rencananya Elina dan keluarga kecilnya akan berangkat dua hari lagi berhubung jadwal kuliah akan dimulai seminggu lagi, Elina ingin agar Daffa masih bisa memiliki waktu bersama dengannya lebih lama di sana. Harvard sendiri berada di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat dan merupakan universitas ternama didunia.


Dave akan mengurus Daffa selama Elina menjalani kuliahnya disana.


***


Dave dan Elina keluar untuk berjalan-jalan di luar sebagai pasangan untuk pertama kalinya. Daffa ikut serta, Bayi kecil itu nampak gembira melihat suasana ramai jalanan.


Elina menceritakan jika saat hamil Daffa dulu, profesinya adalah ojek online, Daffa hanya diam memperhatikan ramainya jalanan sambil mendengarkan cerita ibunya. Jauh dalam hatinya ia bangga pada ibunya karena mau memperjuangkan dirinya walaupun tanpa ayah kandungnya sekalipun.


Ketiganya singgah disebuah cafe kecil didekat sebuah kampus, kafe itu ramai dengan mahasiswa yang baru saja pulang kuliah. Daffa makin tertarik dengan celotehan orang disekitarnya. Ia meminum susu formula yang dibawa oleh ibunya. Elina termasuk ibu yang protektif tidak membiarkan sang putra makan sembarangan.


Dave memastikan suhu susu sesuai lalu memberikan beberapa biskuit bayi untuk cemilan anaknya.


Elina dan Dave memesan makanan dicafe itu sambil melanjutkan obrolan ringan mereka. Belum lama saling mengenal lalu menikah membuat keduanya merasakan pacaran setelah menikah.


" Daddy, Look!!! " Daffa menunjuk keluar kaca.


" Jangan berbahaya ! Mobil itu kemungkinan akan meledak dalam 3 menit " Kata Elina.


Daffa mengetuk kaca didepannya, " Disini tidak aman " Kata Daffa perlahan.


Elina mengangguk segera memeluk sang putra menjauhi kaca, lain halnya dengan Dave, nalurinya sebagai dokter membuatnya memeriksa kondisi orang yang menabrak mobilnya. Ia tadi sempat mendengar prediksi istrinya hingga ia segera mengeluarkan pengendara itu secepat yang ia bisa sambil menyuruh orang disekitar untuk menjauh.


Benar saja!


3 menit sesuai yang diperkirakan mobil tersebut meledak. Petugas pemadam kebakaran dan ambulance datang dengan sigap menolong korban. Dave ikut ke rumah sakit memberikan penanganan pertama pada korban yang ternyata seorang perempuan. Kebetulan rumah sakit tempatnya praktek dekat dari lokasi kecelakaan.


Begitu tiba di UGD seorang perawat mengenali wanita itu,


" Dia baru saja dari rumah sakit ini untuk memeriksakan kondisinya " Kata perawat itu.


" Siapa dokter yang menanganinya " Kata Dave.

__ADS_1


" Dia pasien dokter Irene " Jawab Perawat itu. Dave menyuruh perawat itu menghubungi dokter yang dimaksud.


Tidak berapa lama dokter Irene muncul, ia baru saja akan bersiap kembali.


" Ada apa Dokter Dave? " Tanya Dokter Irene.


Dave menjelaskan secara singkat mengenai pasien diUGD yang merupakan pasien dokter wanita tersebut. Dokter Irene mengangguk-angguk paham. Sementara ini pasien itu ditangani oleh dokter yang bertugas di UGD.


Dave mendapatkan informasi jika wanita yang menabrak mobilnya bernama Nyonya Silvia Wijaya asal Indonesia, ia datang ke Singapura dalam rangka program kehamilan. Dua bulan lalu ia dan sang suami datang untuk program bayi tabung, sayangnya gagal karena embrio tidak berkembang.


" Ini adalah kali ke tiga ia melakukan program bayi tabung " Kata Dokter Irene.


Dave menghela napas ikut sedih mendengar nasib wanita itu. Ia pulang ke rumahnya, Dokter Irene mengirimkan hasil rekam medis yang terkait Silvia.


" Apa kau terluka? " Tanya Elina langsung memeriksa suaminya yang pulang dengan Taxi.


Elina dan Daffa juga pulang menggunakan Taxi karena mobil mereka rusak ditabrak dari belakang dan ikut terbakar bersama mobil Silvia. Menurut analisa Elina jika Silvia berniat untuk bunuh diri. Daffa sudah tertidur dalam perjalanan kembali kerumah.


" Mungkin juga, ia memang sedang putus asa "Jawab Dave memberikan rekam medis yang ada diponselnya.


Elina meneliti laporan rekam medis itu, " Apa ada laporan USG nya? "


Dave memeriksa ponselnya dan memberikan kembali pada istrinya.


" Masih ada harapan, coba konsultasi dengan kak Edgard deh kalau menurutku ini bukan masalah dari wanitanya saja tapi suaminya juga, Lihat USG ini, kondisi rahimnya seperti ini apa tidak ada yang memperhatikan area ini? " Tanya Elina.


Dave melihat area yang ditunjuk Elina, ia heran dengan istrinya setahunya walaupun sedang dalam pendidikan spesialis dokter ( Elina memilih rekayasa genetika) istrinya ini tidak pernah sama sekali mempelajari hal ini, bagaimana bisa selancar ini melihat hasil USG.


Malam itu Dave langsung menelpon Edgarg menggunakan skype, tidak lupa Dave juga memberitahukan informasi yang dikatakan Elina. Edgard memperhatikan bagian yang ditunjuk oleh Elina tadi.


" Dia benar, Wanita itu masih ada harapan untuk memiliki anak, kau tau dia termasuk pasien yang kuhindari " Kata Edgard.


Dave bingung dengan perkataan kakak iparnya itu.


 


***


BERSAMBUNG

__ADS_1


 


 


__ADS_2