Embun Dari Langit

Embun Dari Langit
Menata Hidup baru


__ADS_3

***


Sejenak ruangan menjadi sunyi karena perkataan Embun.


Edgard mendekati adiknya untuk memastikannya.


" Kau mengenaliku? " Tanya Edgard.


Mata Embun menatap haru, ia mengenali Edgard. Pukulan keras dari Anggun kemarin membuat ia mengingat memorinya yang hilang dulu.


Ia mengenali Edgard walaupun keduanya terpisah saat Embun 3 tahun dan Edgard 5 tahun.


Embun mengulurkan tangan memeluk kakaknya, tangisnya pecah sekian lama menderita di luar sana membuatnya sangat bahagia ternyata ia ditemukan oleh kakak kandungnya.


Jangan heran mengapa Embun masih mengenali Edgard karena Embun memiliki ingatan grafik, ia tidak mudah melupakan apa yang ia lihat sejak kecil.


Benturan yang dirasakannya saat melarikan diri dari penculik membuatnya lupa sebagian kemampuannya.


Hanya ia tetap lebih cerdas dari anak seumurannya.


" Sudah tidak apa-apa ...kau sudah kembali sekarang" Kata Edgard.


Embun lega telah mengingat potongan yang hilang dari dirinya. Ia diberitahu sang kakak jika  telah melahirkan seorang anak lelaki.


" Kakak sudah menyiapkan semuanya untukmu, operasi mata dan ginjal juga...kau harus lebih sehat sekarang untuk menjalaninya "


Embun mengangguk.


Bayi kecilnya diantarkan oleh Dave padanya. Embun melihat adanya kedekatan putranya dengan dokter Dave.


" Terima kasih dokter, anda telah merawat bayiku " Kata Embun.


Daffa tersenyum ketika berada digendongan ibunya. Bayi kecil itu bahagia ibunya telah kembali dengan selamat.


Dave terlihat tidak rela meninggalkan bayi kecil itu pada ibunya namun segera pamit pergi bersama Edgard.


Embun menyusui putranya, ia mencoba membangun hubungan batin dengan sang putra. Ada rasa tidak percaya kini ia seorang ibu, terlalu cepat hingga gadis itu merasa seperti mimpi saja.


" Mari kita hidup mandiri putraku! kita akan hidup bersama saling bergantung" Kata Embun membelai kepala Daffa sedangkan Daffa hanya menatap ibunya sambil menyusui.


***


Embun dibawa ke kediaman Gunadya 2 minggu kemudian pasca operasi. Ini adalah jalan Tuhan untuknya menemukan keluarganya yang hilang.


Begitu banyak waktu yang terlewati, Embun juga sudah diberitahu mengenai kematian saudari kembarnya.


Embun kini menyandang kembali namanya sebagai Elina Gunadya. Keluarganya telah mengetahui semua yang terjadi pada Elina (Mulai sekarang Embun resmi berganti nama menjadi Elina) selama hilang di Indonesia.


Tidak terkatakan murkanya Edgard saat mengetahui semuanya. Dave juga terusik hatinya membaca rekam medis Elina yang telah mengalami prosedur operasi dan perawatan asal-asalan.

__ADS_1


" Aku tidak terima apa yang mereka lakukan! Berani-beraninya mereka menganiaya adikku "


Edgard menegang nyaris memecahkan gelas yang ada ditangannya. Ibunya menenangkan sang putra agar tidak mengganggu istrahat Elina dan putranya.


" Kita akan buat perhitungan dengan mereka " Kata Ayah Edgard.


" Iyah tapi sebaiknya sekarang kita fokuskan dulu perhatian kita pada Elina, Ia belum lama bangun dari komanya belum lagi cucu kita! " Kata Sang Ibu.


Ayah dan Edgard terdiam.


" Aku setuju, maaf aku ikut campur tetapi harap diingat Elina sedang dalam pemulihan operasi dan bulan depan ia akan menjalani bedah plastik dibeberapa bagian tubuhnya, ia butuh support" Sahut Dave secara tiba-tiba muncul didepan keluarga itu.


Dave dan Edgard sahabat sejak dibangku SMU sehingga ia bisa bebas keluar masuk kediaman itu. Evalina jatuh cinta padanya dan Dave menyambutnya. Keduanya bertunangan tetapi Evalina meninggal dalam tidurnya seminggu kemudian.


" Yah kau benar, kita tunda dulu balas dendam, asal Elina bisa menjalani kehidupannya dulu baru kita pikirkan hal lain" Kata Edgard.


Semuanya mengangguk setuju. Pembicaraan ini tentu tidak diketahui oleh Elina sendiri. Keluarganya tidak pernah sekalipun bertanya bagaimana kehidupannya di Indonesia sebaliknya mereka menjauhkan semua hal yang membuat Elina teringat akan masa lalunya.


Berbulan-bulan berlalu.


Daffa telah berusia 6 Bulan, Dave semakin lengket dengannya. Kedua orangtua belah pihak mendesak Dave untuk menikah dengan Elina. Tadinya ayah dan ibu Dave keberatan dengan Elina yang mempunyai anak diluar nikah tetapi setelah melihat Daffa mereka bahkan ingin tes DNA karena curiga jika Dave adalah Anak Daffa.


YA! Siapapun yang melihat bayi lelaki itu akan langsung jatuh cinta.



(Visual Daffa )


Daffa terlalu cerdas untuk anak seusianya, langsung membuat kedua orang tua Dave jatuh cinta pada pandangan pertama.


Saat Dave membawa Daffa ke rumahnya maka Ayah dan ibu Dave akan membatalkan seluruh jadwal meetingnya hanya untuk menemani bayi itu bermain, Ibu Dave bahkan suka menyisir rambut Daffa hingga lurus saat basah padahal rambut Daffa tidak terlalu lurus (agak Ikal)



( Kesukaan Daffa adalah mengintip apa yang dilakukan Daddy Dave nya saat sedang chating atau sibuk dengan ponselnya)


Elina tidak bisa melarang Kedekatan Dave dan putranya, justru sebaliknya ia terharu melihat sebegitu sayangnya Dave pada putranya.


Semua pihak selalu mendorong keduanya untuk dekat, Elina ragu karena Dave adalah mantan tunangan Evalina. Ia tidak ingin menjadi pengganti saudarinya. Dave sendiri tidak pernah bicara mengenai perasaannya.


***


Suatu siang ketika Elina dan Dave sedang bercengkrama bersama Daffa ( Daffa berusia 9 Bulan sekarang) , Ibu Elina datang bersama Ibu Dave menemui mereka.


" Kenapa kalian tidak menikah saja, kami sangat mengharap kalian menikah ! Lihat Daffa sudah semakin besar, mau menunda apa lagi? " Tanya Ibu Dave.


Elina dan Dave saling melirik tersirat perasaan yang bersemayam dalam diri keduanya namun cepat- cepat disembunyikan.


" Kenapa diam? kalian tidak bisa terus seperti ini, Daffa butuh seorang ayah! apakah kalian tega membiarkannya tumbuh dilingkungan yang tidak memberikannya status...Ibu ini sudah tua ingin menimang cucu" Kata Ibu Dave dengan wajah sedihnya.

__ADS_1


Lagi-lagi keraguan tergambar diwajah Elina dan Dave, entah apa yang ada dipikiran keduanya.


" Momm...Daddy " Kata Daffa memegang tangan Dave dan Elina.


Entah mengerti atau tidak bocah itu merengek seolah tidak ingin terpisah dari keduanya.


" Lihat ! Betapa cucu ibu menginginkan kalian bersatu " Kata Ibu Elina ikut mendramatisir keadaan.


Baik Elina ataupun Dave terdiam.


Malamnya Daffa mengalami panas tinggi, ia terus saja gelisah. Dave standby menjaganya bersama Elina. Entah mengapa Elina merasa aman jika Daffa ditangani oleh Dave.


"Moom... I need my daddy " Kata Daffa berbicara.


Elina melongo, Dave tidak kalah kaget. Dihadapan mereka seorang bayi (hampir 10 bulan) berbicara. Ini LUAR BIASA!


" Aku tidak salah dengar kan? " Dave memeriksa Daffa dengan seksama.


" Dad, you love my mom right? You've said that a lot since I just learned to listen ( Dad, kau mencintai mamaku kan? Kau sering mengatakan hal itu sejak aku baru belajar mengerti)"


Dave takjub,


Bayi didepannya sedang berbicara serius menatapnya dan ibunya.


Dave mengambil tindakan memeriksa kondisi demam Daffa, namun ditepis oleh bocah itu.


" Bertingkahlah seperti bayi, Daffa! " Tegur Elina.


[" Sstt apa Daffa sedang dirasuki sesuatu? "] Bisik Dave ditelinga Elina.


" Tidak, Daffa mewarisi kecerdasan Gunadya berbicara diumur segini sudah tergolong terlambat untuknya" Elina menatap Daffa.


" Bukan karena panas tinggi? " Dave masih bertanya.


Elina menggeleng, ia mengatakan jika ia sendiri bicara diusianya 6 bulan. Dave menganga !


Daffa menatap Dave, malam itu sambil meracau karena demam, Daffa terus saja membongkar perasaan Dave dihadapan Elina.


" Kau bukan pengganti Mom! Daddy mencintaimu karena itu kau! "


Panas Daffa kian meninggi, Elina semakin panik.


" Iya nanti setelah sembuh semua terserah saja, segeralah sembuh " Kata Elina ketakutan panas putranya sudah mendekati 40 derajat.


" Bagus ! Aku menantikannya Mom "


Daffa tertidur pulas tidak lama kemudian. Dave terdiam namun tetap stay bergantian menjaga Daffa. Semalaman ia terus saja berpikir.


***

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2