Embun Dari Langit

Embun Dari Langit
Trik Daffa


__ADS_3

***


Mobil parkir didepan garasi, Budi tadi sudah diturunkan didepan rumahnya. Anak itu berulang kali mengucapkan terimakasih pada Daffa dan ayahnya.


" Ada tamu?" Tanya Dave melihat sebuah motor terpakir rapi disamping halaman.


Pak Rumbun mengangguk dan mengatakan jika ada seorang tamu perempuan datang mencari Dave. Daffa langsung masuk melihat.


Elina sambil menggendong Kiara sedang menyambut Tatia yang bertamu ke rumah Mereka.


" Hai Mom " Sapa Daffa langsung mencium ibu dan adiknya.


Dave juga melakukan hal yang sama, keningnya terangkat satu saat melihat Tatia dan rantangannya.


" Kenapa ke sini?" Tanya Dave tanpa basa basi.


" Eh saya ingin silaturahmi aja ke rumah Dokter " Kata Tatia agak canggung.


Gadis itu melihat tatapan permusuhan dari Daffa. Elina menyuruh Sanja untuk menyalin rantangan makanan itu didapur.


" Kita tidak pernah kekurangan makanan mom! Untuk apa dibawakan makanan? seolah kita tidak selalu makan setiap hari " Kata Daffa dengan suara tidak senang.


Tatia tersenyum canggung, Elina malah membelai kepala anaknya. Daffa sejak kecil tinggal diluar negeri, ia tidak tahu jika Diindonesia ada beberapa daerah mempunyai adat membawa buah tangan atau makanan jika berkunjung ke rumah seseorang. Elina menjelaskan secara singkat hingga Daffa mengangguk mengerti.


" Tapi dia bukan kerabat kita? Untuk apa membawakan makanan" Daffa masih saja protes.


Dave juga baru mengetahui adat yang seperti itu. Memang juga dulu saat sekolah ia pernah memiliki teman yang selalu membawa buah tangan (coklat dan manisan) jika berkunjung padanya. Pria itu baru tahu jika Diindonesia kebanyakan akan membawakan makanan.


" Maaf jika adik kurang berkenan, lain kali kakak akan membawa yang lain " Kata Tatia.


Gadis itu mengeluarkan senyum termanisnya berharap bisa membujuk anak kecil didepannya.


" Tidak ada lain kali, jangan datang ke sini lagi apalagi kalau tidak punya tujuan " Kata Daffa melotot.


Elina dan Dave menggelengkan kepala mereka. Daffa memang pemarah jika ada wanita asing ke rumah.


Tatia merasa tidak enak lalu pamit pulang setelah berbasa basi sejenak.


" Dia keponakan direktur, dokter residen dibawah bimbinganku " Kata Dave.


" Cantik juga tapi harus disadarkan jika pak dokter ini sudah ada yang punya " Kata Elina mencubit pelan pinggang suaminya.


Dave tertawa tidak mengira jika Elina juga mencurigai kedatangan Tatia. Ia senang jika dicemburui sang istri.


" Ayo makan dulu " ajak Elina.


Daffa meminta bi Danum untuk mengemas semua makanan yang dibawa Tatia, anak itu tidak menginginkan makanan itu terhidang dimeja makan.


" bibi habiskan atau dibagi ke pak Rumbun aja, kalau tidak habis dibagikan ke tetangga saja " Suruh Daffa.


Bi Danum mengangguk, Bi Andrea juga enggan memakan itu. Dave tersenyum dengan tingkah orang rumahnya. Mereka makan tanpa suara.

__ADS_1


***


Keesokan paginya,


Sekolah heboh karena Budi memakai jam yang sama dengan Nara, banyak yang berkerumun dibangku Budi.


Nara jengkel dibuatnya dan mengatakan jika jam tangan Budi hanya barang KW saja. Budi dengan polosnya mengangguk.


" ini memang KW tapi bagus kan? asal bisa telpon, SMS bahkan bisa temenan " Lanjut Budi tersenyum.


Daffa tertawa, andai Budi tau jika yang dibeli ayahnya adalah jam tangan pintar keluaran terbaru dan asli mungkin Budi sudah jantungan daritadi. Budi mengira jika itu jam tangan KW. Anak itu tidak tahu jika jam tangannya justru lebih bagus daripada punya Nara.


" Beli dimana ini Bud? " Tanya teman-temannya.


" Dimall xxx " Jawab Budi.


Semua mulut temannya langsung membentuk huruf Wow. Hari ini pelajaran pertama adalah pendidikan jasmani, semua Murid berkumpul dan mengenakan pakaian olah raga. Budi menyimpan jam tangannya karena takut lecet.


Setelah pelajaran olah raga selesai ia mengganti bajunya dan memakai jam tangan itu namun ia merasa agak aneh.


" Kok jam tangannya gini?" Tanya Budi.


" Kenapa Budi? " Daffa mendekat.


Teman-teman yang lain ikut berkerumun karena penasaran, Budi merasa jam tangannya seperti bukan miliknya.


Nara diam saja melihat hal itu. Daffa melirik bocah didepannya. Ia memiliki ide untuk menelpon Budi dengan smartwatch miliknya. Bocah lelaki itu memakai gelang tangan yang berhubungan dengan smartphone nya yang tersimpan disepeda.



( Note : untuk keterangan lebih lanjut bisa Googling spesifikasi benda ini ya pembaca sekalian, namanya cicret bracelet 😊😊😊, soalnya Nayya ga bermaksud jadi endorse barang ini 😁😁😁 hanya keperluan novel ini aja, tapi barangkali jika ada yang tertarik bisa membelinya, sudah ada Diindonesia kok ini)


Daffa menelpon nomor Budi dan Nara yang kelimpungan karena jam tangannya berbunyi.


" Kok kutelpon nomormu ponsel kamunya ga bunyi πŸ€”πŸ€¨" Tanya Daffa.


" Masa? eh nelpon nya pake apa? kamu kan ga punya hape " Budi malah heran karena Daffa tidak memiliki ponsel ditangannya.


Daffa memperlihatkan ponselnya barulah Budi dan teman-temannya menganga, gelang tangan berwarna oranye sepintas seperti gelang tangan biasa ternyata malah bisa menelpon.


" Gelang ajaib!" Seru Budi.


Daffa menelpon nomor Budi namun tidak ada respon dari jam tangan Budi.


" Coba kutelpon nomor Nara " Kata Daffa agak keras membuat Nara kebat kebit. Tadi memang saat pelajaran olahraga ia menukar jam tangan miliknya dengan milik Budi hanya saja bocah itu lupa untuk menukar nomor ponsel didalamnya.


Saat menekan nomor Nara malah Ponsel Budi yang bereaksi. Budi dan yang lain bingung.


" Kayaknya jam tangan Nara dan Budi tertukar deh " Kata Daffa.


" Mana mungkin! Sembarangan kalau ngomong! Jam tangan Mahalku tertukar dengan yang KW!" Marah Nara mencoba menyembunyikan jam tangannya.

__ADS_1


Daffa tidak hilang akal,


" Jam tangan KW Budi diprogram untuk mengenali pemiliknya, coba restart ponselmu Bud!, jika itu memang milik kamu ponsel itu akan mengenali suara kamu" Kata Daffa.


Budi ingat kemarin Daffa sempat memberitahunya mengenai hal itu.


" Restart hape " Perintah Budi.


Ponsel ditangan Budi tidak merespon dan anehnya malah ponsel yang ada ditangan Nara yang merespon lalu mengeluarkan suara.


" Halo aku jam tangan milik Budi " Suara ponsel ditangan Nara dengan keras bersuara.


Nara malu dan melepas jam tangan itu. Ia membanting nya dilantai.


" Jam tangan seperti ini juga aku bisa beli" Katanya marah.


Ia menghampiri Budi untuk meminta jam tangannya kembali. Daffa tidak tinggal diam, ia mengambil jam tangan Nara ditangan Budi dan membantingnya pula disamping jam tangan Budi.


Nara melotot jam tangannya retak, Daffa menatap dingin tidak takut.


" Adil kan? kau banting jam tangannya Budi dan jam tanganmu kubanting juga " Tatap Daffa balik melotot marah.


Nara tidak bisa berbuat apa-apa selain menangis pulang ke rumahnya. Ia mengadukan hal ini pada kakaknya.


Budi menatap jam tangannya dengan lega.


" Untung cuma lecet dikit " Kata anak itu lega.


" Wah Nara pasti mengadu tuh " Kata teman yang lain.


" Tidak apa-apa, biarkan saja" Kata Daffa tenang.


Budi juga jadi mencemaskan hal itu, pasalnya Nara punya kakak lelaki yang duduk dibangku SMA dan sangat membela adiknya. jika Nara sampai mengadu bisa terjadi sesuatu.


" Tidak usah takut kalau benar " Kata Daffa.


" Tapi ayahnya pejabat daerah sini!" kata Budi semakin cemas.


" Hanya pejabat kecil saja kok " Daffa tertawa.


Andai Budi tahu jika Daffa bisa saja meminta apapun pada Presiden, apalah arti pejabat kecil seperti ayah Nara. Bagaimanapun Daffa terdaftar dalam perlindungan internasional, anak ini diawasi 24 jam tanpa henti dimanapun dirinya berada. Keselamatannya adalah prioritas dan dimanapun dirinya berada merupakan tanggung jawab negara untuk melindungi nya. 🀫🀫🀫


Daffa dan Budi pulang berboncengan seperti biasanya. Ditengah jalan mereka dicegat oleh segerombolan anak SMU yang menggunakan motor. Daffa menghela Napas, Budi ketakutan. Orang-orang disekitarnya berkerumun melihat keramaian yang tengah terjadi. Kebanyakan mereka tidak berani melakukan sesuatu karena tahu siapa yang tengah mengelilingi Daffa dan Budi.


" Bagaimana nih Daffa? Itu kakaknya Nara!" Desis Budi ketakutan.


Daffa tersenyum, ia mengaktifkan gelang pintarnya dan menekan tombol Darurat.


***


BERSAMBUNG

__ADS_1


Terimakasih atas kunjungan para pembaca sekalian, mohon maaf jika up agak lama, Nayya mengalami sedikit masalah pada kandungan, mohon doanya untuk baby twins semoga sehat dan diberi umur panjang πŸ™πŸ™πŸ€²πŸ€² πŸ₯ΊπŸ₯Ί


__ADS_2