Embun Dari Langit

Embun Dari Langit
Kenyataan Pahit


__ADS_3

***


Nathan berangkat keesokan paginya mengejar pesawat pagi meninggalkan Anggun masih pulas ditempat tidur.


Pagi itu Embun merasa terlalu lelah untuk menarik orderan. Kandungannya memang masih cukup rawan sehingga ia sangat hati-hati sekali, entah mengapa dalam ingatannya terlintas kata-kata orang berpakaian serba putih mengenai tips dan trik merawat kandungan dengan baik.


Embun merasa heran dengan ingatan-ingatan itu namun nalurinya memutuskan untuk mengikuti saja ingatan itu.


***


Dilain tempat.


Disebuh rumah mewah seperti istana, Seorang pria berpakaian rapi serba moca dari atas ke bawah datang menemui pemilik rumah, wajahnya nampak sangat gembira.


" Lapor nyonya, Orang pintar itu telah ditemukan " Kata Pria itu.


" Bagus, segera antar aku ke sana! " Wanita paruh baya itu berdiri.


" Jangan buru-buru Nyonya" Cegah pria itu.


" Aku tidak ingin menunda lagi, orang ini terlalu licin sangat susah untuk ditemui " Kata Nyonya itu.


" Kali ini tidak nyonya! Paranormal ini yang meminta untuk bertemu dengan nyonya, ia tahu nyonya sedang mencarinya "


Pria itu kemudian memberitahukan jika paranomal atau orang pintar yang dicarinya akan menemuinya esok malam ditempat yang sudah ditentukan. Nyonya itu menghela napas tidak sabar berharap waktu yang dijanjikan sudah tiba.


Keesokan harinya pada waktu yang dijanjikan, sesuai dengan janji, sang Nyonya bertemu dengan paranormal yang dicarinya.


Suasana tempat sangat terasa sangat dingin dan menyeramkan membuat pria yang mengantar sang nyonya berkali-kali mengelus tengkuknya karena merinding.


" Selamat malam Nyonya" Sapa orang pintar itu dengan sopan.


Nyonya tersebut juga ikut merinding dengan suasana tempat sang paranormal.


" Langsung saja anda pasti sudah tau kenapa saya mencari anda" Kata Sang Nyonya berusaha menepis rasa tidak nyaman yang datang.


Paranormal itu mengangguk sudah cukup untuk memberitahu jika ia tahu kedatangan wanita didepannya.


" Kataka bagaimana cara keluarga Bumiwardoyo bisa bertahan" Tanya sang Nyonya.


Pria yang disapa Paranormal itu menghela napas dengan ekpresi sedihnya.

__ADS_1


" Saya meminta anda ke sini sebenarnya karena alasan rasa bersalah dan saya merasa anda orang yang tepat untuk membantu saya " Kata Paranormal itu.


Sang Nyonya ternganga ! Bagaimana mungkin seorang yang dianggap bisa menerawang masa depan dan mempunyai kelebihaan bisa mencarinya dan meminta bantuannya.


" Apakah nyonya bersedia membantu saya? saya yakin anda tidak akan rugi"


" Bantuan apa? " Tanya sang Nyonya waspada


Paranormal itu memperbaiki posisi duduknya. Masih dengan wajah sedihnya ia memulai cerita


Dimana saat pertama kali ibu Kumala Bumiwardoyo datang meminta saran mengenai tidak kunjungnya ia mempunyai cucu dari menantunya.


Ibu Kumala curiga jika menantunya mandul namun sang paranormal melihat sesuatu yang berbeda. Ia menyarankan untuk mengambil anak pancingan.


" Haruskah mengambil anak pancingan?" Tanya Ibu Kumala.


Paranormal itu mengangguk, ia menuliskan alamat panti asuhan dan diberikan pada Ibu Kumala. Disanalah pak Wijaya dan Ibu Ningsih mengadopsi Embun.


Paranormal itu terkejut dengan pemilihan Embun sebagai anak adopsi keluarga Bumiwardoyo. Padahal Paranormal itu sudah jelas menuliskan ciri-ciri anak yang harus diadopsi, sayangnya Pak Wijaya malah memilih Embun.


" Hemm Anak ini akan menjadi pembawa keberuntungan jika mereka  merawatnya dengan baik" Cerita paranormal itu.


Sayangnya kenyataannya Embun diperlakukan dengan buruk bahkan sampai kehilangan Mata dan ginjalnya. Paranormal itu tidak tega meramal nasib Embun ke depannya.


" Apa hubungannya dengan keinginanku untuk menghancurkan keluaga Bumiwardoyo? " Tanya sang Nyonya.


Paranormal itu maklum dengan ketidaksabaran wanita cantik didepannya itu, dari wajahnya memang terlihat dendam kesumat yang membara.


" Buat gadis itu meninggalkan keluarga Bumiwardoyo dengan sukarela maka keluarga itu akan hancur dan tidak bisa bangkit lagi! " Kata Paranormal tersebut.


" Bagaimana bisa? Siapa gadis itu? " Tanya Sang Nyonya mulai tertarik.


" Nama Gadis itu Embun! Anda bisa memulai dari sini jika anda ingin petunjuk mengenai cara menjauhkan gadis itu dari Keluarga Angkatnya" Kata Paranormal itu.


Nyonya itu mengangguk dan segera meninggalkan tempat paranormal itu.


" Maafkan aku, Nak! Ini adalah satu-satunya cara menebus dosaku menolong keluarga Bumiwardoyo, aku bisa mati dengan tenang sekarang" Kata sang Paranormal lalu menutup mata dan menghembuskan napasnya yang terakhir.


Sang Nyonya itu adalah Sekar Pramidita, Ibu dari Sean mantan pacar Anggun yang meninggal Overdosis. Ia memerintahkan orangnya untuk menyelidiki semua tentang Embun dan tempat yang ditunjukkan oleh sang paranormal tersebut.


Berkat kekuasaannya informasi yang diinginkan langsung tersedia dalam 2 jam.

__ADS_1


" Oh jadi gadis ini yang jadi kambing hitam pengganti Anggun tempo hari! Tidak kusangka mereka mengorbankan anak adopsi mereka untuk menyelamatkan anak kandung mereka... Lihat ini! Mata dan Ginjalnya juga diambil! Hmmm..."


Ibu Sekar membaca lembaran informasi yang diterimanya.


" Astaga...jadi gadis ini dipersiapkan jadi donor Anggun rupanya" kata ibu Sekar.


sebuah kertas jatuh dan dipungut oleh ibu Sekar. Wanita itu langsung tegang saking kagetnya.


" Dia hamil? diperkosa tunangan Anggun? aku tidak mengira gadis ini benar-benar sengsara disana..sungguh keberuntungan jika ia masih bertahan hidup sampai sekarang, jika ia adalah jalan kehancuran Bumi Wardoyo maka aku harus menyelamatkan gadis itu"


Wanita itu menelpon seseorang dan menanyakan alamat yang diberikan oleh paranormal tadi. Setelah yakin, ia minta diaturkan pertemuan dengan Embun, makin cepat makin baik.


***


Embun terkejut mendapatkan sebuah telepon misterius yang memintanya untuk datang ke sebuah tempat.


" Kalau kau tidak mau menyesal silahkan datang ke tempat XXX" kata orang misterius.


Embun mengenal baik tempat yang disebutkan itu. tempat itu adalah panti asuhan tempat nya dibesarkan.


Dengan segera ia naik motor dan menuju tempat itu. alangkah terkejutnya gadis itu melihat panti asuhan nya sudah tidak ada lagi.


" Kau sudah tiba?" Sapa ibu Sekar.


Embun belum dapat menggambarkan keterkejutannya melihat pantinya kini berubah menjadi sebuah kafe yang ramai dikunjungi orang.


" Terkejut? panti asuhan sudah tidak ada lagi sejak 10 Tahun lalu... tanah ini sudah dijual pada rekan Bisnisku" kata wanita paruh baya namun masih cantik menawan.


" Ja-jadi? kemana pemilik panti dan teman-temanku yang lain? selama ini aku mengirimkan uang setiap bulannya ke rekening panti"


Seluruh tubuh Embun bergetar, rasa marah mulai merasuk hingga urat nadinya. Ketika Ibu Sekar menunjukkan bukti bahwa keluarga Bumiwardoyo telah menggusur dan menjual lahan panti karena Anggun tidak suka adanya panti itu.


Pemilik panti meninggal karena serangan jantung sedangkan anak-anak panti bercerai berai entah bagaimana nasibnya dan yang paling menyakitkan adalah kenyataan jika uang hasil kerja keras Embun selama bertahun-tahun hanya menjadi uang jajan Anggun karena Nenek Kumala mengalihkan dana direkening panti atas nama Anggun.


Bodohnya Embun tidak mencari tahu keberadaan saudara-saudaranya. Airmata menetes penyesalan yang tiada kira dirasakan gadis itu, kenapa ia tidak mencari tahu? kenapa ia percaya saja jika saudara-saudara nya akan aman jika ia terus berada di keluarga Bumiwardoyo.


Rasanya ingin berteriak...


Seluruh tubuhnya gemetar...


***

__ADS_1


BERSAMBUNG


note: maaf tadi terupdate padahal hilang sepotong halamanya 🙏😊


__ADS_2