Embun Dari Langit

Embun Dari Langit
Terapi Kasih


__ADS_3

Maaf baru mengupdate, Naya mengalami naik turun mood dikehamilan kali ini, tidak seperti kehamilan sebelumnya yang enteng kali ini rasanya beda, ada mual dan muntahnya. Mohon dimaklumi ya pembaca sekalian.


Happy reading ya


***



Sejak kejadian itu, Dave selalu berusaha membuat istrinya tidak mengingat hal buruk yang menimpanya. Keduanya berkeliling semua tempat dan melakukan kegiatan hingga lelah dan tidur. Elina menyadari betul Dave menjaga perasaannya.


Di teras sambil memandangi indahnya kota, mereka baru saja tiba dikota kedua mereka di Dubai, Elina menatap pemandangan didepannya. Dalam hatinya ia merindukan Indonesia tempatnya dibesarkan, Dave datang membuatnya terkejut.


" Kamu terlalu asyik melamun sampai tidak menyadari keberadaanku" Kata Dave.


" Maaf, melihat ramainya suasana diluar mengingatkanku pada Jakarta" Jawab Elina.


" Kita akan kesana jika kau mau " Kata Dave.


Elina menyambut gembira.


" Tapi"


Elina terhenti sejenak karena Dave memberikan kata 'tapi' pada kalimatnya.


" Selesaikan pendidikanmu dulu baru ke sana" Kata Dave.


Elina mengangguk, ia sekarang sedang menjalani program spesialis dalam kedokteran. Mertuanya keberatan dengan hal itu karena mereka menemukan fakta jika Elina mempunyai naluri bisnis yang lebih bagus daripada Dave. Mereka membujuk Elina agar sekolah bisnis di Harvard, sayangnya sebagai suami, Dave tidak mengizinkan jika istrinya lebih sibuk darinya kelak.


***


Hari pertama Dubai, Dave dan Elina dimanjakan dengan mewahnya fasilitas disana. Kota yang dijuluki sebagai kota emas itu tidak henti-hentinya membuat keduanya terkagum-kagum.


" Aku tahu mengapa Ayah menginginkan kita kesini " Kata Dave tersenyum kecut.


Elina tertawa, ia juga telah menebak rencana ayah mertuanya sejak melihat nama dubai dalam daftar negara yang mereka singgahi. Rupanya disana akan diadakan konferensi pengusaha terkenal diseluruh dunia. Dave diminta ayahnya untuk menggantikan dirinya disana sebagai perwakilan Mathews corp.


" Ayah tidak kapok menyuruhku untuk berbisnis " Kata Dave.


" Kita lakukan saja, hitung-hitung melakukan sesuatu yang beda dimasa bulan madu " Jawab Elina tersenyum.


Dave mengangguk saja, malam ini ia dan istri akan menghadiri pertemuan penting. Keduanya bersiap menuju hotel untuk beristrahat.


Dave langsung berbaring menghempaskan tubuhnya diranjang, sebenarnya ia tidak ingin kembali lebih awal ke hotel. Godaan saat berdua dengan istrinya sangat menyiksanya, apalagi ia tidak menginginkan sang istri ketakutan. Pria itu agak kaget merasa ada yang berbaring disampingnya. Matanya langsung menengok,


" El, jangan begini aku takut tidak bisa menahan diriku " Kata Dave tidak bisa menahan debaran didadanya.


Elina tidak menjawab melainkan memeluknya semakin erat. Debaran dadanya juga sama kerasnya dengan sang suami. Ia harus melawan traumanya, Tidak mungkin selamanya ia hidup dengan rasa trauma. Sampai kapan suaminya akan menoleransi hal itu? Elina membulatkan tekadnya.


Melihat tindakan sang istri, Dave berbalik menindih tubuh Elina.

__ADS_1


" Kau tahu apa yang kau lakukan? " Tanya Dave emosi


Pancaran matanya terlihat hasrat besar yang setengah mati ditahannya. Elina mengangguk,


" Bantu aku, Aku tidak akan bisa melawan trauma ini sendirian " Pinta Elina dengan suara serak.


Dave mendekatkan wajahnya mengecup lembut bibir sang istri. Ia sedapat mungkin menahan diri agar tidak memaksakan sesuatu yang tidak diinginkan wanita yang dicintainya itu.


Tidak ada perlawanan yang ditunjukkan Elina ketika Dave mulai menyusuri leher jenjangnya hingga keduanya sudah tidak mengenakan pakaian dibagian atasnya.


Ketika akan melanjutkan Dave merasa tubuh Elina sangat gemetar dan dingin,


" Elina? Elina? " Panggil Dave.


Dave merasakan adanya ketegangan ditubuh sang istri. Elina membuka matanya menatap Dave yang berada diatasnya serta merta memeluk Dave.


" Kita hentikan saja ya" Kata Dave berbisik lembut.


" Tidak! Tolong bantu aku, bantu aku melupakannya! " Tangis Elina memeluk Dave tidak peduli bobot tubuh suaminya lebih berat darinya.


Dave mencium puncak kepala istrinya, ia melanjutkan dengan hati-hati hingga saat mereka akan menyatukan diri mereka.


" Elina " Panggil Dave lembut.


Elina membuka matanya dan bertatapan langsung dengan mata sang suami.


Elina tersenyum walaupun masih gemetar, menerima penyatuan dirinya pertama kali dengan sang suami. Begitu lembut tidak seperti saat pertama kali bersama Nathan. Napas mereka terdengar satu dalam ruangan. Dave tidak terburu-buru menyelesaikan semuanya, ia membuat Elina menikmatinya terlebih dahulu.


" Aku mencintaimu, Dave" Kata Elina dalam desahan napasnya.


Keduanya tertidur pulas karena kelelahan dan terbangun dengan dering ponsel Dave yang telah berdering sejak sejam yang lalu. Asisten pribadi ayahnya sudah hampir menangis karena Dave tidak kunjung menjawab telepon.


" Ehm, halo" Kata Dave menjawba telepon.


" Ah..tuan muda! Akhirnya anda menjawab panggilan saya, pertemuannya akan dimulai satu jam lagi " Kata Sang asisten dengan nada lega.


Dave bangun kaget langsung menengok jam disampingnya.


" Aduh...apa kau tidak tahu dilarang mengganggu pengantin baru? " Sembur Dave.


Elina juga sudah terbangun bersamaan dengan Dave, wajahnya memerah malu menyadari keduanya tidak memakai apapun dibalik selimut.


Dave tertawa nakal, " Ayo mandi berdua biar hemat waktu " Katanya.


Elina menolak sambil mencubit pinggang sang suami namun tidak menolak digendong menuju kamar mandi. Perkataan Dave malah sebaliknya, bukannya lebih hemat waktu malah mereka lebih lama mandi. Dave mengulangi aktivitas panasnya dikamar mandi.


Akhirnya keduanya malah terlambat sejam diacara pertemuan itu. Dave tidak peduli dengan omelan sang asisten ayahnya, ia datang ke Dubai untuk berbulan madu bukan untuk mengurusi pekerjaan.


Pertemuan itu sendiri dihadiri banyak pebisnis-pebisnis handal, mereka menjalin kerja sama dan membentuk aliansi datang yang menguntungkan kelompok mereka. Ayah Dave termasuk dalam pebisnis yang disegani karena dimanapun ia berbisnis tidak pernah mengalami kerugian.

__ADS_1


Dave juga mempunyai intuisi yang sama sayangnya pria muda itu lebih tertarik menjadi dokter anak.


" Embun ? " Sapa seorang pria paruh baya datang mendekati Elina.


Elina menengok agak kaget melihat Pak Wijaya datang bersama Raka dalam acara itu. Kedatangannya itu bertujuan mencari investor baru untuk perusahaan Bumiwardoyo. Melihat Elina diacara itu membuat pak Wijaya terkejut sekaligus senang mengingat wasiat dari ibunya.


" Kau mengenal mereka? " Tanya Dave.


Elina menganguk, " Dia Wijaya Bumiwardoyo" Jawab Elina dingin.


Dave langsung mendampingi sang istri seolah tidak ingin sesuatu terjadi, Pak Wijaya tidak mengetahui Dave adalah suami Elina, pada saat acara pernikahan mereka pak Wijaya terlalu sibuk mencari calon investor.


" Aku ingin bicara empat mata denganmu" Pinta Pak Wijaya.


Dave menolak memberikan izin, Elina tersenyum manis menenangkan sang suami.


" Tidak ada yang perlu dibicarakan, Tuan" Kata Elina.


Seorang kolega Dave datang menghampiri dan menyapa pengantin baru. Pak Wijaya memerah malu ditolak secara terang-terangan. Ia tidak menyangka Dave dan keluarganya memiliki pengaruh besar sehingga banyak yang mencoba mendekati pasangan itu.


" Dia Dave Mathews, Profesinya dokter anak tetapi pebisnis muda juga ayah, Aku pernah membaca profilnya dalam majalah bisnis ternama, Ia tidak bisa diremehkan, separuh dari orang ditempat ini pasti ingin merebut hatinya" Kata Raka pada ayahnya.


Benar saja, Banyak yang mendekati Dave untuk sekedar basa basi bahkan ada yang memberikan hadiah pernikahan. Elina bisa mengimbangi pembicaraan bisnis dan terkadang membuat orang terkagum dengan pemikiran kritisnya. Hasil analisis dan prediksinya sangat mengejutkan.


" Jangan terlalu menonjol sayang, nanti mereka akan jatuh cinta padamu " Kata Dave dengan nada cemburu.


Elina tertawa mendengarnya. Dave memutuskan untuk pamit pulang kembali ke hotel. Semua hubungan kerja sama akan diteruskan lewat asisten pribadi ayahnya. Dave dan Elina berhasil menyedot perhatian dan membuat beberapa investor besar langsung mendatangi mereka untuk diajak kerja sama.


" Balik ke hotel yuuk " Ajak Dave.


Elina mengangguk, " Tapi makan dulu ya, lapaar " Katanya dengan nada manja.


" Aku juga lapar tapi inginnya makan kamu " canda Dave.


Dave tertawa dicubit mesra sang istri. Malam itu keduanya terbang menggunakan helikopter untuk tur mereka yang berikut, mereka meninggalkan tempat pertemuan mereka dengan helikopter agar bisa melihat pemandangan dari atas.


 


(Kira-kira ini adalah tampilan dari atas helikopter tapi versi siang ya :) ) Ini adalah Dubai.



***


BERSAMBUNG


 


 

__ADS_1


__ADS_2