Embun Dari Langit

Embun Dari Langit
Pernikahan Elina - Dave


__ADS_3

 


 


Setelah mencocokan waktu Akhirnya Naya bisa melanjutkan cerita Embun walaupun beda lokasi ( Singapura dan Indonesia )


 


***


Ibu Sekar tersenyum mendengar laporan dari asistennya jika Edgard Gunadya bersedia bekerja sama menjadi kepala rumah sakit yang baru didirikannya. Ia percaya dengan reputasi Gunadya yang sangat terkenal itu mampu membuatnya mendapatkan keuntungan.


" Apa ini? " Tanya Ibu Sekar.


" Undangan pernikahan dari Adik Dokter Edgard " Kata Sang Asisten.


Ibu Sekar melihat undangan mewah ditangannya dan membawa nama kedua mempelai. Ia juga diberitahu jika adik Edgard dan calon suaminya juga seorang dokter dengan latar belakang yang tidak sederhana. Wanita cantik itu tersenyum dan membiarkan sang asisten pergi.


" Aturkan jadwal untukku, aku akan menghadiri pesta pernikahan keluarga Gunadya di Singapura minggu depan." Kata Ibu Sekar pada sekertaris pribadinya lewat interkom.


" Baik bu" Jawab sang sekertaris.


Dilain tempat Ibu Widya juga mendapatkan undangan yang sama, sebagai ibu Wakil Presiden tentu ia akan menghadiri acara yang akan dihadiri oleh sejumlah duta besar dan tokoh besar di negaranya. Bahkan presiden Indonesia akan hadir dalam cara tersebut.


Keluarga Bumiwardoyopun mendapatkan undangan yang sama, mereka menyambut gembira, ditengah krisis yang sedang mereka hadapi saat pasar saham turun berimbas pada menurunnya profit perusahaan. Pak Wijaya dan Raka kewalahan karena beberapa investor menarik dananya.


" Dunia masih memandang kita, buktinya kita masih mendapatkan undangan dari keluarga Mathews (Keluarga Dave) " Kata Pak Wijaya.


Siapa yang tidak mengenal konglemerat asia itu, Pak Wijaya berharap akan mendapatan angin segar saat bertemu dengan calon kolega baru mereka pada pernikahan Elina dan Dave nanti.


Anggun akan pergi bersama Nathan dan Nikita. Semenjak Nathan mengumumkan menikahi Nikita secara resmi melalui media dan telah disetujui oleh Anggun tidak ada lagi kendala saat mereka tampil bertiga.


Sayangnya Nathan tidak pandai berpura-pura sehingga siapapun dapat melihat dengan jelas jika lelaki itu suka mengabaikan Anggun dan lebih mementingkan Nikita. Ia lebih memilih berada disamping Nikita dibandingkan Anggun dalam pertemuan keluarga sekalipun.


***


H - 4


Nathan dan Nikita telah terbang ke Singapura terlebih dahulu. Mereka menikmati kehidupan mereka sebagai pasangan suami istri. Anggun akan menyusul pada saat puncak hari H. Ia tidak bisa meninggalkan Nathasa terlalu lama karena Nathasa baru berusia 3 bulan dan rentan.

__ADS_1


Organ dalam tubuh bayi kecil itu tumbuh dengan tidak sempurna, sejak kecil anak itu hanya memiliki satu fungsi ginjal dan gejala leukimia. Anggun telah mendaftarkan Shasa untuk mencari donor sedini mungkin agar bisa menjalani operasinya saat kondisi Shasa telah memungkinkan.


Pengobatan Shasa menelan banyak biaya, Ibu Widya juga tidak segan mengeluarkan biaya berapapun untuk mengobati cucunya. Kebetulan ia menerima undangan dari keluarga Gunadya, moment ini ia manfaatkan untuk menghubungi keluarga terkenal itu untuk membantu cucunya.


Anggun memaksakan diri datang walaupun hanya pada puncak acara saja, ia tidak mempedulikan Nathan dan Nikita yang datang bergandengan tangan bahkan publik kebingungan mengira Nikita adalah istri pertama Nathan.


Hari H Pernikahan.


Pelaminan Elina dan Dave tampak sangat menawan, dekorasinya mewah dan elegan membuat siapapun kagum dengan apa yang dilihatnya.


Suasana dominan dengan mawar putih membuat semuanya terlihat seperti lautan mawar putih dan iringan musik romantis membahana disemua tempat membuat Niki agak iri apalagi pernikahannya hanya sederhana terkesan buru-buru karena Nathan menginginkannya sah sebagai istrinya.


" Kita akan buat resepsinya seperti ini sayang " Bisik Nathan.


Wajah Niki memerah malu begitu mengetahui isi hatinya dibaca Nathan. Ia mencubit pinggang Nathan dengan mesra.


Anggun datang sendirian dengan percaya diri pada acara itu. Nathan melihatnya sekilas namun tidak peduli walaupun semuanya mengomentari jika putri dari keluarga Bumiwardoyo secantik bidadari.


Kehadirannya menarik perhatian wartawan Indonesia pasalnya Anggun tidak pernah secara resmi tampl lagi dipublik semenjak kasus video panasnya kemarin.


" Iya Bidadari berhati Iblis " Desis Nathan.



Anggun telah mengantongi nama-nama dokter yang harus ia temui hari ini namun sayangnya semuanya terlihat sibuk. Tidak ada yang mau sekedar berbasa basi dengan Anggun.


Ibu Sekar memperhatikan dari jauh kondisi Anggun sambil tersenyum sinis, sekian lama akhirnya wanita itu dapat melihat pembunuh anaknya secara langsung. Amarah langsung menggelegak didadanya mengingat kematian putranya dan Anggun melarikan diri dengan sahabat putranya.



( Visual Ibu Sekar Pramidita, Semoga cocok hehehe)


MC memberitahukan kedatangan pengantin, Acara dimulai dengan kedatangan para bridesmaid yang mengenakan pakaian silver dan membawa buket bunga.



Semua mata tertuju pada kedatangan iring-iringan pengantin disusul Dave dan Elina dengan wajah bahagia. Dave tampak menggendong Daffa. Semuanya melempar senyum ke semua tamu.


Edgard mengambil Daffa dari pelukan Dave agar Dave dan Elina dapat melakukan prosesi pernikahan mereka dengan lebih khimad.

__ADS_1


Nathan bak tersengat listrik melihat wajah Elina, Ia bahkan tanpa sadar langsung melepaskan gandengan Nikita saat Elina dan Dave melewatinya. Tidak hanya Nathan, Anggun juga tidak kalah kaget melihat Embun kakak angkatnya.


" Embun? " Kata mereka dalam hati.


Ibu Sekar lebih dapat mengatur ekpresinya tak kala melihat Elina, senyuman yang terhias diwajahnya kian melebar saat melihat Anggun pucat menatap Embun.


" Cari tahu informasi mengenai Elina Gunadya " Bisik Ibu Sekar pada Asisten pribadinya.


Sang Asisten mengangguk dan pamit menghilang entah kemana. Wanita cantik itu mendekati pengantin dan memberinya ucapan selamat.


" Kuucapkan selamat berbahagia untuk kalian berdua " Kata Ibu Sekar mengangkat segelas minuman sebagai tanda penghormatan.


Dave mengangguk, Elina meminta izin untuk mendekati ibu Sekar pada sang suami.


" Kukira kau akan berpura-pura tidak mengenalku" Kata Ibu Sekar tersenyum.


" Tidak Nyonya, Anda telah menyelamatkan saya dari penderitaan hingga saya menemukan kembali keluarga kandung saya, bisakah saya memeluk anda ? " Tanya Elina.


Ibu Sekar mengangguk dan memeluk pengantin wanita itu sambil mengusap punggungnya.


" Tidak masalah, aku melakukannya karena ada yang memintaku. Yah anggap saja aku menolongmu untuk menolong diriku sendiri. Sungguh tidak disangka nasibmu sangat beruntung setelah meninggalkan keluarga Bumiwardoyo dan oh ya kebetulan sudah bertemu, sebetulnya aku telah menyediakan hadiah pernikahan untuk kalian namun sepertinya hadiah itu tidak akan terlalu spesial, jadi aku akan memberimu hadiah yang lain " Kata Ibu Sekar secara misterius.


Ibu Sekar sebenarnya memberikan satu set perhiasan berlian untuk Elina sebagai hadiah pernikahan dan hadiah itu telah diberikan pada panitia acara. Ditempat itu ada tradisi mengumumkan hadiah-hadiah besar dari kolega sehingga siapapun yang memberikan hadiah mahal akan diumumkan oleh panitia acara.


Ibu Sekar menelpon asistennya beberapa saat dan tak lama Sang asisten itu datang membawa sebuah tablet pribadi dan diberikan pada tuannya.


Elina terkejut hingga menitikkan airmatanya melihat apa yang ada dalam tab itu.


" Anggap saja ini hadiah untukmu" Kata Ibu Sekar tersenyum.


Elina tidak dapat menahan tangisnya dan memeluk wanita didepannya itu. Dave mendekati karena khawatir melihat Elina menangis.


" Terima kasih Nyonya, Terima kasih..." Katanya dalam tangisnya.


" Ada apa? Tidak terjadi sesuatu kan? " Tanya Dave cemas.


Elina dan Ibu Sekar tersenyum menatap Dave yang kebingungan melihat keduanya.


***

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2