
***
Setelah diberhentikan dari jabatannya sebagai gubernur, Nathan mendapatkan panggilan dari kepolisian terkait dengan tuntutan keluarga Gunadya atas tindakan kriminal yang telah nyaris membunuh putri mereka. Semua media hangat memberitakan sepak terjang. Keluarga Gunadya secara terbuka memberikan bukti yang telah mereka kumpulkan sejak lama.
Pihak Anggun juga ikut terseret dalam tindakan pidana karena terbukti hendak menghilangkan nyawa Embun kala itu, belum lagi pengambilan organ tanpa seizin pemiliknya dan tindakan penyiksaan yang dialami oleh Embun selama berada dalam keluarga Bumiwardoyo.
Embun sendiri menjadi pihak yang diburu oleh media tidak pernah muncul sama sekali berkomentar. Aktifitas disosial medianya tidak menunjukkan gerakan apapun. Embun mendapatkan cuti dirumah sakit. Praktis tidak ada yang tahu dimana Embun bersembunyi.
Embun sebenarnya tidak bersembunyi, ia hanya menunggu waktu yang tepat untuk kemunculan dirinya. Pihak kepolisian juga telah mengirimkan surat pemanggilan sebagai saksi. Karena Embun adalah orang yang dijaga oleh negara maka keberadaan wanita ini selalu terlindungi dari mata wartawan.
***
Ibu Widya meminta untuk bertemu dengan Daffa, sebelum mengenal Daffa sebagai cucunya wanita itu telah mengetahui Daffa adalah anak berprestasi dengan banyak penggemar. Seperti orang lain, Wanita paruh baya ini langsung jatuh cinta saat melihat tingkah lucu anak itu dalam siaran youtubenya.
" Dia cucuku? " Tanya Ibu Widya.
Stephan dan Silvia datang menjenguknya dengan membawa anak-anak mereka. Suasana ramai membuat ibu Widya jadi terhibur. Stephan membenarkan pertanyaan ibunya jika ia sudah mengetahui perihal Daffa.
" Itulah mengapa keluarga Gunadya menolak keluarga Bumiwardoyo dan Keluarga Wijaya, Nathan telah melakukan kesalahan yang sangat fatal " Kata Stephan.
" Tetapi mereka masih berbaik hati menolong kita, Ayah Radhi! Kalau tidak mungkin sampai sekarang kita tidak akan memiliki anak " Lanjut Silvia.
Wanita itu selalu memanggil suami dengan sebutan Ayah Radhi. Stephan mengangguk saja. Nathan tidak ditahan karena dianggap kooperatif. Anggun yang stress karena banyak wartawan yang mengerumuni rumahnya baik depan maupun belakang. Semua kontrak dan kerjasama batal. Perusahaan Bumiwardoyo hampir dinyatakan pailit. Anggun tidak bisa berbuat apapun walaupun ada dana yang tersimpan tetapi hanya bisa digunakan jika Embun menyetujui.
***
Anggun mengurung diri dirumah selama seminggu penuh. Nathasa juga tidak sekolah. Ia malu sekali mendapat ejekan disekolah. Ibu Ningsih semakin pening, semua rencananya malah berbalik pada keluarganya.
" Aku harus memikirkan cara lain untuk mengatasi semua ini" Katanya bertekad dalam hati.
Orang-orang suruhan Ibu Ningsih tidak mampu memberikan solusi, mereka sedang menjalani proses hukum karena ujaran kebencian dan bukan tidak mungkin jika mereka buka mulut maka nama Ningsih Bumiwardoyo akan terseret juga ke ranah hukum.
Dave tidak mengenal ampun, semua orang yang menyakiti istri dan anaknya mendapatkan kenang-kenangan ala dokter. Tidak ada yang kembali dengan utuh kecuali nyawanya.
Sekian lama akhirnya Embun muncul lewat sosial medianya. Kasus Nathan dan Anggun bergulir seperti bola panas. Kehadiran Embun tentu memancing rasa penasaran. Pihak kepolisian menjadwalkan konferensi pers diruangan tertutup dengan jumlah wartawan terbatas pada keesokan harinya.
***
__ADS_1
Diteras Elina tengah menatap langit malam, banyak hal yang dipikirkannya. Semuanya terbayang satu persatu didepannya. Dave datang memeluk dari belakang.
" Kita bisa membatalkannya jika kau mau, sayang! " kata Dave.
Elina membiarkan sang suami memeluknya, rasanya hangat dan nyaman.
" Apa yang sedang kau pikirkan? " Tanya Dave.
" Tidak ada, esok adalah penentuan" Kata Elina.
" Kau bisa tidak datang esok, aku yang akan maju! kau sedang mengandung" Dave mengusap lembut perut sang istri.
" Terimakasih suamiku, ini adalah dendam yang harus dituntaskan. Jika tidak aku akan merasa terbebani seumur hidupku" kata Elina.
" Kau mengasihani musuh kita El?" Tanya Dave.
Ia Melihat ada keraguan Dimata sang istri. Lelaki ini menduga sang istri jadi tidak tega karena mendengar ibu Nathan masuk rumah sakit.
" Aku memikirkan Daffa, ia masih sangat kecil untuk menerima kenyataan seperti ini. Hatinya seharusnya diisi oleh hal-hal yang baik, apa yang kita lakukan ini berdampak padanya bagaimanapun yang sedang dipenjara itu ayah kandungnya" Kata Elina menatap serius wajah sang suami.
Dave memeluk istrinya lagi,
Elina balas memeluk suaminya. Angin berhembus meniupkan udara dingin.
" Masuk yuk, tidak baik untuk kesehatan" Ajak Dave
***
Daffa menginap dirumah ibu Sekar selama masalah bergulir, berkat kecerdasan Daffa, Ibu Sekar mendapatkan informasi mengenai harta warisan yang diperoleh Anggun beserta syaratnya. Daffa meretas komputer pengacara Bumiwardoyo.
" Bagus cucuku! kita beritahu ibumu" Seru Ibu Sekar gembira.
Ibu Sekar mengundang pengacara tua itu ke kantornya. Elina juga telah berada disana bersama Daffa. Tidak sulit meyakinkan pengacara tua itu jika Elina adalah Embun, mengingat pengacara itu juga update berita.
Mulanya pengacara itu terkejut dengan kemunculan Embun namun ia mengenali Embun dari beberapa pertanyaan yang hanya ia dan Embun yang tahu. Ia memberitahukan wasiat nenek Kumala.
" Baiklah jika begitu wasiatnya" Kata Embun.
__ADS_1
Pengacara itu mengangguk. Embun kemudian menghubungi pengacara keluarga Gunadya untuk menyiapkan permintaannya.
***
Keesokan harinya.
Suasana ruangan konferensi begitu ramai baik didalam maupun diluar, banyak wartawan yang kecewa tidak bisa masuk.
" Hanya undangan yang bisa masuk" Begitu kata petugas.
Embun datang didampingi oleh pengacaranya dan pengacara ibu Sekar. Dave siaga disamping sang istri tidak mau pisah sedetikpun. Daffa bersama ibu Sekar tidak berada di lokasi konferensi pers.
Pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan dijawab Embun dengan lancar.
" Kenapa baru sekarang anda menuntut? bukankah kejadian ini sudah berlangsung lama dan andapun sudah bahagia dengan kehidupan masing-masing?" tanya salah seorang wartawan. Rupanya wartawan itu dibayar ibu Ningsih untuk menjatuhkan mental Embun.
" Dulu aku hanya gadis lemah yatim piatu, tadinya tidak berniat lagi untuk memperkarakan masalah ini tetapi berhubung pihak lawan terus mencari masalah mengungkit luka lama, mereka yang membuka identitas Anakku berharap anakku down, sayangnya aku mendidik putraku untuk tidak lembek. Sejak awal ia sudah mengetahui identitas dirinya, tetapi hati ibu mana yang tidak terluka mengetahui putranya dihujat bukan karena kesalahannya." Kata Embun dengan tenang namun menusuk.
" Mereka duluan, aku hanya membalas adil bukan?" kata Embun dingin.
Ekspresi itu malah digambarkan penuh kemarahan oleh wartawan.
" Aku Atas nama Embun Bumiwardoyo mengambil semua aset Bumiwardoyo dan mengalihkan semuanya atas nama panti asuhan harapan, mengenai perusahaan Keluarga Bumiwardoyo akan dinyatakan pailit oleh pihak yang berwenang. Sebagai putri tertua dikeluarga itu aku mengambil semua hak Anggun Bumiwardoyo atas semua aset dan properti, sisanya diurus oleh pengacaraku, Selanjutnya setelah masalah ini selesai aku kembalikan identitas Embun Bumiwardoyo dan Menjadi Elina Gunadya karena itu memang nama yang diberikan oleh orangtua kandungku" Kata Elina dengan mantap.
Kilatan-Kilatan foto dimana-mana tidak membuat ekspresi Elina berubah. Pengacara Elina, Ibu Sekar dan Bumiwardoyo hadir ditempat itu. Diluar sana ibu Ningsih berteriak menjerit sekeras yang ia bisa. Embun mengambil semua darinya. Kini ia tidak memiliki apapun.
***
BERSAMBUNG dulu 🙏🙏🙏
Alhamdulillah hari ini selesai dua episode, maaf ya semua esok Nayya belum bisa memastikan akan up atau tidak. Nayya harus beristirahat lebih karena tengah hamil muda .
Mudah-mudahan jika esok keadaan memungkinkan, Nayya akan up. Jika tidak, mungkin hari Senin baru bisa. Mohon dimaklumi. kehamilan kali ini tidak semudah saat hamil baby boy kemarin.
terimakasih atas dukungannya berupa like, komentar dan vote. 😘😘😘
salam sayang
__ADS_1
Nayaka.