
Cerita ini di-update saat Naya tengah antri didokter 😊 sambil nunggu dokternya datang teringat belum update.
Kalian selalu menjadi yang dirindukan saat mengetik cerita ini. Makasih atas dukungannya
salam hangat
Nayaka
***
Anggun menangis, Nathan menatap tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan.
" Anda yakin dengan hasilnya? " Tanya Nathan.
Dokter tahu jika pria dihadapannya itu meragukan perkataannya yang mengatakan jika janin yang dikandung oleh Anggun adalah anaknya.
" Hasil akan tetap sama walaupun diulang puluhan kali, Janin yang dikandung istri anda memiliki tingkat kecocokan hingga 99% dengan anda" Jawab Dokter dengan tenang.
Nathan menatap Anggun yang juga tengah menatapnya penuh harapan. Harapan seorang istri yang menginginkan suaminya untuk kembali padanya.
Melewati banyak kesulitan belakangan ini membuat Anggun banyak merenung, kesalahan-kesalahan dimasa lalu terus saja membayanginya. Nathan kembali ke rumah mertuanya dan sepakat untuk merawat Anggun.
Kesehatan Anggun mulai pulih seiring bertambahnya usia kehamilannya, jika Embun melewati masa kehamilannya dalam koma, Anggun melewatinya dengan banyak rintangan. Rasa mual dan muntah tidak juga berhenti bahkan usia kandungannya masuk tri semester ke tiga.
Anggun dibawa kontrol dokter penuh, Nathan kadang iba tetapi seketika langsung melupakan ibanya jika sang istri menyentuhnya.
Keduanya mencoba berdamai walaupun terpaan berita mengenai Anggun tidak juga berhenti. Ibu Ningsih menjauhkan semua pemberitaan dalam rumahnya. Tidak ada televisi, tidak ada satupun akses yang bisa membuat Anggun mendengar berita mengenai dirinya.
Pak Wijaya sebisa mungin bersama Raka untuk meredam semua berita, sayangnya Ibu Sekar telah menyiapkan semuanya sejak awal. Nathan naik pitam saat mengetahui jika Anggun adalah tokoh utama video yang membuat ia memperkosa Embun.
" Apalagi yang kau lakukan pada Embun? Aku tidak menyangka sekotor ini hatimu" Marah Nathan
Anggun melihat suaminya datang dengan kemarahan, wanita itu telah terbiasa. Asal setiap hari melihat sang suami ia merasa sudah sangat lega.
" Apa maksud kakak? " Tanya Anggun dengan lemah.
" Entah wanita seperti yang kunikahi, sungguh menyesal rasanya tidak mempercayai Embun "
Nathan terlihat lebih kesal melihat Anggun yang selalu terlihat kasihan, Dia selalu menahan diri karena istrinya itu sedang mengandung anaknya. Bisa jadi itu akan menjadi anak terakhirnya.
Kecelakaan tempo hari telah membuatnya divonis tidak akan memiliki anak. Ia bersyukur Tuhan masih memberinya anak hanya saja ia mengeluh mengapa harus dari Anggun.
Wanita muda itu hanya bisa diam menelan makian sang suami dengan sabar. Kini Anggun tidak semanja dan kekanak-kanakan seperti sebelum hamil dulu. Banyak perubahan yang terjadi semenjak cobaan menderanya. Tadinya ia menyalahkan Embun atas penderitaannya.
Wajah sang nenek juga terus membayanginya, ia sangat menyesal telah melanggar permintaan sang nenek padahal semua yang dilakukan wanita tua itu untuk kebaikannya.
__ADS_1
Kandungannya telah memasuki usia 7 bulan, Anggun tidak mampu lagi menopang tubuhnya. Ia selalu kesakitan semakin ringkih dan pucat. Wanita muda itu telah lelah secara fisik dan bathin hanya bisa pasrah. Anggun hanya bisa duduk dikursi roda dalam aktivitas sehari-harinya.
Nathan semakin dekat dengan Nikita, keduanya terlibat curhat dari hati ke hati. Nathan merasa kasihan dengan kehidupan Niki dan Raka yang keras, tidak seperti Anggun yang bahagia sejak kecil.
Nathan semakin antipati dengan Anggun dan mertuanya, Ia hanya akan ada jika dokter tengah memeriksa anaknya.
" Kak, Bisakah kak Nathan mendampingiku saat operasi nanti? " Tanya Anggun saat Nathan disampingnya.
Nathan menatapnya dengan kening terangkat satu.
" Anggun mohon please, Anggun ingin Kak Nathan yang melihat putri kita nanti" Kata Anggun.
Nathan nyaris saja terharu namun menolak mengakui perasaannya.
" Tidak! Apa kau mau aku pingsan didalam ruang operasi? Kau ingin aku ditertawakan oleh dokter dan suster? " Nathan menolak.
" Baiklah, tapi bisakah kak Nathan berada disisiku selama masa penyembuhanku " Tanya Anggun.
" Iyaah" Jawab Nathan ketus.
Ibu Ningsih melihat tingkah menantunya jadi menyesal mengapa memaksakan pernikahan putrinya dengan lelaki temperamen didepannya itu.
Sayang nasi sudah menjadi bubur, Anggun sekarang merasakan penderitaan dalam pernikahannya.
Dokter menjadwalkan Anggun untuk operasi pada minggu ke-36 kehamilannya dan itu akan dilaksanakan 2 minggu ke depan.
***
" Ini " Kata Niki datang membawa sebuah bungkusan kado.
" Apa ini? " Tanya Nathan.
" Hadiah untuk calon putrimu, Boss! Aku akan jadi bibinya sebentar lagi " Kata Niki dengan ceria seperti biasanya.
Nathan berdiri, ia ingat jika belum punya sesuatu apapun untuk putrinya.
"Kemana Boss?" Tanya Niki heran.
" Ikut aku" Kata Nathan.
Mereka pergi ke sebuah toko perlengkapan bayi terbesar dikota itu. Nathan kebingungan dengan banyaknya pilihan yang ada.
Matanya tertuju pada sebuah boneka beruang besar disudut ruangan.
__ADS_1
Nikita menertawainya habis-habisan begitu bosnya memutuskan untuk membeli boneka itu namun papa muda itu tidak bergeming.
" Bayi kecil belum butuh boneka, Boss" Tawa Niki.
" Ini bisa jadi penghias kamar bayinya " Jawab Nathan.
Anggun akan dioperasi besok jam 10 Pagi. Wanita itu telah dirumah sakit sejak sore harinya sebelumnya. Nathan datang tepat sesaat sebelum Anggun masuk ke ruang operasi.
Lelaki itu menyempatkan diri untuk membelai perut istrinya dan tersenyum menguatkan. Bagaimanapun ini adalah moment kelahiran anaknya kedunia.
Proses operasi Caesar memang tidak berlangsung lama, tidak lama terdengar tangisan keras bayi dari dalam langsung memancing perhatian seluruh orang yang menunggui Anggun.
" Selamat, kita telah menjadi nenek !" Kata Ibu Ningsih dengan gembira berpelukan dengan besannya.
Ibu Widya ikut hanyut dalam suasana haru. Sang bayi dibawa ke luar langsung mendapatkan perawatan di NICU bayi, Betapa bahagianya Nathan mengikuti bayinya hingga ke NICU.
Setengah jam kemudian Anggun dilarikan ke UGD mendapatkan perawatan intensif. Dalam sehari ia harus dioperasi dua kali, Ternyata Rahimnya menunjukkan gejala komplikasi sehingga harus diangkat agar tidak membahayakan keselamatannya.
Anggun dibius total dan menjalani operasi ke dua kalinya.
Nathan sepertinya tidak peduli dengan kondisi istrinya, ia malah menelpon Nikita dan memberitahukan jika ia sekarang sudah memiliki seorang putri yang lucu.
" Selamat ya Boss!" Jawab Nikita terdengar gembira.
Ia menyuruh Nikita datang dan mendampinginya untuk mengurus keperluan putrinya selama dirawat. Ibu Ningsih menatap tidak suka dengan kemunculan putri tirinya namun tidak bisa berbuat apapun. wanita paruh baya itu harus memikirkan putrinya yang terbaring tidak sadar diruangan intensif.
***
" Sudah ada namanya Boss? " Tanya Nikita.
Gadis muda ini datang begitu disuruh bosnya.
" Nathasa Wijaya " jawab Nathan dengan bangganya.
Wajah putrinya begitu mirip dengan parasnya.
" Nathan...Nathasa.. " Kata Nikita mengeja nama-nama itu.
" Nathan... Nathasa... Nikita ... alangkah bagusnya seperti itu" kata Nathan mantap.
Nikita menatap tanpa berkedip ke arah bossnya.
" Apa?"
***
__ADS_1
BERSAMBUNG