
***
Dave terus saja terdiam sepanjang malam, ia hanya bicara seperlunya
" Panasnya sudah turun " Kata Dave lega.
Daffa masih betah tidur, Elina baru saja mengganti baju anaknya karena basah dengan keringat.
" Daffa semalam..."
" Ada baiknya jika hanya kita saja yang tahu mengenai Daffa semalam, aku ingin ia tumbuh normal seperti anak seusianya" Kata Elina membelai pipi Daffa.
Dave membuang napas dan mengangguk, iapun tidak rela jika Daffa akan menjadi pusat perhatian dengan kemampuannya itu.
" EL ..."
Dave memanggil Elina namun menjadi diam sesaat.
" Aku ingin kita menjadi orangtua sesungguhnya untuk Daffa, apa kau bersedia menerimaku menjadi Daddynya? " Tanya Dave.
Elina menatap keseriusan pemuda didepannya itu. Keduanya hanya terpaut perbedaan usia 2 tahun saja.
" Kau sudah menjadi Daddynya " Jawab Elina perlahan. Wajahnya tersipu merah.
" Yah memang, tapi maksudku aku ingin memberikan nama belakangku padanya. Dia akan menjadi Daffa Mathews"
Daffa terbangun langsung menatap kedua orang didepannya,
" Yeah baguslah...ini kabar gembira " sahut Daffa.
" Mommymu belum menjawabnya" Kata Dave pura-pura murung.
Daffa tertawa imut melupakan kesan jika ia tadi malam bicara sangat lancar.
" Masa Daddy tidak tahu? " Daffa tertawa.
Tingkahnya semakin menggemaskan membuat Dave bingung.
" Diamnya seorang wanita itu berarti YA, So congrat Dadd! " Kata Daffa bertepuk tangan dan memeluk Dave.
Elina keluar dari kamar karena tidak dapat menahan merah diwajahnya. Sedangkan Dave terdiam tidak menyangka apa yang dikatakan calon anak tirinya.
***
Dengan "Instruksi" Daffa, Dave membawa keluarganya untuk melakukan pelamaran dan bertunangan dengan Elina. Semuanya berbahagia akhirnya Elina dan Dave akan menjadi orang tua yang sebenarnya untuk Daffa, putra mereka.
Terkadang keduanya merasa ini seperti mimpi sebentar lagi akan menikah. Keduanya bahkan tidak pernah mengungkapkan perasaan mereka masing-masing. Daffa yang menjadi pemersatu keduanya.
***
Berita Pernikahan Dave-Elina langsung menyebar diantara kolega kedua orangtua mereka, para perawat banyak yang patah hati namun tidak berani bersaing dengan Elina Gunadya. Elina juga telah berhasil menyelesaikan pendidikannya dalam bidang farmasi.
Berkat kejeniusannya ia dapat mengejar Edgard dan Dave dalam pendidikan kedokteran, untuk spesialisasi Elina memilih sebagai dokter ahli penyakit dalam (Internis).
Namun kedua orangtua Dave menangkap "bakat" lain yang ada dalam diri Elina, ternyata calom menantu Mathews punya bakat bisnis dan langsung memahami strategi berbisnis yang baik. Oleh karenanya kedua calon mertua Elina berharap Elina memikirkan lagi untuk terjun dibidang kedokteran.
__ADS_1
" Biar saja Dave jadi dokter, tapi istrinya bisa meneruskan kerajaan bisnis keluarga kita" Begitu kata sang ayah.
Pernikahan Elina dan Dave sempat menjadi pembicaraan didunia maya, karena keluarga Gunadya menikahkan putrinya dengan seorang dokter yang latar belakannya konglomerat.
Tidak ada yang mengetahui mengenai asal usul Daffa, Pihak Dave ataupun Elina hanya menuliskan informasi jika Daffa adalah Daffa Mathews. Terlepas ia lahir sebelum kedua orangtuanya menikah. (Bukankah hal seperti itu sekarang tidak lagi jadi tabu.)
Dimana pasangan yang telah bertunangan memiliki anak sebelum menikah lalu meresmikan hubungan mereka setelah anak mereka lahir. ( Kenyataannya banyak yang begitu didunia nyata )
Ketampanan Dave dan Kecantikan Elina banyak yang membuat para jomblo jadi ngenes. Apalagi Daffa yang begitu menggemaskan.
Dave lebih suka tampil bersama Daffa dalam setiap kegiatannya. Pernikahan akan dilaksanakan bulan depan dengan mengundang kolega kedua orangtua masing-masing.
Edgard dan Dave memasukkan daftar nama keluarga BUMIWARDOYO ( keluarga Anggun) dan Wijaya (Keluarga Nathan) untuk melihat langsung keluarga yang mengabaikan Elina.
Elina tidak banyak berkomentar saat melihat daftar undangannya. Ia juga suprise melihat nama Ibu Sekar dalam daftar Undangan.
" Kau mengenal Sekar Pramidita? " Tanya Edgrad.
" Yah kenal, Beliau pernah menolongku" Kata Elina.
Ibu Sekar (Ibu Sean mantan pacara Anggun) yang membuka mata Elina yang saat itu masih percaya jika keluarga Bumiwardoyo menepati janjinya.
" Bagus ! kalau begitu aku akan menyetujui kerjasama dengannya, ia mempunyai sebuah rumah sakit yang baru didirikan di Indonesia dan mengajakku bekerja sama sebagai Dokter disana " Kata Edgard tersenyum.
" Yeah tentu kita akan membalas budinya dengan baik juga " Kata Ibu Elina tersenyum.
Mereka telah mempunyai rencana untuk membalas semua perlakuan keluarga Anggun dan Nathan atas semua yang mereka timpakan pada Elina.
***
Kita tinggalkan sejenak Elina yang sedang berbahagia di Singapura. Beralih pada keluarga Bumiwardoyo. Setelah Anggun meninggalkan tubuh Elina ( Embun) dijalanan begitu saja, ia tidak langsung kembali ke ruamh.
Anggun memilih untuk mabuk-mabukan disebuah klub malam. Pelayan yang turun ditengah jalan buru-buru menuju rumah skait namun tidak menemukan rumah sakit mana tempat Embun dirawat.
Sang supir tua menelpon Nenek Kumala, sebagai orang kepercayaan Nenek Kumala sang supir menceritakan perihal yang terjadi dengan selengkap-lengkapnya.
Nenek Kumala datang dengan marah besar, sayangnya Anggun tidak pulang semalaman akibat dibawa ke hotel oleh orang yang tidak ia kenal. Wanita itu terlalu mabuk hingga tidak sadar dimanfaatkan oleh beberapa pria hidung belang.
Mereka melihat Anggun tengah mabuk sendirian lalu tergoda dengan tubuh Anggun,
" Ayo minum lagi sayangku! Kita harus bersenang-senang malam ini " Kata Pria pertama berhasil mencumbui Anggun.
Wanita itu tidak menolak, saking mabuknya malah ikut tertawa kesenangan. Ia tidak mempermasalahkan disentuh sembarangan oleh pria didepannya.
Ia juga membutuhkan sentuhan karena Nathan hampir tidak pernah memuaskannya secara batin. Ia ingin seperti saat sedang bersama Sean dulu.
Makanya ia membiarkan saja pria-pria didepannya menggilirnya di sofa secara bergantian.
" Kalian payah! " Komentar Anggun cekikikan sendiri.
Ketiga pria itu ikut tertawa,
" Nampaknya P*lacur kecil ini minta dipuaskan ! Ayo kita hajar dia, jangan buat ia bisa berdiri! hahahaha " Kata salah satu pria.
Mereka membawa Anggun ke hotel terdekat dan melanjutkan kegiatan mereka disana.
__ADS_1
Setelah menikmati tubuh Anggun secara gratis, mereka melucuti seluruh perhiasan dan barang berharga Anggun untuk mereka sendiri.
Orang suruhan nenek Kumala menemukan Anggun tergeletak begitu saja dalam kamar hotel dan membawanya pulang kerumah.
PLAK!
Tamparan nenek Kumala tidak juga membangunkannya. Anggun tidak merespon.
" Bawakan seember air! Mana Ningsih! Kemana wanita itu! " Kata Nenek Kumala.
" Nyonya sedang keluar kota, ada kegiatan amal " Kata Pelayan.
" Huh! Kegiatan Amal! Kegiatan amal! seharusnya ia disini mengurusi cucuku " Marah Nenek Kumala melihat cucu perempuannya tengah pingsan karena mabuk berat.
Anggun tidak merespon juga saat diguyur, ia terlalu lelah dengan "kegiatannya" tadi.
***
Keesokan harinya begitu sadar dari mabuknya, nenek Kumala langsung menghukumnya.
Anggun tidak menyangka neneknya akan menemukannya dalam kondisi mabuk.
" Kemana Embun? " Tanya Nenek Kumala.
Anggun langsung merasa jengkel, neneknya tidak bertanya keadaannya malah bertanya kemana Embun.
" Aku tidak tahu..." jawab Anggun.
Nenek Kumala menanyakan kembali pertanyaan yang sama berulang-ulang kali menambah rasa pusing dan mualnya hingga menambah kejengkelan Anggun.
" Tidak usah ditanya nenek! Aku sudah membuangnya dijalanan, mungkin saja ia sudah mati! " Seru Anggun marah.
PLAK!
Sebuah tamparan keras mengenai wajahnya.
" Bodoh! dimana otakmu! Nenek sudah bilang untuk menahan diri hingga kau berusia 21 tahun "
Nenek Kumala tidak habis pikir dengan kebodohan yang dilakukan oleh Anggun hanya bisa menyalahkan Ibu Ningsih yang dianggap mewariskan kebodohannya pada cucu perempuannya.
" Itu hanya Mitos! Jangan terlalu percaya nenek?" Kata Anggun membela dirinya.
Nenek Kumala memukulnya dengan tongkat dan meminta agar menantunya ditelepon untuk kembali ke rumah. Wanita tua itu terus mempermasalahkan kepergian Embun dan cemas akan malapetaka yang menanti keluarga Bumiwardoyo.
Nenek Kumala juga memerintahkan pencarian Embun, sayangnya sia-sia. Gadis itu hilang ditelan bumi. Beberapa hari kemudian dijalanan Tol ditemukan mayat seorang wanita yang tanpa diperiksa lagi diyakini sebagai Embun oleh keluarga Bumiwardoyo.
" Sekarang anak itu sudah mati, aku harus mecari peramal itu untuk meminta nasehat" Kata Nenek Kumala.
Sayangnya sang paranormal yang dimaksud telah meninggal dengan tenang dikediamannya dan telah dimakamkan oleh keluarganya.
" Apa sekarang sudah tidak ada jalan? Bagaimana aku harus melindungi keluarga ini " Keluah Nenek Kumala mendadak limbung terkena serangan jantung.
Nenek Kumala meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. Kemalangan pertama dalam keluarga Bumiwardoyo telah dimulai.
***
BERSAMBUNG
__ADS_1