Embun Dari Langit

Embun Dari Langit
Tes DNA


__ADS_3

***


" Kau lebih mempercayai orang luar daripada istrimu sendiri? " Tanya Ibu Ningsih menatap tajam.


" Entahlah, mungkin jika ibu mertua bisa membuktikan jika video itu palsu, aku bisa mempertimbangkan " Jawab Nathan.


Pak Wijaya mengambil tindakan menyuruh Raka untuk menyelidiki video yang dimaksud walaupun ibu Ningsih keberatan. Bisa saja Raka akan mengatakan video itu asli tanpa melakukan pengecekan.


Raka pamit, " Aku akan mengabari ayah secepatnya"


" Kenapa mempercayakan masalah itu padanya? Bisa jadi ia akan memanipulasi video itu"


Ibu Ningsih melayangkan protes.


" Aku yakin dengan integritas anak lelakiku, ia sangat jujur " Jawab Pak Wijaya menusuk hati istrinya.


Nathan diam sepanjang malam, ia bahkan tidak mengabari ibunya soal Anggun masuk rumah sakit. Lelaki itu terkejut melihat ibunya sudah berada dirumah sakit.


" Astaga Nathan, sebaiknya kau mandi dulu ! " Kata Ibunya.


Nathan masih bau alkhohol dan kusut. Nathan berdiri dan pamit pulang meninggalkan ibunya begitu saja membuat ibunya bingung.


" Mereka sedang bertengkar, Anggun pingsan dan dibawa ke rumah sakit" Cerita Ibu Ningsih.


Ibu Widya mendengar cerita itu dengan seksama, Ia merasa senang sekaligus sedih bersamaan. Wanita itu bahagia akan memperoleh cucu sebentar lagi dan sedih adalah kondisi Anggun yang sangat rentan dan tidak direkomendasikan hamil.


" Lebih baik mementingkan kondisi Anggun dulu, biarlah anak masih bisa dicari mereka juga masih muda! " Kata Ibu Widya.


Ibu Ningsih bahagia sang besan tidak ikut terpengaruh dengan berita diluar. Ibu Widya telah mengetahui berita video Anggun dari beberapa asisten pribadinya. Ia menyuruh untuk meredam berita itu dan mencari kebenarannya.


Ibu Widya memilih berpikir postifi, dizaman yang serba canggih semakin jelas bukti semakin harus diwaspadai. Anggun sadar pada saat sudah berada diruangan perawatan.


Ia menangis pada Ibu mertuanya, Ia takut ditinggalkan Nathan.


" Tidak ada yang akan terjadi, salah paham ini kita cari solusinya yang terpenting sekarang adalah kesehatanmu, Dokter tidak merekomendasikan kehamilan untuk sementara ini" Kata Ibu Widya.

__ADS_1


Diluar dugaan Anggun memilih untuk mempertahankan bayinya. Dalam hatinya ia yakin jika bayi ini akan menjadi pengikatnya dengan Nathan. Usia kehamilan Anggun telah memasuki usia 8 Minggu.


" Jangan memaksakan diri, Tidak ada yang akan menyalahkanmu Nak" Kata Ibu Widya.


Perlakuannya ini tentu saja berbanding terbalik dengan menantunya yang lain. Ia sangat membenci Silvia menantunya yang lain, kebenciannya bertambah karena Silvia tidak juga hamil hingga pernikahannya memasuki tahun ke empat.


Namun ia tidak bisa mendesak Stephan (kakaknya Nathan)  untuk menceraikan Silvia, keduanya hidup harmonis, rukun jauh dari rumah utama. Stephan memilih menjadi seorang dosen dan mengajar disebuah Universitas Negeri ternama.


Hingga sekarang, pernikahan Stephan dan Silvia tidak pernah mendapatkan restu dari ibu Widya namun keduanya tidak peduli. Stephan terkadang masih membawa istrinya berkunjung ke rumah mertuanya walaupun hanya moment lebaran saja.


***


Nathan masih bersikeras dengan pendapatnya, Ia telah menghubungi pengacaranya untuk mengajukan gugatan cerai. Ia sudah sangat gerah dengan berita-berita yang terkirim ke ponselnya. Ibu Sekar menyuruh orang untuk memanipulasi ponsel Nathan sehingga terus menerima link-link video Anggun.


Penyelidikan telah mulai dilakukan oleh Raka dan asisten Ibu Widya, keduanya mendapatkan hasil yang sama jika video itu otentik bahkan mereka dikejutkan dengan asal video itu yang ternyata berasal dari ponsel Anggun sendiri.


Anggun menjadi pembicaraan publik, terlebih dengan image sebagai selegram yang terkenal "Polos dan lugu" , Anggun tentu menjadi bahan kupas tuntas dari seluruh infotaiment. Statusnya sebagai menantu wakil presiden semakin menambah goncangan untuk kehamilannya.


Anggun bedrest total, Nathan tidak peduli sama sekali dengan kondisi istrinya sehingga Anggun terus-terusan menangis. Tidak ada yang bisa membujuknya makan. Tim dokter bekerja ektra keras untuk merawatnya.


" Tidak ada yang bisa menbujuk Angguk selain keberadaan suaminya disampingnya " Kata Ibu Ningsih mengeluhkan pada besannya.


Semenjak kejadian tersebarnya video itu, Nathan tidak lagi serumah dengan Anggun, ia memilih tinggal diapartementnya.


***


Nathan tidak fokus bekerja, banyak hal yang dipikirkannya seringkali ia teringat Embun yang telah lama hilang. Baru disadarinya jika Embun sangat berbeda dengan Anggun. Hari-harinya terasa berat karena rindu yang menderanya.


" Kemana kau Embun? " Nathan menatap foto Embun dengan nelangsa.


Perkembangan kasus terbaru Anggun semakin bergulir seperti bola panas, Ketiga pria yang ada dalam video telah berhasil diamankan oleh polisi. Ketiganya mengaku secara blak-blakan (sudah diisetting oleh asisten Ibu Sekar) jika mereka memang melakukannya dengan Anggun bahkan mereka mengaku disuruh Anggun untuk menyebarkan video itu agar popularitasnya bertambah.


Berita ini semakin menyudutkan Anggun yang sedang bedrest dirumah sakit. Berkali-kali mengalami pendarahan membuatnya tidak bisa meninggalkan tempat tidur lagi. Wanita itu dijauhkan dari semua berita yang akan mengganggu kehamilannya.


" Nathan, dimana hatimu? Istrimu sedang berjuang dirumah sakit kau malah semakin sibuk dengan pekerjaanmu " Kata Ibu Widya menyambangi kantor Nathan.

__ADS_1


Nathan mengangkat kepalanya dari tumpukan berkas, pekerjaannya menumpuk.


" Biarkan saja dia bu"


" Dia sedang mengandung anakmu! Cucu ibu! " Kata Ibu Widya.


Nathan terhenti sejenak membaca berkasnya, dalam hatinya sebenarnya tengah terjadi perang. Satu sisi ia meragukan janin yang dikandung Anggun adalah darah dagingnya, disisi lain ia memikirkan bagaimana jika Anggun memang mengandung anaknya. Ia tidak ingin anaknya lahir dari ibu yang tidak bisa mempertanggung jawabkan moralnya.


" Baik! Buktikan dulu anak itu memang anakku" Kata Nathan.


Ibu Widya terperangah, sang putra memang sangat keras kepala. Wanita paruh baya itu hanya bisa mengikuti permintaan anaknya.


" Ibu setuju, kita tunggu bayi itu lahir lalu kita tes DNA "


Nathan meletakkan berkasnya, beberapa hari lalu ia sempat membicarakan tes DNA bagi janin asal janin sudah berusia diatas 10 Minggu.


" Itu berbahaya! ibu tidak setuju" Tolak Ibu Widya dengan tegas.


" Tidak ada pilihan lain kalau ibu ingin aku kembali pada Anggun hanya itu yang bisa kalian lakukan" Kata Nathan.


Ibu Widya mengangkat bahu lalu pergi dari kantor Nathan. Ia segera menghubungi Besannya dan berkonsultasi. Anggun langsung menyetujui, Ia sangat membutuhkan suaminya berada disampingnya. Tubuhnya kurus kering dikehamilannya yang memasuki usia 12 Minggu.


Anggun menyetujui syarat sang suami agar bisa menerimanya, ia yakin sekali jika ia sedang mengandung anak Nathan walaupun ia pernah tidur dengan pria yang berbeda selama rentan usia kehamilannya.


" Aku setuju tes DNA " Jawab Anggun.


Ibu Ningsih dan Ibu Widya hanya bisa menatap Anggun dengan tatapan iba. Apalah daya mungkin Tes DNA bisa membuat Nathan juga kembali.


 


***


BERSAMBUNG


Maaf tidak update seharian kemarin, Naya dalam kondisi yang kurang fit sehingga malam memilih tidur lebih cepat tidak langsung mengetik lagi. Sebagai ibu rumah tangga yang bekerja sambil mengasuh dua bocah yang lagi aktif-aktifnya ke sana sini kadang tidak bisa fokus pada pekerjaan.

__ADS_1


Terima kasih atas semua komentar, saran dan likenya ya. Semoga para pembaca sekalian selalu menjadikan novel ini favorit.


Salam Naya.


__ADS_2