Embun Dari Langit

Embun Dari Langit
Mencari Daffa


__ADS_3

***


Mohon maaf buat pembaca sekalian jika belakangan ini Nayya jarang Up, hal ini disebabkan masalah kesehatan. Kehamilan yang sekarang benar-benar harus extra hati-hati berbeda dengan kehamilan yang kemarin. Alhamdulillah kemarin hasil USG mengatakan jika anak Nayya kali ini Kembar 😊, jadi double ngidam dan sering tumbang.


sekarang sudah masuk bulan ke 3, ngidam semakin parah untuk menulis ataupun mengetik nyaris susah 🤧🤧


Sekian curhat sebelum masuk ke novel ini 🙏🙏🙏 harap pembaca tetap sabar dan masih selalu setia pada novel ini.


***


Entah mengapa Elina tidak merasa tenang walaupun sudah menelpon suaminya, ada sesuatu dalam hatinya yang mengatakan jika foto yang baru saja dikirim Anggun bukanlah ancaman kosong.


Tidak lama Edgard datang, Dave menghindari istrinya. Dengan alasan Daffa minta kembali ke rumah untuk mandi.


" Daffa baik-baik saja kan?" Tanya Elina.


" Iya, mana keponakanku? tidak sabar ingin menggendongnya" Kata Edgard mengalihkan pembicaraan.


" Aku minta kakak bersumpah jika anakku baik-baik saja dan tidak sedang diculik Anggun?" Tanya Elina to the point.


Edgard terpaku, Ia menatap adiknya sekarang didepannya Elina memperlihatkan foto Daffa sedang tertidur disuatu tempat. Edgard tidak bisa mengelak lagi.


" Maaf" hanya itu kata yang bisa keluar dari mulut Edgard.


Elina meneteskan air matanya.


" Tapi jangan khawatir Daffa akan ketemu, ada tim yang sedang menuju lokasi tempat GPS Daffa ditemukan " kata Edgard.


Elina mengetahui jika tubuh anaknya dipasang GPS sayangnya rasa khawatir telah merasuk dalam hatinya. Ia pernah menjadi korban Anggun dan keluarganya sekarang putranya akan mengalami hal yang sama sepertinya.


" Cepat temukan Anakku, Anggun akan mengambil hatinya untuk menolong putrinya!"


Edgard pamit, segera menemui Dave. Suami Elina sendiri tengah menuju suatu lokasi.


" Posisi Daffa selalu berpindah, ini aneh!" kata pengawal.


" Sial! mereka sangat licin, bagaimana mereka bisa membawa Daffa berpindah tempat sedangkan Nathasa membutuhkan donor itu secepatnya" Keluh Edgard yang telah bergabung dengan Dave.


" Bagaimana dengan jalan ke bandara?" Tanya Dave.


" Tidak mungkin, saat sehat saja anak itu tidak diperbolehkan naik pesawat apalagi sedang kritis seperti ini!" Bantah Edgard.


" Apapun itu kita harus segera menemukan Daffa sebelum mereka tahu jika tubuh Daffa dipasangi GPS, menurut laporan dari tim kita jika semua GPS luar yang terpasang pada tubuh Daffa sudah dinon aktifkan satu per satu" Tegas Dave.

__ADS_1


Kedua pria itu terdiam di perempatan saat tengah lampu merah. Sebuah mobil ambulance lewat dan membuat keduanya tersadar akan sesuatu yang telah mereka lewatkan.


Dave menelpon Tim pencari Daffa segera.


" Kemungkinan Daffa berada dalam mobil, periksa mobil yang lalu lalang dijalan saat lokasi Daffa terdeteksi" Kata Dave.


" Baik" Jawab kepala tim.


Hari ini Daffa terdeteksi di sepuluh lokasi, tim IT bekerja keras mencari semua kemungkinan yang telah mereka lewatkan.


Hingga sejam kemudian mereka berdasarkan filter yang dilakukan didapat sebuah mobil pengantar paket yang lalu lalang di 10 lokasi tersebut.


" Dapat! Kemungkinan Daffa ada dimobil tersebut" Kata Edgard.


Macetnya Jakarta menambah kesulitan tersendiri. Ibu Sekar juga turun tangan mengirimkan orang terbaiknya dalam pencarian tetapi ia memilih mencari keberadaan Anggun dan anaknya.


***


" Lapor, polisi dimana mana melakukan razia, akan semakin sulit untuk melakukan perpindahan" Kata seorang pria pada Anggun.


Wanita itu tampak gusar, Daffa tidak berada bersamanya. Sengaja ia memisahkan diri dari Daffa demi keamanan. Ia tidak bisa menganggap enteng setiap peluang. Rencananya Anggun akan membawa Nathasa ke sebuah kapal dan melakukan operasi ditengah laut.


Mobil terbagi dua, Daffa diantar dengan mobil paket agar tidak menyolok dan Nathasa akan dibawa dengan mobil konteiner yang didalamnya dilengkapi oleh peralatan medis lengkap. Tidak ada yang mengira jika keberadaan Daffa selalu terdeteksi bahkan setelah semua benda dibuang dari tubuhnya dan Daffa telah berganti baju.


" Segera menuju dermaga" Suruh Anggun.


Mobil yang membawa Nathasa juga hampir sampai di dermaga.


***


Ketua Tim pencari Daffa datang membawa peta Jakarta secara lengkap, ia menunjuk lokasi Daffa terdeteksi dan kemungkinan mobil berhenti.


" Mereka akan menuju dermaga, kemungkinan terbesar ada disana" Kata Ketua Tim dengan mantap.


" Jadi? mereka akan mengoperasi Nathasa ditengah laut? Ternyata mereka pintar juga, ayo menuju sana! jangan buang-buang waktu lagi" Kata Edgard.


" Tim telah berjaga disekitar dermaga namun belum ada tanda kemunculan, nampaknya mereka sangat berhati-hati" Jawab Ketua Tim.


" Mereka naik kapal yang mana?" Tanya Dave.


Ketua Tim menyebutkan dua buah kapal yang menjadi kecurigaan terbesar mereka. Dua kapal itu milik seorang boss besar yang namanya berpengaruh didunia maffia.


Dave geram, Anggun telah mendapatkan bantuan besar rupanya. Ia menelpon seseorang sahabatnya dan berbicara dalam bahasa Rusia, inti dari pembicaraan itu adalah menghabisi boss besar yang tengah melindungi Anggun.

__ADS_1


" Tenang saja kawan, malam ini kupastikan kabar baiknya untukmu" Kata Sahabat Dave itu.


" Terimakasih kawan!" Jawab Dave memutuskan pembicaraan.


Dave sangat gusar, lebih gelisah lagi saat mengetahui jika Daffa masih belum ditemukan dan Elina telah mengetahui jika Daffa diculik Anggun. Saking fokusnya dengan masalah ini, Dave bahkan belum sempat menggendong putrinya.


" Daddy cari kakakmu dulu, sabar ya" Kata Dave dalam hatinya.


Mobil Dave telah siaga di dermaga, suasana semakin sore. Tegang bercampur cemas menyelimuti Dave dan Edgard. Dave mendapatkan kiriman foto jika boss besar yang dimaksud telah dibunuh oleh Sahabat Dave. Tidak heran karena sahabat Dave itu adalah seorang pembunuh bayaran.


" Apa ada lagi?" Tanya sahabat Dave itu


" Aku tengah mencari anakku yang diculik anak buah boss besar itu" Kata Dave.


" Kau bisa mengandalkanku kawan" Jawab sahabat Dave


" Thanks Aron"


" Ini tidak sebanding dengan yang kau lakukan padaku Bro! tenang saja, keponakan akan segera ditemukan" Jawab Aron singkat.


Dave dulu pernah menolong Aron, disaat Aron tengah dalam misi (Membunuh maksudnya). Aron pernah mendapatkan misi Membunuh Dave dari lawan bisnis Dave. pada saat itu Dave tengah terburu-buru untuk mengoperasi seorang anak, Dave meminta waktu untuk mengoperasi anak itu dan membiarkan Aron melakukan tugasnya setelahnya. Siapa sangka saat melihat siapa yang akan dioperasi Dave membuat Aron berubah pikiran.


Anak yang akan dioperasi Dave adalah adik kandungnya Aron, Dave mengetahui hal itu tetap mengoperasi dengan tenang dan menemui Aron sesudahnya. Aron membatalkan misi dan berbalik membunuh lawan Dave. Adik Aron sekarang telah menjadi seorang remaja SMU yang bercita-cita untuk menjadi dokter hebat seperti Dave.


***


Dilain tempat.


Situasi semakin genting, ada laporan masuk jika boss besar telah terbunuh oleh orang misterius.


" Belum bisa dipastikan dalangnya, pembunuhnya profesional " kata anak buah.


Hal ini membuat Anggun panik, Tim dokter telah siap dalam mobil konteiner yang memuat Nathasa.


" Batalkan ke dermaga, kemungkinan mereka telah menunggu kita disana, suruh mobil yang membawa anak itu mendekati kita" Perintah Anggun


" Apa yang akan kita lakukan?"


" Kita akan melakukan operasi sambil jalan" Jawab Anggun.


Semua orang yang ada ditempat itu menatap ngeri, ada ide yang lebih gila dari perempuan didepan mereka itu?


****

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2