Embun Dari Langit

Embun Dari Langit
Sumpah Wanita Teraniaya


__ADS_3

***


Embun tidak dapat mengendalikan dirinya, ini merupakan pukulan yang sangat berat.


" Kenapa anda memberitahuku? " Tanya Embun.


Rasa percaya dan tidak terus saja memukul sanubarinya. Entah apa motivasi wanita didepannya membuka semua kebohongan keluarga Bumiwardoyo padanya.


" Tentu aku punya tujuan kenapa memberitahumu nona! Aku benci keluarga itu dan kurasa kau adalah penghalangku untuk menghancurkan keluarga itu! " Kata Ibu Sekar.


Wanita cantik itu juga memberitahukan masa lalu Anggun hingga bukti video Asli yang diubah menjadi Embun, lalu kenyataan jika Embun akan menjadi persiapan donor organ untuk Anggun serta semua kenyataan yang beberapa diantaranya sudah diketahui Embun.


" Kau harus meninggalkan keluarga itu, selama kau masih disana maka kau yang akan menjadi kambing hitam... bisakah kau membantuku? tidurku tidak akan nyenyak selama aku belum membalaskan dendam putraku" Kata Ibu Sekar.


Embun tidak tahu harus berkata apa, gadis itu syok memikirkan pengorbanannya untuk saudara-saudaranya sia-sia. Entah ada dimana mereka sekarang. Airmata terus saja mengalir dari matanya.


" Baiklah" Embun lalu melangkah pergi.


Embun menatap kebelakang melihat kafe yang tengah ramai pengunjung itu, terbayang betapa bahagianya jika kafe itu menjadi panti asuhan dimana ia tinggal bersama saudara-saudaranya. Tidak terkatakan sakit hatinya mengetahui jika kerje kerasnya selama ini mengirimkan uang malah menjadi uang jajan Anggun.


Tidak ada lagi yang harus ia pertahankan, Embun segera pulang ke rumah dengan penuh kemarahan. Emosi menguasai pikirannya membuat gadis itu tidak lagi berpikir jernih.


Sesampainya disana Anggun telah menunggu sambil berpangku tangan, Ia sedang kesal dan mencari pelampiasan kekesalannya itu.


" Darimana saja kau? " Tanya Anggun angkuh.


Embun menatap Anggun dengan tatapan ganas. Anggun tidak tahu permasalahan yang sebenarnya langsung kesal dan mendatangi kakak angkatnya itu.


PLAK!


Sebuah tamparan langsung dihadiahkan ke pipi Embun.


" Apa maksud tatapanmu itu? Tidak suka? " Tanya Anggun.


Kali ini Embun tidak lagi diam, Tidak ada lagi alasannya untuk diam. Ia balas balik menampar Anggun dengan sekuat tenaganya.


PLAK!


Sekali Lagi


PLAK!


Sekali Lagi


PLAK! PLAK!

__ADS_1


Beberapa tamparan balasan mengagetkan Anggun, ia tidak menyangka akan mendapatkan balasan seperti itu. Hari ini ia sedang kesal karena seharian Nathan mematikan ponselnya malah ditampar berulangkali oleh Embun.


" Kalian benar-benar manusia berhati iblis! teganya kalian bahagia diatas penderitaan saudara-saudaraku! " Marah Embun.


 


Anggun langsung menerjang Embun menarik rambutnya, namun Embun berhasil melepaskan dirinya ia sudah terbiasa hidup keras diluar tentu dengan kemampuan bela diri yang mumpuni. Tidak lama Anggun terkapar dilantai berpura-pura pingsan.


Embun bermaksud meninggalkan adiknya berbalik ke arah dapur, sayangnya ia lengah hingga Anggun hingga sebuah Vas besar datang menghantamnya dari belakang.


PRANG!


Rasa sakit langsung menjalar dari arah bagian tubuh yang terkena vas besar tersebut. Embun tidak dapat mempertahankan kesadarannya langsung menghantam bumi. Darah keluar dari kepala bagian belakangnya. Anggun panik, para pelayan berdatangan terkejut melihat Anggun dan Embun.


" APA LIHAT-LIHAT! Cepat bawa dia ke mobil !! " Bentak Anggun.


Para pelayan berkerumum, mereka bahu membahu membawa tubuh Embun ke mobil.


" Astaga bagaimana dengan bayinya? lihat nona Embun pendarahan ! " Jerit salah satu pelayan.


Anggun kebetulan mendengarnya, " Apa kalian bilang? Bayi? "


" Nona... Tolonglah, kasihan Nona Embun! Bawalah ke rumah sakit " Pinta Bi Lusi.


Nina nama pelayan yang ikut dalam mobil menceritakan perihal Nathan dan Embun sebelum Anggun menikah.


" Jadi ini anak Kak Nathan? Tidak! Kak Nathan tidak boleh tahu " Jerit hati Anggun.


Ia menghentikan mobil ditengah jalan dan meminta Nina untuk kembali mengambil pakaian Embun sementara ia akan melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.


" Turun dan balik ke rumah! Jangan lama-lama ! Aku tidak ingin kau membuatku menunggu lama dirumah sakit! "


Nina mengangguk paham, ia turun dan langsung memanggil taxi. Embun masih tidak sadarkan diri dibangku belakang.


Setelah tinggal berdua, Anggun memacu mobilnya sekencang yang ia bisa dan masuk Tol. Dalam perjalanan banyak ha yang dipikirkan Anggun, Ia tidak sudi membawa Embun ke rumah sakit namun ia juga tidak tahu apa yang harus dilakukannya.


Secara tiba-tiba terlintas ide untuk membuang Embun dijalanan.


" Yah sebaiknya kubuang saja dia...siapa tahu tanpa pertolongan medis dia akan meninggal kehabisan darah! " Kata Anggun dalam hatinya.


(Mohon jangan ditiru ya pembaca!)


Mobil Anggun terus saja melaju hingga setengah jam kemudian ia menemukan lokasi yang pas. Dengan susah payah ia mengeluarkan Embun dan meletakannya begitu saja dijalanan. Berharap pengedara mobil tidak melihat Embun langsung melindasnya.


Anggun memang jahat namun ini kali pertama ia melakukan hingga sejauh ini, Wajah pucatnya tidak dapat disembunyikannya lagi. Wanita itu meninggalkan Embun tengah pingsan terkapar dijalanan dalam kondisi tidak sadar dan pendarahan.

__ADS_1


***


Tidak lama berselang, kesadaran Embun kembali.


Rasa sakit yang menderanya membuat kesadarannya hilang timbul, samar ia melihat banyak kenderaan yang lewat namun tidak kuasa untuk memanggilnya. Seluruh tubuhnya terasa dingin dan menggigil.


" Tuhan beginikah akhir hidupku? Bagaimana aku bisa bertemu dengan saudara-saudara ku? Tuhan kumohon ! Jika memang harus disini ujung penderitaanku dengarkanlah permintaanku untuk menghukum Mereka yang telah menganiayaku" Kata Embun terisak.


Kesadarannya semakin tenggelam, ia tidak mampu lagi menahan hawa dingin. Entah sudah berapa jam ia terkapar dijalanan ini.


Penglihatannya yang terakhir adalah sebuah cahaya terang yang berhenti didepannya.


" Kamu tidak apa-apa kan? " Tanya seseorang.


Sayangnya Embun sudah tidak merespon lagi. Ia kehilangan kesadarannya total. Gadis itu ditemukan oleh seorang pria yang mengedarai sebuah mobil mewah. Alangkah terkejutnya ia saat melihat wajah Embun.


" Evaline? Ya Tuhan kenapa wajahnya mirip Evaline? "


Pemuda itu panik lalu membawa Embun ke rumah sakit terdekat. Ia menelpon seorang kawannya untuk datang.


" Bro! kau harus ke rumah sakit XXX , Penting! " Kata Pemuda itu lalu menutup teleponya.


Embun mengalami pendarahan dan tidak sadar. Teman yang ditelepon pemuda tadi datang menggunakan helikopter yang mendarat diatas  rumah sakit. Ia panik mengira temannya mengalami kecelakaan.


" Dave? Oh Tuhan! Kau baik-baik saja kan? " Tanya Temannya.


" I am Okey kawan tapi lihatlah itu! " Jawab Pemuda yang bernama Dave (Penolong Embun)


Teman Dave menganga melihat Embun, Ia melihat sosok itu dengan rasa haru.


" Tidak mungkin Evaline? Tapi dia... Jangan-jangan "


Teman Dave itu adalah kakak dari Evaline, wanita yang dikatakan mirip dengan Embun. Namanya adalah Edgard Gunadya.


" Kondisinya koma dan dokter mengatakan ia sedang hamil " Kata Dave.


" Aku akan membawanya ke rumah sakit kami, segera siapkan prosedurnya"


Edgard turun tangan. Ia mengurus semua prosedur dirumah sakit lalu keesokan harinya menerbangan Embun ke Singapura tempat rumah sakitnya berada.


***


BERSAMBUNG


Episode berikut mungkin akan sedikit penjelasan mengenai masa lalu Embun. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca :)

__ADS_1


__ADS_2