Embun Dari Langit

Embun Dari Langit
Nathan Kecelakaan


__ADS_3

Naya tidak bisa tidur jadi memanfaatkan waktu untuk mengetik ceritanya. Terima kasih atas doa dari pembaca sekalian, Naya sudah ke dokter ternyata penyebab sakitnya bukan sakit biasa hehehe pengaruh Ngidam rupanya. Alhamdulillah dinyatakan positif oleh dokter.


Terima kasih atas kesetiaan para pembaca sekalian, Naya akan tetap semangat mengup setiap episodenya. Apalagi Embun dari langit belum masuk KLIMAKSnya.


Naya akan berusaha sebaik mungkin, kalian adalah motivasi utama Naya dalam menulis.


Salam sayang


Nayaka


 


 


***


Nathan dihubungi tim dokter membahas mengenai prosedur Tes DNA pada janin, Dokter kandungan mengingatkan adanya resiko untuk janin nantinya.


Nathan dan Anggun menyetujui prosedur tes DNA, Nathan mau tidak mau terkejut melihat Anggun yang kurus kering dan pucat hampir saja tidak dikenalinya. Anggun telah merasakan penderitaan fisik dan batin yang tidak ringan sejak kehamilannya.


Belum lagi pemberitaan yang ada telah menghancurkan semua imagenya yang dibangunnya susah payah. Tidak ada lagi Embun yang akan menjadi kambing hitam.


Dokter merencanakan pengambilan sampel DNA dilakukan 3 hari lagi sehingga Anggun bisa lebih siap dan lebih sehat. Nathan berlalu begitu saja ketika dokter telah selesai bicara. Ia tidak ingin sama sekali berada satu ruangan dengan Anggun lebih lama.


Anggun hanya menatap sedih, bagaimanapun seorang istri pasti menginginkan perhatian dari sang suami apalagi ketika dalam keadaan sakit dan hamil kepayahan. Anggun menginginkan dimanjakan oleh suaminya sayangnya lelaki yang menikahinya itu menjadi begitu dingin.


" Apakah ini karma akibat perbuatanku pada Embun? Apa yang dikatakan nenek itu benar? Akh nenek...Anggun menyesal sekali" Tangis Anggun.


Wanita itu mencoba beristrirahat. Ia sudah bosan dengan ranjang rumah sakit, apa daya ia tidak tahu sampai kapan harus berada dalam perawatan dokter. Ia juga tidak ingin mengambil resiko pulang jika berbahaya untuk janinnya.


***


Hari yang dinantikan tiba, Perawat membawa Anggun ke ruang operasi. Tim dokter telah bersiap untuk mengambil sampel DNA dari janin yang dikandung. Prosesnya hanya memakan waktu sekitar satu jam saja dan Anggun telah dapat kembali ke ruangan perawatannya.


Anggun dan Nathan masih harus menunggu sekitar 2 minggu untuk mengetahui hasil dari tes itu. Nathan langsung kembali ke kantor tanpa pamit lagi. Nampaknya ia telah terpengaruh oleh berita dan link - link yang dikirim padanya. Belum lagi beberapa email misterius yang memperlihatkan beberapa informasi yang tidak dimengerti oleh Nathan.


" Masih kusut saja Boss? " Tanya Niki.


Nathan menatap kemunculan Niki dibalik pintu. Hari ini ia sangat suntuk, Nikita sangat bisa menyesuaikan diri, selain sebagai sekertaris pribadi Nathan yang handal, kini ia juga menjadi sabahat Nathan.


" Kenapa Boss? Oh ya dua jam lagi ada meeting tender dengan perusahaan XXY, sebaiknya kita sudah bersiap ke sana karena jam segini masih lowong jadi bisa sambil refresh pikiran sejenak" Kata Niki dengan cerewetnya entah kenapa hal itu malah tidak menganggu Nathan sama sekali.


Ia menatap gadis didepannya itu lama sekali.


" Ada apa boss? " Tanya Niki jengah ditatap Nathan seperti itu.

__ADS_1


" Lama-lama kulihat kau cantik juga " Kata Nathan sekenanya.


Niki agak terkejut namun ia menutupinya dengan tersenyum seperti biasanya.


" Ah Boss, aku memang cantik! Hanya saja kurang polesan saja... segera beranjak bos! Waktunya tidak banyak" Kata Niki memperlihatkan jam tangannya.


Nathan menghela napas, ia bangkit dengan malas lalu berbalik


" Kau tidak ikut? " Tanya Nathan.


" Apa Bos lupa? Hari ini aku menghandel proyek boss dikantor sebelah... Sayangnya tidak bisa ditunda " Kata Niki pura-pura kecewa.


" Yah... okelah, kapan-kapan saja! " Kata Nathan.


Pria itu tahu proyek apa yang sedang dikerjakan Niki. Ini yang ia suka dari Nikita, cerdas dan mandiri mampu membantunya menghandel pekerjaan sehingga kantornya mendapatkan beberapa proyek besar dan bisa dikerjakan lebih efisien.


Hari itu Nathan pergi bersama asisten pribadinya. Lokasi pertemuan berjarak satu jam, Nathan bermaksud datang lebih awal untuk sekedar menyiapkan lagi presentasinya. Maklum sebagai pemilik star up yang sedang meroket sekarang ia tidak boleh kelihatan tidak menguasai materi.


Lagi-lagi Nathan tersenyum melihat bahan presentasi yang disiapkan Nikita untuknya.


" Memang wanita cerdas, Tidak seperti Anggun! " Keluh Nathan teringat lagi pada istrinya.


Andai Nathan mengenal Nikita sebelum Anggun kemungkinan Nathan akan memilih Niki sebagai pengganti Embun.


" Pikiranku kok ngelantur " Nathan menepuk dahinya sendiri.


" Tidak apa-apa"


Nathan memberikan kode agar sang asisten lebih fokus menyetir, keduanya menuju lokasi pertemuan dengan santainya. Lampu jalan berwarna hijau, Asisten Nathan menarik rem tangan dan menjalankan mobil. Secara tiba-tiba muncul mobil dari arah samping melaju dengan kecepatan tinggi.


BRUK!


Tabrakan tidak dapat dihindari, Hantaman tepat dibangku Nathan duduk. Mobil berputar dan membentur mobil lain yang datang padanya.


Mobil yang menabrak Nathan mundur dan langsung tancap gas hilang entah kemana meninggalkan para korban tabrakan ditengah jalan. Beberapa mobil juga menjadi korban namun tidak separah mobil Nathan.


Pertolongan segera dilakukan, Nathan dan asistennya dibawa ke rumah sakit. Polisi datang meminta keterangan dari beberapa saksi dilokasi kejadian dan mengambil rekaman CCTV yang ada disekitar.


Ibu Widya histeris didepan UGD, Nathan masih dalam kondisi tidak sadarkan diri. Agar tidak terganggun Ibu WIdya mengerahkan banyak paspampres untuk menghalangi wartawan.


" Pasien masih dalam tahap pemeriksaan, beberapa jam lagi hasil lab akan keluar " Kata Dokter.


Stephan mendampingi ibunya agar terus menguatkan diri. Hasil dari kecelakaan itu tidak membahayakan jiwa Nathan.


" Hanya saja pasien kemungkinan akan mengalami infertilitas seusai operasi yang akan dilewatinya" Kata Dokter.

__ADS_1


" Infertilitas? "


Ibu Widya syok, bagaimana tidak? Jika Nathan mengalami hal yang sama dengan Silvia ( Istri Stephan) artinya kemungkinannya untuk memperoleh cucu hampir tidak mungkin lagi.


infertilitas itu berarti kemandulan, pria tidak lagi mampu atau berkurang kesuburannya sehingga tidak dapat memiliki keturunan.


" Bagaimana bisa terjadi? Apakah bisa diobati? " Tanya Stephan.


" Ilmu kedokteran telah berkembang jauh pak, jika di Indonesia tidak berhasil maka masih ada alternatif lain, keluar negeri misalnya" Jawab Dokter memberikan harapan.


Mana berani dokter ini bilang tidak saat berhadapan dengan Ibu wakil presiden.


Ibu Widya menangisi kondisi putra bungsunya. Harapannya hanya pada anak Anggun saja. Hasil Tes DNA masih perlu waktu lagi.


***


Beberapa hari kemudian, Nathan dinyatakan sembuh dan bisa beraktifitas. Ia sudah mengetahui kondisinya, Ibu Widya meminta untuk merahasiakan ini dari siapapun.


Nathan cuti dan beristrahat dirumah, tender proyek yang kemarin gagal didapatkannya akibat kecelakaan. Sang asisten tidak mengalami luka serius hanya memar benturan dan terkena pecahan kaca. Ia juga diberi cuti selama beberapa saat untuk memulihkan diri.


Niki jadi rajin bolak balik rumah Nathan, selain merawat Nathan, ia juga datang melaporkan hasil pekerjaannya. Ibu Widya juga tidak melarang, sepanjang yang ia lihat, Niki adalah wanita yang sangat mementingkan karirnya.


***


Tiba pada Hari H.


Nathan datang ke rumah sakit, Anggun masih dirawat disana namun sudah menunjukkan tanda lebih baik.


Dokter membuka amplop membuat ketegangan semakin berasa. Ada ibu Ningsih dan ibu Widya ditempat itu juga merasakan gelisah.


" Bagaimana Hasilnya dokter? " Tanya Anggun sudah tidak sabar.


Dokter membaca lembaran demi lembaran sampai ia menemukan kesimpulan yang ada pada bagian bawah lembaran kertas tersebut.


" Janin itu mengalami kelainan, kemungkinan ia akan lahir dengan kondisi organ tubuh tidak sempurna " Kata Dokter membaca hasil pemeriksaan.


Tes DNA yang dilakukan oleh tm dokter juga memeriksa kondisi Janin yang dikandung Anggun dan menemukan beberapa ketidaknormalan pada pertumbuhan sang janin. Hal ini diakibatkan kebiasaan Anggun yang suka meminum soda dan alkhohol serta kondisi rahim yang kurang sehat.


" Bayi ini punya semangat hidup yang tinggi " Kata Ibu Ningsih tersenyum haru.


" Dokter bagaimana dengan tes DNA nya " Tanya Nathan dengan tidak sabar.


Dokter membuka lembaran berikutnya dan menarik napas


" Hasilnya adalah... "

__ADS_1


***


BERSAMBUNG


__ADS_2