
***
FlashBack On
Dave memberitahu Edgard jika Kiara diculik oleh wanita yang terobsesi padanya. Edgard marah besar apalagi Kiara belum bisa ditemukan dalam 24 jam. Secara kebetulan Edgard mendapatkan Telepon dari sepupunya, Liona.
Liona Webb Gunadya, sepupu Elina dari pihak ayahnya, Ibu kandung Liona merupakan adik ayah Elina sehingga ia tidak meneruskan nama Gunadya namun kecerdasannya memang keturunan Gunadya. Julukan Liona adalah Webb, dalam bahasa kuno adalah menenun. Bukan menenun biasa, Liona mampu menenun ingatan seseorang dan bisa memutarbalikan ingatan dengan mudah.
Edgard teringat Liona yang kebetulan bertandang ke Jakarta untuk mengantarkan undangan pernikahannya. Liona bersedia membantu dengan senang hati. Elina hanya menyetujui saja asal Tatia bisa kembali waras. Orang awam akan menganggap Liona sebagai dokter yang berhubungan dengan kejiwaan seseorang namun kemampuan Liona lebih dari itu, Wanita muda itu mampu membuat pasien secara permanen mempercayai apa yang disugestikan padanya dalam satu kali terapi.
Tidak heran jika Liona menjadi dokter Jiwa yang banyak diundang dalam menghadiri seminar seminar internasioal berkat tangan dinginnya itu, namun Liona tidak seratus persen membagi ilmunya. Ia tentu memiliki pertimbangan tersendiri untuk memilih murid.
(Visual Liona, digambarkan mewarisi mata biru dan berambut pirang. Keturunan Bule dari ayahnya berbeda dengan Elina yang lebih mewarisi Ras Asia )
Flashback Off
Kiara menjalani pemeriksaan dan dibawa kembali ke rumah, peristiwa penculikan Tatia telah menyebar diseluruh rumah sakit. Tidak ada satupun yang melewatkan berita apapun termasuk pemeriksaan Kiara. Banyak yang tidak menyangka dengan kegilaan Tatia.
Paman Tatia mendapat teguran keras dari komisaris rumah sakit akibat masalah ini.
Elina lega melihat putrinya kembali dengan selamat, Daffa juga tidak mau meninggalkan adiknya. Ia merasakan kehilangan adiknya dalam diam. Setelah adiknya kembali, ia memasangkan sebuah gelang GPS untuk adik tersayangnya.
" Jangan hilang lagi ya dek, kakak cemas sekali" Katanya mencium pipi adiknya.
Daffa tidak pergi kesekolah hari itu, ia menunggu kedatangan tante Lionanya. Ada beberapa hal yang harus dikonsultasikannya. Prof Andi juga telah kembali ke kediamannya namun lelaki itu meminta izin untuk sedikit mengelus pipi Kiara.
***
Tatia kini berhadapan dengan Liona. Keduanya saling tatap dengan pikiran masing-masing. Secara naluri Tatia merasa waspada dengan kehadiran dokter didepannya, bagaimanapun sekarang dirinya sedang berada dirumah sakit jiwa, kemungkinan besar orang didepannya adalah dokter Jiwa.
" Aku Liona, tidak baik jika kita memulai sesi terapi kita tanpa perkenalan dulu " Kata Liona tersenyum ringan.
__ADS_1
" Apa maumu? " Tanya Tatia.
" Menyembuhkanmu" Liona menjawab dengan cepat.
Ia membaca hasil pemeriksaan Tatia dan tentu saja gadis ini memperhatikan bisikan dari Daffa tadi. Sang keponakan tidak rela jika Tatia tidak menerima hukumannya.
Sejam kemudian Dokter Liona keluar dari ruangan, ia tersenyum manis menyapa perawat yang lewat. Tatia sudah melalui tes dan hasilnya Tatia sudah bisa kembali ke rumahnya dalam 3 hari. Semua terheran-heran padahal hasil tes Psikis Tatia telah mengarah ke obsesi yang mengakibatkan delusi pikiran.
Reputasi Dokter Liona hanya dokter yang pernah menghadiri seminar internasionalnya yang bisa menggambarkannya. Banyak dokter jiwa yang menonton tutorialnya lewat youtube.
Tatia kembali dari rumah sakit, ia tidak melupakan hal yang terjadi, Dokter Liona hanya mengembalikan kewarasannya dan menghilangkan obsesinya pada Dave. Tatia banyak merenung dalam kamar, ia baru saja mengingat jika ia telah melahirkan seorang putra yang tidak pernah disentuhnya.
Wanita itu meraih telepon dan menghubungi Arga.
" Arga" Sapanya tidak tahu harus memulai kalimat apa dengan Arga.
" Apa maumu?" Tanya Arga dengan dinginnya.
" Arga ... aku ingin melihat putraku" Kata Tatia dengan suara tercekat. Ia tidak tahu bagaimana harus menggambarkan ekpresinya saat ini. Kemungkinan putranya sekarang telah memasuki usia 2 bulan.
" Arya baik-baik saja tanpamu, jangan pernah menghubungiku lagi! Dan jangan pernah mencari anakku" Kata Arga dengan marah.
" Tidak! Maaf anakku telah mempunyai ibu yang sangat menyayanginya" Seru Arga
TUT! sambungan telepon langsung terputus. Air mata Tatia turun dengan Deras. Penyesalannya terlambat.
Tatia mencoba mencari tahu lewat akun sosial medianya namun wanita itu telah diblokir. Tatia tidak bisa melihat apapun. Satu-satunya yang bisa dilihatnya hanya profil facebook milik Arga yang menampilkan foto Arga bersama seorang wanita berhijab syar'i sedang menggendong seorang bayi lelaki. Ketiganya tengah tersenyum bahagia.
" Apakah sudah terlambat? " Keluh Tatia.
Tidak ada yang menggambarkan rasa yang dirasakan Tatia. Sejak Obsesinya pada Dave hilang, Tatia baru melihat keluarganya dan hasil tindakan yang telah dilakukannya.
Bagaimana gigihnya Arga mengejarnya dan meyakinkannya agar bisa hidup bersama dengannya. Sayang Arga telah menikah dan anaknya telah mendapatkan sesosok ibu.
Tatia menangis nelangsa tidak pernah melihat putranya secara langsung.
__ADS_1
***
Makan malam keluarga Mathews terlihat semarak. Kiara tertidur, badanya demam dan telah mendapatkan obat dari Elina.
" Terima kasih Bibi Liona atas kedatanganya " Kata Daffa.
" Sama-sama anak manis, Bibi senang bisa membantu" Jawab Liona tersenyum seperti biasa.
Percakapan ringan terjadi dalam ruangan makan itu. Elina menatap ponselnya mendapatkan pesan dari prof Andi. Keningnya berkerut melihat Prof Andi mengirimkan gambar buket bunga untuk Kiara dan menyemangati Kiara agar segera sembuh.
Dave menengok, walaupun ia tidak mengenal prof Andi namun ia tidak menyangka prof Andi akan sepeduli itu pada Kiara. Lain halnya dengan Liona, Gadis itu membaca ungkapan pesan tersembunyi dari pesan yang disampaikan prof Andi.
" Wah Prof itu jatuh cinta pada Kiara kita, tapi kalau kulihat ini bukan kecintaan seperti pedofil pada anak( Suka terhadap anak-anak sebagai objeknya) " Jawab Liona.
BYUR! UHUG! UHUG!
Dave terkejut dan tersedak makanan. Elina juga tidak kalah kaget.
" Bagaimana bisa? Apa yang dia pikirkan? Bagaimana mungkin ia jatuh cinta pada bayi? Hei, aku tidak ingin memiliki menantu yang usianya nyaris 2 kali dari usiaku, jangan sembarangan! " Dave meminum air kembali untuk menenangkan tenggorokannya.
Liona tertawa melihat reaksi protektif Dave. " Kau lihat saja nanti! Tebakanku tidak pernah salah, lagipula prof Andi itu prof misterius yang menjadi partner penelitian Elina kan? "
Elina dan Dave saling menatap, Takut memikirkan kedepannya mengenai Kiara.
"Aku masih ingin menggendong anakku, siapapun tidak ada yang boleh merecokinya dengan sesuatu yang belum masanya" Kata Dave.
Liona tertawa saja, " Lihat saja nanti deh! " Kata Gadis itu.
" Temui pria itu dan hapus ingatanya mengenai Kiara! AKu tidak ingin menghadapi serangan Obsesi sesi dua, Please " Kata Dave.
" Hehehe baiklah, kapan aku bisa diantar kesana tapi aku tidak janji loh! Aku belum pernah berhadapan dengan Andi " Kata Liona.
Dave mengangguk dengan semangat. Elina tidak tahu apa yang harus dijawabnya.
__ADS_1
***
BERSAMBUNG