
***
Tatia mengendap-endap ke atas masuk ke kamar Dave, Kamar itu biasanya memang tidak dikunci karena Sanja atau ibu Danum selalu membersihkan kamar itu ketika pemilik kamar tidak berada dikamar.
Tatia langsung merasakan kenyamanan ketika masuk ke dalam kamar itu
Kamar itu tidak memiliki banyak perabotan namun kesan nyaman dan hangat sangat terasa dalam ruangan itu.
Tatia telah memberitahu Sanja jika ia akan membersihkan kamar atas sebagai balas Budi pada tuan rumah yang menampungnya. Sanja merasa tidak enak akhirnya hanya mengangguk saja.
Kamar itu tidak memerlukan banyak tenaga untuk membersihkan, Tatia tergoda melihat-lihat kamar itu hingga ke kamar mandi.
" Dokter Dave akan kembali sebentar lagi" Kata Tatia.
Ia bergegas membuka pakaiannya lalu mandi dan menyemprotkan parfum Elina ke tubuhnya. Jubah mandi putih yang biasa dipakai Elina terlihat sangat pas ditubuhnya.
Tatia mendengar suara mobil samar-samar dari bawah membuatnya semakin berdebar kencang.
" Ini harus ditutupi " Kata Tatia saat melihat bekas kissmark berwarna keunguan diarea lehernya.
Matanya menangkap foundation milik Elina dimeja rias. Lalu segera melancarkan aksinya.
Klik...
Pintu terbuka.
" Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Dave menghardik.
Tatia terkejut namun senang. Dave sekarang tengah berada didepan pintu. Ia melangkah segemulai mungkin mendekati Dave.
" Kalau mau merayu suami orang jangan terang-terangan didepan istrinya " Tegur suara wanita dari belakang Tatia.
Asli! Tatia terlonjak kaget melihat Elina tengah berdiri didekat lemari pakaian. Gadis itu tidak mengetahui jika Elina sejak tadi memang telah berdiri disitu sambil mengawasinya. Elina sebenarnya telah berada dikamar itu sejak Tatia dikamar mandi, Wanita itu sangat terkejut mengetahui jika ada wanita lain yang tengah mandi dan memakai pakaiannya bahkan dengan tanpa beban menggunakan parfum dan make up.
Tatia seperti kucing basah tertangkap. Dirinya harus memikirkan sesuatu yang membuat pasangan didepannya tenang.
" Saya hanya membersihkan kamar ini dan merasa kotor jadi sekalian mandi " Jawab Tatia senatural mungkin.
" Mungkin ada sesuatu yang kau lupakan nona, kau hanya tamu disini. " Kata Elina tajam.
Tatia menelan ludah saking gugupnya, Tatapan mata Elina begitu menusuk.
" Ganti pakaianmu dan kurasa kau sudah cukup sehat, aku sudah memberitahu pamanmu juga " Kata Dave.
__ADS_1
Tatia tak bisa berkata apapun lagi, mau membantah namun tatapan elang dari Elina menciutkan nyalinya. Dengan wajah memerah ia keluar kamar dan berganti baju.
Elina membuang sejumlah parfum dan make up yang disentuh Tatia ( yang sempat terlihat tadi saat digunakan) Ia juga meminta Sanja untuk membuang handuk dan semua peralatan dikamar mandi.
Pagi itu juga Elina merubah dekorasi kamarnya. Dave tau sang istri cemburu berbunga-bunga.
***
Flashback On
Elina membuat kejutan pada suaminya dengan pulang pagi-pagi sekali, Kiara dan Daffa sudah dapat tertangani dengan baik.
Daffa dan Kiara tertidur sepanjang perjalanan Jakarta - Banjarmasin, Elina datang ke rumah. Setahu wanita itu suaminya sedang piket jadi kemungkinan akan pulang pagi, Situasi rumah disaat pagi hari sangat tenang dan sunyi, Daffa dan Kiara langsung dibawa masuk ke kamar Bi Andrea, dikamar itu memang disediakan tempat khusus untuk berbaring jika anak-anak Elina ingin bersama Pengasuhnya.
" Nyonya " Sanja menyambut Elina dengan ramah.
Ibu Danum langsung ke dapur membuatkan sarapan lebih awal dan menyajikan teh. Sanja memberitahu jika dikamar Atas sedang dibersihkan oleh Tatia. Kening Elina berkerut,
" Tatia? kenapa dia yang membersihkan?" Tanya Elina heran.
" Itu ... anu nyonya maaf nona Tatia memaksa katanya tidak enak tinggal gratis tapi saya tidak pernah memaksa nyonya" Kata Sanja pucat.
Elina hanya mengangguk walaupun kurang senang ada wanita lain masuk ke kamarnya. Ia masuk perlahan ke kamarnya, ia mendengar suara percikan air
" Apakah Tatia membersihkan toilet? " Elina agak penasaran namun tidak masuk. Ia memilih ke arah lemari pakaian untuk mencari baju ganti.
Elina melihat wajah Dave dan menanti reaksi sang suami.
Flashback end
***
Tatia segera angkat kaki dari rumah itu, Sanja diperingatkan agar tidak sembarang lagi mengizinkan siapapun masuk ke kamar pribadi milik Elina dengan alasan apapun. kejadian tadi sangat memalukan.
" Kurasa wanita itu sudah terlalu obsesi padamu, suamiku" Kata Elina agak kesal.
Padahal tadinya ia ingin mengejutkan suaminya malah dirinya yang terkejut dengan kenekatan Tatia.
" Aku akan melaporkan kelakuannya pada pamannya, tidak kukira ada yang senekat itu merayu pria zaman memang sudah edan.. " Dave menggelengkan kepalanya.
***
Hari kebetulan hari Minggu Dave memutuskan untuk mengajak Elina dan anak-anak untuk jalan-jalan. Sayangnya Bi Andrea keberatan karena Daffa dan Kiara belum sembuh betul.
" kalian saja berdua " Kata Bi Andrea
__ADS_1
Dave menatap Elina, Ia tahu istrinya berat meninggalkan anak-anaknya. Pria itu tidak memaksa.
" Baiklah kami tidak akan lama, Bi" Kata Elina.
Dave tersenyum, ia bisa jalan berdua dengan sang istri. Sejak mereka di Banjarmasin ini adalah kali pertama kedua jalan bersama. Dave lepas piket hari ini, ia masih punya waktu sampai sore hari untuk santai bersama sang istri.
Keduanya berjalan menuju sebuah Mall dan menikmati sarapan pagi disana lalu keliling sebentar menikmati udara pagi dan kembali ke rumah pada jam 11.00. Elina kepikiran Asi untuk Kiara yang tidak cukup.
Dave lega, istrinya tidak mencurigai dirinya gara-gara Tatia tadi. Elina sangat mempercayai kualitas sang suami tidak akan terjebak mencari 'permen' diluar sana.
***
Sore hari diruangan Dave dirumah sakit.
" Mau apa lagi kamu ke sini?" Tanya Dave dingin.
Tatia datang menemui Dave diruang kerjanya, gadis itu hendak menjelaskan mengapa ia berada dikamar mandi atas.
" Tidak ada yang perlu dijelaskan, silahkan keluar ruangan" Kata Dave.
" Tapi Dokter..." Tatia tetap memaksa untuk menjelaskan.
" Saya melakukan ini karena saya menyukai dokter " Kata Tatia.
Dave kesal mendengarnya.
" Apa aku harus membalas semua rasa suka orang padaku? Yang suka padaku banyak " Sahut Dave
("Cah ileh..pedenya dokter Dave π ")
" Dokter, saya tulus " Kata Tatia.
Dave semakin berang mendengarnya, apa sih yang dipikirkan wanita zaman sekarang? Memang rasa suka bisa dipaksakan?. Dunia sudah semakin tua πππ
" Aku tidak peduli, pergilah! " Jawab Dave.
Tatia mulai menangis membuat Dave urung berkata semakin keras. Gadis itu keluar ruangan dalam keadaan menangis. Dave menghembuskan napas lega.
Perhatiannya teralih pada panggilan darurat dari ruang UGD. Ada pasien anak yang digigit Ular. Dave segera ke ruangan UGD tanpa buang waktu lagi.
***
Bersambung
π₯Ίπ₯Ίπ₯Ί
__ADS_1
Akhirnya bisa Up lagi, maaf sekali baru bisa up. Bagi waktu sambil jaga kesehatan sangat susah, ππ terimakasih atas doa dan dukungan dari para pembaca sekalian.