Embun Dari Langit

Embun Dari Langit
Harapan untuk Silvia Part II


__ADS_3

 


 


***


" Maksudnya? Apa dia mantan pacarmu? " Tanya Dave.


Edgard terkekeh mendengar candaan sahabatnya itu, bagaimana Dave bisa mengira hal seperti itu sedangkan kesehariannya bersama Dave dirumah sakit.


" Bukan " Jawab Edgard langsung.


" Lalu? "


" Dia adalah kakak ipar Nathan Wijaya, pria brengsek itu " Kata Edgard.


Ia telah mengharamkan dirinya untuk menolong siapapun yang ada hubungannya dengan Nathan Wijaya ataupun keluarga Bumiwardoyo. Makanya ia menolak saat dokter Irene merekomendasikan pasangan Wijaya itu padanya. Siapapun yang berhubungan dengan orang yang menyakiti adiknya tidak pantas ditolong olehnya.


Dave terdiam, ia tahu seberapa keras Edgard jika sudah memutuskan sesuatu. Ini sangat bertentangan dengan sumpah kedokteran yang diucapkan tetapi bagaimanapun itu Dave sangat mengerti dengan keputusan Edgrad.


***


Keesokan harinya


Suasana pagi yang damai, Elina dan keluarganya sedang sarapan pagi sambil bersenda gurau. Rumah itu tidak terlalu besar dan juga tidak kecil, untuk membersihkan rumah Dave menyewa dua asisten rumah tangga yang akan datang setiap pukul 06.00 dan pulang pada pukul 18.00.


Ting Tong


Suara Bel pintu mengalihkan perhatian empunya rumah, Elina meminta asisten rumah tangganya untuk membukakan pintu.


" Nyonya ada tamu, beliau adalah suami dari penabrak mobil tuan begitu katanya." Kata ART tersebut.


Elina dan Dave saling menatap. Elina tidak tahu siapa tamunya terkejut melihat adanya kemiripan wajah Nathan dengan pria didepannya. Dadanya langsung bergemuruh akibat terkejut.


Pria itu menyadarinya, " Anda tidak apa-apa, nyonya? " Tanya Pria itu.


Elina menggelengkan kepala dan mempersilahkan orang itu duduk. Dave muncul bersama Daffa menemui pria itu.


" Ada yang bisa dibantu, Tuan? " Tanya Dave.


" Nama saya Stephan Wijaya, suami dari wanita yang menabrak mobil tuan Dave, saya meminta maaf dan akan mengganti semua perbaikan " Kata Stephan.


Elina melihat keseriusan pria tadi namun membiarkan suaminya yang bicara terlebih dahulu.

__ADS_1


" Soal perbaikan tidak perlu tuan, Mobilku sudah dicover asuransi"  Jawab Dave.


" Istri saya terlalu mengharapkan keberhasilan bayi tabung kami, saya meminta maaf karena keputusasaannya nyaris mencelakai kalian, ia sangat menyesal ketika mengetahui nyaris melukai kalian " Kata Stephan.


Elina jatuh iba.


" Masih ada harapan sebenarnya, berdasarkan hasil pemeriksaan kemarin kalian masih bisa memperoleh anak secara alami " Kata Elina.


" Bisakah? " Stephan tampak tidak percaya.


" El, kakakmu tidak menyetujui hal ini mereka adalah keluarga Wijaya "Kata Dave berbisik pada Elina tetapi nampaknya Stephan juga dapat mendengarnya.


" Saya hanya bisa pasrah dengan kondisi kami tetapi sepertinya keluarga kami telah melakukan sesuatu yang tidak berkenan pada kalian, bisakah saya tahu ada masalah apa yang ditimbulkan oleh keluarga kami " Tanya Stephan.


Dave dan Elina saling menatap, mereka tahu jika orang didepannya tidak bersalah sama sekali. Tidak pantas rasanya jika harus menanggung akibat dari perbuatan yang tidak dilakukan.


Dave memberikan Daffa pada Stephan, Pria itu agak gugup menggendong bayi lelaki kecil itu. Ia menatap bayi itu dengan pandangan jatuh cinta.


" Mungkin anda sudah mengetahui jika Edgard Gunadya(Dokter kandungan)  menolak menangani kalian, Anda mungkin tahu jika Elina, istri saya adalah adik kandungnya. Lalu apa anda tahu siapa anak yang anda gendong itu? " Tanya Dave.


Dave meminta Elina untuk membawa Daffa bermain dikamarnya. Pria itu tidak ingin membuat istri dan anaknya berada disituasi yang tidak nyaman disaat ia bicara dengan Stephan.


Stephan menatap bingung, ia tidak mengerti arah pembicaraan pria didepannya.


" Apa maksud anda? " Tanya Stephan setelah memastikan Elina dan anaknya sudah tidak berada diruangan yang sama. Lelaki itu paham, sepertinya Dave sedang menunggu hingga istrinya pergi.


" WHAT? Bagaimana mungkin?" Tanya Stephan tidak mengerti.


" Nathan memperkosanya, terus terang aku tidak tahu bagaimana hidupnya sebelum bertemu denganku. Pertemuan kami sangat dramatis, aku menemukannya tergeletak dijalanan dalam kondisi merenggang nyawa pendarahan hebat dan koma, Daffa lahir dengan saat Elina tengah koma. Aku memahami jika kau kakaknya tidak punya kaitan dengan masalah ini tetapi sebagai kakak Elina, Edgard tidak akan berhubungan dengan orang yang mempunyai kaitan dengan pemerkosa adiknya"


Wajah Stephan memerah menahan emosi, ia bukan marah pada Dave tetapi pada Nathan. Tidak disangkanya adiknya telah merusak kehidupan seorang gadis dan malah berbahagia dengan dua istrinya sekarang.


" Cukup Tuan, saya paham! saya malu dengan apa yang dilakukan adik saya, tolong sampaikan permintaan maaf kami yang sedalam-dalamnya atas penderitaan istri anda, saya dapat memaklumi tindakan dokter Edgard sekarang"


Stephan pamit, lelaki itu terpukul dengan kenyataan yang baru diketahuinya. Dave tidak akan mungkin berbohong. Jika itu memang alasan keluarga Gunadya dan seluruh yang berkaitan dengan keluarga itu menolak untuk menolongnya dan sang istri dirasa sangat wajar, sebagai orang yang berpendidikan tinggi, ia dapat memaklumi hal itu.


Lelaki itu menuju rumah sakit menunggui sang istri. Elina malah menelpon kakaknya dan meminta untuk menolong Silvia. Perlu waktu seminggu untuk membujuk kakaknya itu agar bersedia menolong.


" Kenapa kau masih mau menolong mereka? " Edgard menatap galak.


" Kakak, mereka tidak bersalah, demi aku " Pinta Elina.


Edgard luluh walaupun menggerutu akhirnya menuruti permintaan Adiknya. Elina menunda kepergiannya ke Harvard selama 2 minggu. Sebenarnya Elina bisa secara langsung memberikan solusi untuk Stephan dan Silvia, namun ia belumlah menjadi dokter tidak bisa menangani pasien.

__ADS_1


Stephan dan Silvia terlihat sangat bahagia ketika Edgard menyetujui prosedur pengobatan yang dilakukan pada keduanya. Elina dan Edgard saling berkonsultasi mengenai cara  yang tepat untuk mengobati pasangan itu.


Elina menemukan masalah pada Stephan dan Silvia. Edgard akan memantau proses selanjutnya setelah Elina berangkat ke Harvard.


Proses pemulihan Silvia lebih cepat dari yang diperhitungkan, harapan untuk mendapatkan keturunan membuat wanita itu berusaha lebih keras lagi.


***


Elina dan keluarga kecilnya berangkat ke Harvard selama dua tahun. Banyak ilmu dan pengalaman yang didapatnya. Kemampuan belajar Elina sangat memukau para dosennya. Tidak sedikit bahkan ada yang menjadikannya sebagai partner penelitian.


Sementara Dave dan Daffa selain menemani Elina mereka sibuk dengan kegiatan mereka. Dave tidak membuka praktek di Amerika, ia fokus dalam perawatan Daffa. Sedangkan Bocah itu tumbuh menjadi anak cerdas dan sangat suka merekam kegiatannya. Oleh Dave secara iseng dibuatkan Chanel Youtube siapa sangka chanel ayah anak ini malah populer dikalangan Netizen.


Dave mempraktekkan cara merawat anak untu para ayah dan Daffa juga tidak kalah selalu mengupdate kegiatan hariannya dari yang sederhana hingga caranya belajar membaca diusianya yang ke 2 tahun ( Padahal nyatanya Daffa sudah mahir membaca sebelum usianya 2 tahun) Hanya untuk membuatnya tidak terlalu menonjol dimata Netizen.


Banyak yang menjadi penggemar dari ayah dan anak ini. Sesekali Elina nampak sedetik dua detik dalam chanel ayah anak itu tidak terlalu menonjol seperti Dave dan Daffa. Mereka hidup bahagia seperti keluarga biasanya pada umumnya.



***


Empat bulan setelah terapi yang diberikan Elina via Edgard , Silvia akhirnya positif hamil. Airmata Silvia tidak berhenti mengalir mengabarkan pada sang suami jika ia telah positif mengandung. Stephan langsung menelpon Dokter Edgard untuk berterima kasih.


" Jangan senang dulu, kehamilan masih sangat muda. Bisakah kalian ke Rumah sakit Harapan sekarang? Aku akan memberikan jadwal yang harus dilakukan oleh kalian " Kata Edgard dengan respon datar.


Stephan telah terbiasa dengan wajah dingin Edgrad. Ia tahu tidak mudah menolong seseorang yang ada hubungan dengan pemerkosa adiknya. Silvia juga telah mengetahui hal ini dari suaminya.


Sesampainya dirumah sakit, Edgard memberikan jadwal kunjungan dokter dan nomor darurat yang bisa dihubungi sewaktu-waktu lalu beberapa catatan yang harus dilakukan selama 4 bulan ke depan, Stephan sampai menganga begitu rincinya Edgard membuat jadwal kegiatan itu dengan detail dari jadwal makan hingga jadwal berhubungan badan dengan sang istri.


" Lakukan saja jika ingin berhasil, aku akan menghadiri sebuah konferensi dokter tingkat dunia kemungkinan akan memakan waktu sekitar 2 bulanan tetapi bisa lebih aku tidak bisa memastikan bisa dihubungi setiap saat jadi kuberikan nomor darurat ini khusus jika situasi darurat, Ingat hanya dalam kondisi darurat"


Stephan dan Silvia mengangguk, dokter didepannya memang dingin namun peduli pada mereka.


" Terima kasih atas bantuannya dokter " Kata Silvia.


" Aku tidak melakukan hal ini untuk kalian, Lakukan saja sesuai yang kutulis diagenda itu. Semua tergantung kalian, ada asistenku yang akan memantau kalian setiap saat " Kata Edgard.


Pasangan suami istri itu mengangguk dan kembali ke rumah dengan suka cita. Mereka mengabari Ibu Widya mengenai kehamilan Silvia.


***


BERSAMBUNG


Pagi hingga Siang brasa oleng, Malam mood alhamdulillah membaik hingga bisa mengetik. Nayya juga telah mengerem menerima jahitan takut ga selesai karena mood yang berubah-ubah. Ternyata kuncinya hanya makan saja wkwkwkw astaga mungkin dalam berapa bulan ini Nayya akan mengalami lonjakan berat badan. hehehehe

__ADS_1


Terima kasih banyak buat para pembaca atas doa yang dipanjatkan :)


Makasih banyak


__ADS_2