Embun Dari Langit

Embun Dari Langit
Rumah Baru Budi


__ADS_3

***


Tatia sangat kesal karena mendapat penjagaan dari pengawal Arga, gadis itu telah mengetahui jika Dave telah bebas dari Skors karena terbukti tidak bersalah dari tuduhan Tatia. Anak Tatia mengundang rasa penasaran dari seluruh orang yang mengenal Dave.


Pasalnya mereka ingin meyakinkan diri meraka jika Dave tidak bersalah dengan mencari kemiripan wajah sang bayi dengan Dave atau anak-anak Dave. Tatia bahkan tidak peduli lagi dengan anggapan orang mengenai dirinya yang berani memfitnah dokter sebaik Dave. Gadis itu hanya mengharapkan kedatangan Dave menjenguknya.


Arga juga menempatkan penjaga untuk anaknya yang tengah mendapatkan perawatan dalam inkubator.


" Eh benar loh! Tidak mirip sama sekali dengan dokter Dave! " Bisik para perawat sambil melihat fot bayi kecil itu pada rekannya yang lain. Kebetulan perawat itu yag bertugas di area NICU bayi.


" Hemm terlalu tinggi khayalan! Lagian tidak sadar diri juga, mana mungkin dokter Dave mau sama dia secara istrinya secantik itu! " Tawa yang lain.


Beberapa orang pernah melihat Elina lewat foto diruang kerja Dave. Bisik-bisik semakin kencang bahkan sang paman terpaksa tutup telinga saking malu tidak bisa membantahnya.


Tatia semakin kesal karena Dave sama sekali tidak peduli dengan kondisinya bahkan sekedar mengangkat teepon darinya saja tidak. Paman Tatia hanya bisa menggelengkan kepala, keponakannya sudah terlalu terobsesi dengan Dave dan melupakan orang-orang disekitarnya.


Arga hampir setiap hari datang menjenguk Tatia dan bayinya. Lelaki ini sangat bahagia melihat perkembangan kesehatan anaknya dari hari ke hari. Bayi kecil itu juga berhasil merebut perhatian dari kakek dan neneknya. Oeh mereka Bayi kecil itu diberi nama Arya.


" Berjuanglah cucuku sayang, dokter mengatakan jika kau terus berjuang maka kau bisa berkumpul dengan kakek dan nenek. kami rindu bersamamu" Kata Mama Arga menitikkan air mata haru.


Sang cucu masih pulas tertidur di Inkubator. Tidak sedikitpun niat dari orangtua Arga untuk menengok Tatia, mereka masih kesal dengan tingkah Tatia yang nyaris saja membahayakan cucu mereka.


***


Bencana banjir bandang sangat luas dampaknya termasuk disekitar tempat tinggal Dave. Nyaris semua rumah penduduk rata dengan tanah. Rumah Budi juga rusak parah tidak ada yang bisa terselamatkan kecuali baju dibadan saja. Pemerintah dan swasta silih berganti datang memberikan bantuan darurat. Yang belum memiliki rumah dapat tinggal ditempat pengungsian yang telah disediakan.


Budi dan keluarganya tinggal sementara dirumah Daffa. Dave sekeluarga kembali seminggu setelah kejadian namun memutuskan untuk tidak tinggal sementara dirumah itu. Dave sangat cinta kebersihan hingga tidak sanggup tinggal dilingkungan yang masih penuh dengan sampah, lumpur dan material. Oleh karena itu ia memboyong keluarga kecilnya ke rumah mereka yang disediakan untuk mereka sampai kediaman mereka bersih kembali.





( Gambar hanya ilustrasi agar pembaca sekalian dapat ikut berimajinasi mengenai kondisi banjir bandang )


Kepala pengawal sering bolak balik rumah kediaman Dave untuk menengok proses perbaikan rumah itu. Tembok yang menghalangi air kemarin retak dibeberapa bagian, dari banjir kemarin Kepala pengawal mengevaluasi kekurangan dan kemungkinan perbaikan untuk pencegahan kejadian yang sama tidak terulang.


Rumah Daffa satu-satunya rumah yang tidak rusak saat banjir bandang kemarin bahkan membuat masyarakat menganggap jika ada keajaiban air begitu besar hanya melewati rumah itu padahal jika dilihat dari posisi yang ada, seharusnya rumah itu telah rata dengan tanah akibat terjangan air bah.

__ADS_1


Masyarakat tidak mengetahui jika rumah Dave telah diatur oleh perencana bangunan yang telah berpengalaman membuat rumah terhindar dari bencana. Sistem pengairan dan peletakan tembok serta penutupan saluran air secara otomatis membuat rumah itu seperti mempunyai perisai terhadap banjir bandang kemarin. Untung Bi Andrea berada dirumah saat bencana terjadi, sehingga wanita tua itu bisa menekan beberapa tombol darurat yang tersedia.


Budi hanya bisa terkagum-kagum dengan hasil pekerjaan didepannya. Daffa juga meminta agar rumah Budi juga diperbaiki. Anak itu tidak ingin sahabatnya bersedih saat melihat rumahnya yang sudah tidak bisa ditinggali lagi.


" Kita bisa membangunnya perlahan, Ibu masih ada tabungan mungkin cukup untuk membangun rumah dari papan, Tidak apa-apa kan walaupun dari papan? " Tanya Ibu Budi.


" Benarkah? tidak apa-apa Bu, asal kita bisa tinggal dirumah kita " Budi terlonjak gembira.


Ibunya mengangguk tersenyum, anak sulungnya sangat pengertian dan tidak banyak menuntut mungkin karena telah merasakan penderitaan sejak kecil hingga bocah itu menjadi lelaki kecil yang sangat melindungi ibu dan adik-adiknya dengan tanggung jawab yang seharusnya belum saatnya dibebankan pada pundak kecilnya itu.


Daffa mendengar percakapan itu menunduk malu, bocah itu tersindir dalam hatinya yang kadang suka menuntut mom dan daddynya atas keinginan yang kadang tidak masuk akal. Dave melihat perubahan diwajah putranya itu hanya bisa tersenyum maklum. Inilah yang selalu diinginkan olehnya dan Elina. Anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang bersyukur dan rendah hati.


" Bagaimana kalau kita buat kejutan untuk Budi? " Tanya Dave berbisik pada Daffa.


" Bagimana caranya Dad? " Tanya Daffa bersemangat.


Dave tersenyum dan memperlihatkan sesuatu diponselnya. Daffa terlonjak gembira langsung memeluk daddynya. Dengan tidak sabar anak itu merencanakan semuanya. Ia ditemani kepercayaan daddynya untuk ke rumah Budi. Wajah Daffa murung kembali saat kembali.


" Ada apa dengan wajah tampan putra Daddy ini? " Tanya Dave saat keluar dari ruang kerjanya.


" Dad, bagaimana jika yang dibangun tidak hanya rumah Budi tetapi juga tetangga sekitarnya juga? Kasihan rasanya melihat lingkungan disana, lagian Budi mungkin akan merasa tidak enak jika hanya rumahnya saja yang dibangun " Kata Daffa.


Sambutan dari pihak desa sangat antusias bahkan dengan segera mengadakan rapat dengan pemilik rumah yang hancur. Oleh Kepala pengawal, kepala desa diminta untuk merahasiakan siapa yang membangun rumah penduduk untuk menjaga kenyamanan Dave sekeluarga. Kepala desa sendiri ternganga tidak menyangka jika Dave akan membangun kembali rumah 25 kepala keluarga yang ada disekitar rumah Budi, semua akan diawasi langsung oleh kepala pengawal, Kepala desa tinggal meresmikan saja.


Penduduk yang akan dibangun rumahnya bukan main gembira, mereka akan memperoleh rumah plus isinya.


" Sungguh mulia hati yang membangun rumah kami, walaupun kami tidka tahu siapa orangnya tetapi kami akan selalu mendoakan semoga rejeki beliau selalu bertambah " Kata salah satu penduduk terharu.


Pembangunan berlangsung selama sebulan lamanya, semua dikerjakan langsung oleh orang-orang Dave. Budi dan keluarganya sudah diberi tahu jika lingkungan mereka mendapatkan bantuan dari seorang pengusaha yang tidak ingin dikenal namanya.


Masyarakat sangat antusias memantau perkembangan pembangunan rumah mereka yang tidak hanya dibangunkan rumah melainkan ditata jalan hingga sistem pengairannya. Agar tidak viral, Kepala pengawal khusus menempatkan staff IT untuk menghalau berita dibangunnya rumah penduduk diketahui oleh masyarakat luas. Hal ini akan menimbulkan dampak yang kurang bagus karena mengundang rasa penasaran netizen. (Siapa yang tidak mengetahui kekuatan Netizen Indonesia, hehehe luar biasa hebat).


***


Sebulan berlalu Tatia juga sudah keluar dari rumah sakit dan tinggal kembali dirumah pamannya. Gadis itu tidak bisa kontak lagi Dave, semua akses telah diblokir. Arya telah tinggal bersama Arga dan dalam waktu dekat Arga akan menikahi sepupunya yang bernama Dinda agar Arya mendapatkan kasih sayang lengkap dari orangtuanya. Arga sudah putus asa dengan tingkah Tatia, Gadis itu secara terang-terangan menolak Arya. Dinda lah yang merawat Arya jika Arga bekerja.


Oleh orangtua Arga, mereka sepakat menikahkan Dinda yang telah yatim piatu dengan Arga dengan pertimbangan Dinda juga sangat menyayangi Arya. Baik Dinda ataupun Arga akhirnya menyerah pada desakan orangtua untuk menikah. Sekali lagi Arga berharap Tatia akan kembali padanya namun tetap saja pemuda ini harus menelan rasa kecewanya.


" Tidak usah lagi mengharapkan wanita itu! Pikirkan saja pernikahanmu yang akan dilaksanakan bulan depan " Kata Mama Arga.

__ADS_1


***


Tatia berusaha mengendap-endap keluar meihat situasi rumah yang sepi namun sayangnya pengawal berjaga dengan lengkap dipintu luar menggagalkan niatnya untuk bertemu Dave. Hatinya dilanda cemburu melihat foto Dave yang tengah memeluk sang istri pada foto profil sosial medianya. Padahal semua foto profil Dave selalu bersama Elina. Dave dan Elina sangat protektif hingga tidak pernah sekalipun menampakkan wajah anak mereka disosial media.


" Sial! Selalu saja wanita ini! " Maki Tatia.


Paman Tatia sedang mempertimbangkan untuk membawa Tatia ke psikiater agar bisa mengevaluasi jiwanya. Semakin hari semakin parah menunjukkan rasa frustasi pada Dave.


Waktu demi waktu berlalu tidak terasa pembangunan rumah 25 keluarga telah rampung total, soal biaya tidak usah ditanya tentu saja memakan miliayaran karena Mathews company (perusahan keluarga Dave) tidak hanya membangun rumah tetapi juga mengisi rumah lengkap serta membangun jalan dan beberapa fasilitas umum seperti jalan, taman bermain dan lainnya.


Kepala desa sangat bersemangat melihat rumah penduduknya yang tertata indah. Beberapa masyarakat protes tidak mendapatkan bantuan apapun padahal juga terdampak bencana. Kepala Pengawal memperhatikan beberapa warga yang serakah juga ingin mendapatkan manfaat dari kebaikan hati tuannya.


" Warga yang mendapatkan bantuan hanya warga yang rumahnya rusak parah, jika anda kurang puas sebaiknya anda mengajukan permintaan bantuan pada pemerintah kami hanya sebatas meringankan saja " Kata Kepala pengawal.


" Tapi masa tidak ada kompensasi apapun untuk kami? "Tanya salah seorang warga.


" Mengenai kompensasi saya rasa anda tidak bisa bernegosiasi dengan kami, tuan kami hanya sebatas membantu, beliau bukan orang yang harus kalian tuntut! " Kata Kepala pengawal dengan dingin.


Tidak ada yang berani bicara saat melihat kharisma yang terpancar dalam diri pria yang kira-kira berusia 45 tahun itu. Setelah menyerahkan sertifikat rumah dan tanah kepala pengawal tersebut pamit dan hilang bersama mobilnya.


Budi dan warga yang mendapat rumah sangat gembira dan bersyukur, rumah yang mereka dapatkan jauh lebih dari rumah mereka yang dulu.



( rumah yang dibangun oleh Mathews company semuanya sama modelnya untuk menghindari kecemburuan)


" Rumahnya bagus ya bu" Kata Budi.


Ibu Budi menitikkan air mata haru, kini ia tidak harus bingung untuk tinggal, uang yang tersisa bisa dipakai untuk modal jualan kembali. Apalagi usaha Ibu Budi sudah mulai dikenal oleh masyarakat berkat ide Daffa.


Daffa datang menginap dirumah Budi untuk ikut syukuran rumah baru. Daffa sengaja merahasiakan kejutan rumah baru pad sahabatnya itu. Anak itu bahagia saat melihat sahabatnya bahagia bersama keluarganya.


" Wah ternyata benar! Kalian tengah bahagia dengan rumah baru sedangkan aku sengsara dipengungsian bersama Nangsih"


Secara tiba-tiba tawa orang-orang dirumah itu lenyap, didepan mereka muncul ayah Budi bersama istri mudanya (Nangsih). Keduanya datang langsung masuk tanpa dipersilahkan duduk seolah mereka adalah pemilik rumah itu.


***


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2