
***
Elina masih sibuk diruang kerjanya, semua penghuni rumah telah kembali ke aktiftasnya pasca bencana banjir bandang dan penculikan Kiara tempo hari. Perkembangan Kiara dari waktu ke waktu semakin menggemaskan seisi rumah membuat Dave kepikiran mengenai prof Andi tempo hari.
" Masa sich lelaki tua itu bisa menyukai kiara kami? berarti Prof Andi itu mengidap Pedofilia, secepatnya Elina harus menyelesaikan penelitiannya dan tidak berhubungan lagi dengan prof Gila itu! " Kata Dave dalam hatinya.
Saking asyiknya melamun, Dave tidak menyadari kehadiran sang istri disampingnya.
" Sedang melamunkan apa?"
" Elina sayang? hemmm... " Dave menghembuskan napas dengan berat.
" Tidak usah terlalu dipikirkan mengenai prof Andi, setelah kerja sama penelitian selesai kita bisa kembali lagi ke rumah kita " Jawab Elina memeluk Dave dari belakang.
" Aku hanya cemas saja, anak gadisku disukai oleh kakek-kakek "
Elina tersenyum simpul melihat ekpresi sang suami.
" Kita tidak perlu mencemaskan hal yang tidak perlu berdasarkan asumsi Leona, hal ini belum bisa dipastikan"
" Kau benar tetapi aku tetap akan bersiap-siap " Kata Dave dengan wajah berapi-api.
Elina tertawa kecil mendengar perkataan suaminya.
***
Daffa mengayuh sepeda menuju sekolahnya, hari ini Budi tidak masuk sekolah. Anak itu sedang sibuk menjaga adik-adiknya. Sang Ibu sedang pergi ke kota untuk suatu urusan mendesak.
Disekolah tidak banyak kegiatan yang dilakukan bocah itu selain belajar dan membaca buku tidak ada hal lain yang bisa dilakukan. Dave melarang Daffa membawa Gadget ke sekolah kecuali alat komunikasi dan beberapa peralatan darurat yang standar keselamatan dirinya.
" Apa yang harus kulakukan? " Daffa menengok jam tangannya untuk menelpon Budi.
Tidak lama Budi menjawab panggilan telepon itu dan meminta Daffa singgah ke rumahnya jika guru memberikan tugas rumah.
" Jadi kalau ga ada tugas rumah aku ga boleh ke sana? " Tanya Daffa
" Ya boleh lah! datang aja " Kata Budi tertawa.
Daffa tertawa mendengarnya lalu menutup pembicaraan. Pulang sekolah Daffa langsung ke rumah dan pamit pada kedua orangtuanya menuju rumah Budi.
Jalanan menuju rumah Budi sudah menjadi lebih baik setelah ada perbaikan yang dilakukan. Rumah-rumah sudah rampung seluruhnya menjadi sebuah pemandangan tersendiri karena seperti sebuah perumahan asri dengan fasilitas lengkap layaknya perumahan dikota besar.
Sesampainya dirumah Budi ternyata lagi-lagi ada kehebohan yang terjadi. Ayah Budi datang ke rumah dan tidak mau diusir kembali keluar. Ia bertekad untuk kembali membina rumah tangga dengan mantan istrinya setelah ditinggal istri mudanya. Pria itu semakin sewenang-wenang saat tahu dirumah hanya ada Budi dan 2 adiknya.
__ADS_1
Budi pusing tujuh keliling karena ibunya masih ke kota untuk mengurus sesuatu. Adik-adik Budi ketakutan dengan kehadiran sang ayah.
" Silahkan tinggalkan rumah kami, ayah sudah tidak berhak lagi dengan kami ataupun ibu! " Kata Budi.
Plak! Sebuah tamparan dipipi Budi sebagai hadiah akibat kelancangannya bicara. Adik-adik Budi semakin ketakutan. Daffa sampai didepan pintu tepat saat Budi ditampar.
" Anak Durhaka! Kau tidak bisa melarangku untuk kembali pada ibumu! Aku ayahmu! Kau harus mengakuiku dan menerimaku bukan pria asing yang akan menikahi ibumu! " Marah Ayah Budi.
Budi agak gemetar dibentak namun anak kecil itu tidak terima jika ayahnya harus menikah kembali dengan ibunya. Budi dan adik-adiknya telah merestui ibunya menikah kembali dengan Pak Rahmat.
" Wah setelah tidak ada penghasilan, sekarang mau nebeng makan disini? Sampah masyarakat seperti ini harus dikasih pelajaran biar kapok" Kata Daffa sinis.
Ayah Budi berdiri saking marahnya. Sayangnya Daffa sudah waspada dari tadi, begitu mendapat serangan dari Ayah Budi, Daffa merespon dengan menembak jarum dari jam tangannya. Dengan seketika Ayah Budi langsung kesakitan.
" Nikmatilah dulu, Kau akan kesakitan selama dua jam dan akan semakin sakit ditiap menitnya sampai polisi datang ke sini " Kata Daffa.
Ayah Budi tidak bisa berbuat apapun selain mengerang kesakitan. Hal ini mengundang perhatian tetangga. Tidak ada yang tahu mengapa ayah Budi kesakitan.
" Dia kenapa Nak? " Tanya salah seorang tetangga pada Daffa.
Daffa menengok ayah Budi yang sedang berguling-guling di tanah.
" Biasalah paman, bibi... mau narik simpati biar bisa diizinkan tinggal disini " Sahut Daffa cuek.
Beberapa orang diminta Daffa untuk mengeluarkan Ayah Budi dari rumah dan meminta Budi untuk mengunci pintu dari dalam.
Tentu saja "orang" Keluarga Daffa yang bermain dibelakang layar, polisi itu hanya tipuan. Ayah Budi diantarkan ke dermaga dan diurus oleh Pengawal Mathews untuk dibawa ke perbatasan Malaysia menjadi TKI disana setelah tiba diMalaysia seluruh dokumen ayah Budi direncanakan dimusnahkan agar tidak bisa kembali ketanah air.
Para tetangga salah sangka mengira jika Ayah Budi akan mendekam dalam penjara dalam waktu yang lama, tidak ada satupun yang tahu jika nasib Ayah Budi tengah diujung tanduk sekarang.
***
Elina menyiapkan beberapa berkas dan dokumen dalam satu tempat. Dave bersikeras mengantar sang istri. Hari itu Elina akan ke rumah Prof Andi lagi untuk menguji penelitiannya. Sebenarnya Prof Andi menawarkan dirinya untuk datang ke rumah Elina melakukan penelitian diruang kerja Elina agar wanita itu tidak repot harus meninggalkan sikecil terlalu lama namun Dave menolak tegas.
Dave tidak ingin Prof Andi menemui Kiara.
***
" Berangkat yuuk " Ajak Elina.
Dave mengangguk. Tidak lupa pria itu mengirimkan pesan pada putranya untuk mengabarkan kepergiannya. Daffa hanya membalas dengan emoji.
***
__ADS_1
Kediaman prof Andi.
Sejak tiba, Dave tampak selalu waspada namun pria ini menahan dirinya untuk tidak memberi komentar atapun bicara hal yang tidak perlu. Elina memaklumi sang suami. Prof Andi terlihat cuek bebek tidak peduli dengan Dave.
Banyak materi yang dibahas oleh Elina dan Prof Andi membuat Dave seolah berada dalam dunia lain saja. Biarpun dirinya seorang dokter, daya jangkaunya tidak "setinggi" Elina. Bahasa yang digunakan oleh Elina dan Prof Andi memang familiar dalam dunia kedokteran tetapi masih agak rumit untuk dipahami Dave.
" Bagaimana kondisi Kiara sekarang? " Tanya Prof Andi.
Wajah Dave langsung mengalami perubahan yang tidak bisa disembunyikan. Elina melirik sang suami dari kejauhan (dirinya tengah berdiri baru saja kembali dari Toilet) berharap Dave tidak buka suara soal pernyataan Leona yang mengatakan jika Prof Andi jatuh cinta pada Kiara.
" Baik " Jawab Elina.
" Syukurlah, kapan-kapan Kiara dibawa ke sini juga, kangen dengan keimutannya"
" Anda suka anak-anak? " Tanya Dave susah payah menata suaranya dengan senormal mungkin.
" Tentu! Siapa yang tidak suka pada anak seimut Kiara " Jawab Prof Andi
Pernyataan Prof Andi tidak aneh namun ditelinga Dave tetap saja menjadi alarm jika Pria tua didepannya menyukai anaknya.
Elina menahan napas, menanti reaksi sang suami.
" Tetapi aku lebih menyukai Elina, sayang kau telah menikah dengannya! Aku tau dari wajahmu sejak tadi kau pasti telah menebak jika aku menyukai istrimu! " Kata Prof Andi sukses membuat Dave menganga.
" Bukankah Leona mengatakan jika Prof Gila ini menyukai Kiara? Kenapa orang aneh ini blak-blakan mengatakn menyukai istriku? " Dave kelabakan sendiri dengan pikirannya.
Prof Andi terkekeh memperhatikan eskpresi wajah lelaki muda didepannya.
Elina malah mematung didekat pintu.
***
BERSAMBUNG.
Akhirnya bisa UP.
Alhamdulillah, Naya telah melahirkan pada minggu ke dua Mei secara caesar. Bayi kembar naya mengalami masalah hingga hanya satu saja yang bisa selamat dan sedang berjuang diinkubator. Naya mengalami yang namanya keracunan kehamilan, banyak usaha yang dilakukan termasuk bolak balik rumah sakit bed rest, disuntik untuk pematangan paru-paru bayi hingga 7 kali (perihnya satu badan terasa saat disuntik itu) hingga akhirnya dokter tidak mau mengambil resiko hingga pada kehamilan tepat 32 minggu, Naya harus dioperasi.
Tidak mudah untuk pulih karena luka terasa diluar dan dalam hati. Kehilangan salah satu kembaran membuat Naya hampir patah hati namun dikuatkan karena salah satu anak kembar naya yang lainnya sedang berjuang hidup dalam inkubator.
terima kasih atas doanya dari semua pembaca sekalian. Naya diberi kekuatan untuk melalui semua cobaan menjelang lebaran kemarin.
__ADS_1
sekarang Naya akan berusaha untuk Up sambil menjaga sibungsu. terus bantu Doa ya.
Salam hangat Nayaka.