
Terima kasih banyak atas support yang telah diberikan baik dalam bentuk like ataupun komentar (Apalagi dikasih Vote) Makasih banget hehehe
Walaupun ini Novel Kedua tetap saja Naya berusaha menulisnya sebaik mungkin. Semoga saja bisa selalu menjadi favorit untuk pembaca sekalian.
Salam manis
Naya
***
Anggun menolak keras ide anak-anak ayahnya untuk membawa ibu mereka ke dalam rumah. Ibu Ningsih terus saja diam, jelas ia terpukul mengetahui kenyataan yang terjadi. Selama ini ia mengira sang suami begitu mencintainya dengan segala kekurangannya.
" Mom ! Jangan terus saja diam, Aku tidak ingin mereka membawa perempuan j*lang itu ke rumah! Ini rumah kita Mom! " Seru Anggun
Pak Wijaya memberinya kesempatan untuk menata hati dan berencana akan memboyong istri keduanya bulan depan. Lelaki itu ingin menyiapkan tempat tinggal untuk istri keduanya yang selama ini tinggal dalam persembunyian.
Raka dan Nikita kembali ke rumah ibu mereka diantar oleh pak Wijaya, sungguh nelangsa hati Ibu Ningsih sekian tahun dibohongi sang suami.
Semalaman Ibu Ningsih terus saja gelisah, ia ingin menangis atau menjerit, sayangnya ia tidak bisa. Harga dirinya terlalu tinggi untuk meraung-raung menumpahkan kekesalannya.
Anggun menyuruh pelayan untuk membakar apapun benda yang telah disentuh oleh Raka dan Nikita. Wanita itu mencari cara untuk membuat ayahnya membatalkan niat membawa ibu tirinya tinggal bersamanya. Nathan bahka tidak mengaktifkan ponselnya.
" Apa yag harus kulakukan? " Anggun melirik ponselnya.
Tidak satupun teman yang bersedia datang menghiburnya termasuk Chelsea yang dianggapnya sebagai sahabat karib.
" Sialan! Jika ada perlu saja kalian seperti anjing datang merengek padaku, sekarang aku lagi susah kalian malah menghindariku " Maki Anggun.
Matanya tertuju pada nama ibu mertuanya, terbersit keinginannya untuk mencari perlindungan pada sang mertua, bagaimanapun sang mertua sangat baik padanya.
Anggun terhenti, ia ragu " Bagaimana jika Ibu mertua malah ga respek lagi sama aku gara-gara masalah keluargaku?
Anggun tenggelam dalam pikirannya sendiri. Ia tidak punya tempat membagi cerita.
" Ya Tuhan aku bingung! " Kata Anggun.
***
Nathan kembali pada hari ke tiga tetapi tidak kembali ke rumah melainkan ke rumahnya. Ia malas berada dirumah mertuanya.
" Kenapa tidak pulang menjenguk istrimu? Dia pasti sangat kangen, " Kata Ibu Widya.
Nathan tidak menjawab, ibunya pasti sudah tahu alasannya.
" Kapan ibu bisa punya cucu kalau begini? Kakakmu menikah sampai sekarang belum punya anak padahal sudah 4 tahun lebih" Keluh Ibu Widya.
__ADS_1
Nathan pamit keluar, ia lelah mendengar perkataan ibunya. Ia menelpon beberapa temannya untuk sekedar mencari hiburan.
" Kami menunggumu di tempat biasa " Kata Teman Nathan.
Mereka tahu Nathan adalah anak seorang politisi terkenal sehingga tempat yang mereka pilih adalah tempat bersenang-senang yang bersih dari para pencari berita.
Nathan mengemudikan mobilnya menuju tempat yang ditujunya dan bersenang-senang disana semalaman suntuk.
***
Ibu Ningsih mendapatkan pencerahan setelah dua hari mengurung diri dalam kamar, Ia menghubungi pengacara keluarga Bumiwardoyo dan bertanya mengenai harta Nenek Kumala yang diberikan pada Anggun.
" Ya, Nyonya Kumala Bumiwardoyo memberikan semua asetnya pada cucunya Nona Anggun Bumiwardoyo tetapi ada pasal lain yang ditambahkan Nyonya sebelum ia meninggal baru-baru ini " Kata Pengacara.
" Apa itu? " Tanya Ibu Ningsih.
" Harta dan Aset yang ada tidak akan bisa dialihkan pada siapapun jika Nona Embun Bumiwardoyo tidak menandatangani persetujuannya walaupun Nona Anggun sendiri membuat surat pengalihan warisan karena Nyonya Kumala mengalihkan hak sebagai wali yang sah untuk nona Anggun pada Nona Embun kakaknya, Menurut Nyonya Kumala hal itu karena Nona Anggun belum dewasa masih perlu pengawasan dalam mengelola keuangannya " Kata Sang Pengacara panjang Lebar.
Pengacara akan membacakan surat wasiat pada hari ke tujuh kematian Nenek Kumala, tidak ada yang tahu mengenai surat wasiat ini selain Ibu Ningsih.
Ibu Ningsih tadinya khawatir karena putrinya telah dijebak oleh ayahnya sendiri dalam hal tandatangan pembagian hak waris aset dan properti Bumiwardoyo pada saudara tirinya.
Ibu Ningsih menemui putrinya dan menenangkan sang putri.
" Bagaimana aku bisa tenang Mom? Ayah akan membawa mereka ke sini" Kata Anggun.
" Tidak akan sayang! " Jawab Ibu Ningsih.
" Benarkah? " Tanya Anggun melonjak gembira.
" Iya sayang, Mommy berjanji akan selalu melindungimu, percayalah" Kata Ibu Ningsih.
Anggun memeluk ibunya walaupun sering membangkang pada ibunya tetap saja ibu adalah sosok yang paling melindunginya.
Ibu Ningsih merasakan penyesalan karena telah berburuk sangka pada mertuanya. Ia yakin sang mertua telah memikirkan cara ini untuk melindungi Anggun dari ayahnya sendiri.
" Kita hanya berdua sekarang! jangan pernah percaya pada orang lain" Pesan Ibu Ningsih.
Anggun mengangguk, wanita itu lega mendengar ibunya telah punya solusi. Kini ia hanya berdiri bersama ibunya dan saling mengandalkan.
***
Pada hari ke tujuh warisan dibacakan dihadapan keluarga. Pak Wijaya terkejut dengan pasal tambahan dari ibunya.
" Bagaimana mungkin? Embun Hilang! "
__ADS_1
Rencana yang disusunnya gagal, istri kedua dan anak-anaknya kini terancam kembali. Anggun dan Ibunya mempunyai hak penuh atas warisan. Apalagi keberadaan Embun yang tidak diketahui hingga sekarang. Pengacara mengatakan jika Anggun akan berkuasa penuh atas asetnya setelah mendapatkan tanda-tangan Embun.
" Bagaimana jika gadis itu tidak ditemukan? " Tanya Pak Wijaya.
" Maka selamanya Aset dan Properti Bumiwardoyo akan menjadi milik Nona Anggun dan jika Nona Anggun meninggal nanti maka harta dan aset akan disumbangkan pada yayasan amal " Kata Pengacara.
" Jadi ibuku tidak memberikanku apapun? Bagaimana dengan nasib kedua anakku yang lain? " Keluh pak Wijaya.
" Mereka tidak akan memperoleh apapun jika Nona Embun tidak menandatangani apapun" Kata Pengacara.
Tangan pria itu mengepal keras, Ibu Ningsih menatapnya dingin. Tidak ada lagi cinta kasih yang terpancar seperti biasa untuk sang suami. Yang ada hanya sorot mata benci karena teah dikhianati.
Raka dan Nikita mendengus kesal, keinginan mereka untuk menjadi bagian sah keluarga Bumiwardoyo masih akan tertunda. Mereka sudah gerah dengan tudingan anak tidak sah selama ini. Apalagi pernikahan kedua orangtua mereka hanya disaksikan oleh pemuka agama dan tidak tercatat dengan resmi.
Raka dan Nikita tidak seperti Anggun yang hidup dalam kemanjaan, mereka adalah anak-anak cerdas yang telah ditempa oleh berbagai macam masalah kehidupan. Keduanya sangat mengasihi ibu mereka.
Pak Wijaya berusaha untuk memenuhi kebutuhan keluarga keduanya itu walaupun tidak semewah Anggun. Hal itu tidak memuaskan kedua anaknya jika dibandingkan dengan kehidupan Anggun.
***
Sementara ini Ibu Ningsih dan Anggun bisa bernapas lega, mereka tetap waspada dengan segala kemungkinan. Ibu Ningsih juga tidak lagi menaruh kepercayaan pada sang suami, tidak ada lagi kehidupan yang damai dalam keuarga Bumiwardoyo.
Pencarian Embun dilakukan oleh dua pihak, baik pak wijaya maupun ibu Ningsih. Keduanya berlomba untuk menemukan lebih dahulu. Sayangnya gadis itu tidak ditemukan dimanapun.
Nathan kembali ke kediaman istrinya setelah siap menghadapi Anggun kembali, entah mengapa ia merasa Anggu begitu berbeda dibandingkan yang ia kenali dulu.
" Apakah ini sifat aslinya? " Tanya Nathan dalam hati.
Ia tidak betah dirumah sehingga selalu pulang larut malam, belakangan ini ia dekat dengan seorang wanita yang terlihat lebih dewasa dan mengerti dirinya yang sedang butuh diperhatikan. Wanita itu adalah sekertarisnya dikantor. Namanya NIKITA BUMIWARDOYO.
Jelas Nathan membandingkan sosok Nikita yang mandiri dan kreatif dengan Sang istri yang manja dan bahkan tidak bisa mengurus dirinya. Nathan juga tahu Niki adalah saudara tiri Anggun dan lagi-lagi ia tidak peduli dengan hal itu.
Raka juga telah bekerja dalam perusahaan Bumiwardoyo sebagai Manager. Bakat bisnisnya ia warisi dari sang ayah membuatnya disegani banyak pihak. Secara terang-terangan pak Wijaya mengakui jika Raka adalah anak pertamanya didepan publik mengiris hati Ningsih dan Anggun. Semua orang membuat perbandingan dengan Anggun yang sama sekali tidak tahu apa-apa bahkan hanya tamatan SMU.
Banyak lelucon dan parodi didunia maya mengenai Anggun setelah debut kedua saudara tirinya. Anggun tidak mempunyai prestasi apapun kecuali profesinya sebagai seorang selegram. Tidak seperti Nikita, sebagai putri ayahnya yang lain, Nikita sangat menonjol dari segi kepintarannya, ia juga cantik dan punya daya tarik
Ia menjadi sekertaris Nathan tanpa koneksi ayahnya. Nathan menerimanya karena prestasinya.
Kedua Bumiwardoyo itu bisa begitu berani menggebrak popularitas Anggun karena ada Sekar pramidita (Ibu Sean) dibelakangnya. Tanpa setahu siapapun, Ibu Gayatri telah bekerja sama dengan Ibu Sekar untuk menyingkirkan Ibu Ningsih dan Anggun. Sasaran Ibu Sekar adalah Anggun.
" Aku tidak akan membuat wanita itu hidup dengan tenang selama aku ada!" Kata Ibu Sekar.
Ibu Gayatri (Ibu Raka dan Niki) bersedia membantu dengan jaminan bahwa ia akan menjadi istri satu-satunya Wijaya Bumiwardoyo.
__ADS_1
***
BERSAMBUNG