Embun Dari Langit

Embun Dari Langit
Sepasang Gadis Kembar


__ADS_3

***


Kondisi Embun dinyatakan koma, pendarahannya dapat teratasi berkat donor darah dari Edgard. Masih ditengah kondisi bingung, Edgard meminta penjelasan Dave mengenai Embun.


" Aku tidak tahu, kebetulan saja aku menemukan gadis ini terkapar dijalanan. Entah apa yang terjadi! Pasti suaminya sedang mengkhawatirkannya " Kata Dave.


Keduanya mengetahui dari dokter UGD rumah sakit tempat Embun ditolong pertama kali jika Embun sedang hamil muda. Tidak ingin ada informasi yang terlewat Dave dan Edgard yang berprofesi sebagai dokter langsung mengadakan pemeriksaan dari luar dan dalam pada Embun.


" Matanya hilang satu dan ginjalnya juga menjalani prosedur pengangkatan yang tidak sesuai membuatku penasaran apalagi banyak bekas luka yang ditemukan ditubuhnya, seperti apa wanita ini menjalani hidupnya" kata Dave menatap prihatin pada tubuh Embun yang tengah koma.


" Hasil tes DNA sudah keluar? " Tanya Edgard.


Dave menggeleng dan mengatakan mereka harus menunggu esok untuk mengetahuinya.


***


Keesokan harinya.


" Tingkat kecocokan 99,9% dia adalah adikmu yang hilang itu " Kata Dave syok.


Edgard memberitahukan kedua orangtuanya mengenai hasil yang didapatnya. Sepasang orangtua itu datang dengan wajah gembira penuh harapan.


" Apa benar kau telah menemukan Elina ?" Tanya ibu Edgard


" Iya ibu... tapi " Edgard tidak berani bicara lagi


" Tapi apa Nak? Ibu ingin bertemu dengannya, rasanya seperti mimpi mendengar kabar tentang Elina "


Sang ibu tidak mampu menahan air matanya, teringat kembali saat dimana Elina dan Edgard diculik saat keduanya ikut ayahnya dalam konferensi dokter sedunia yang diadakan di Indonesia, Edgard berhasil selamat sedangkan Elina hilang jejaknya.


Semua upaya telah dikerahkan untuk mencari sia-sia. Elina hilang bersama kalung Edgard yang mana dalam kalung itu ada formula rahasia yang bisa menolong banyak orang.


Elina mempunyai saudari kembar yang bernama Evalina, sejak kecil lemah dan sakit-sakitan membuatnya hidup dalam lingkungan terbatas. Publik nyaris saja melupakan jika keluarga Gunadya mempunyai sepasang putri kembar yaitu Evalina dan Elina .


Si kembar tidak pernah tampil bersama. Apalagi tubuh Evalina yang lemah selalu mendapatkan perhatian khusus dari orangtuanya. Elina selalu mengekori kakaknya kemanapun, Elina memiliki kecerdasan lebih dibandingkan anak seusianya membuatnya hapal seluk beluk dunia medis dalam kepala mungilnya itu.


Elina selamat dari penculikan namun kehilangan memorinya sehingga saat ditemukan ibu pemilik panti ia tidak bisa menyebutkan namanya.


Ia dinamai Embun berdasarkan kalung Edgard, Embun memiliki tanggal lahir Edgard sehingga dianggap lebih tua dari usianya. Usia Embun saat itu masih 3 tahun namun karena kalung Edgard hingga ia harus menambah 2tahun pada usianya.


Jika dihitung usia Embun belum 28 tahun tetapi 26 tahun.

__ADS_1


Edgard terkenal sebagai anak jenius dibidang kedokteran, ia mempunyai ketertarikan yang sama dengan bidang yang ditekuni ayahnya yang seorang dokter. Embun juga memiliki minat yang sama sehingga ia memaksa kakaknya untuk selalu mengajaknya kemanapun kakaknya akan mengikuti konferensi.


Edgard sangat sedih dengan hilangnya Elina bahkan sampai tidak makan berhari-hari. Kehadiran Evalina membuatnya sedikit terhibur dan mulai dekat.


Evalina tidak secerdas Elina (Embun) namun ia memiliki tekad yang kuat untuk belajar dan berusaha keras. Ia jatuh cinta pada Dave Matthews teman karib kakaknya. Singkatnya kedua bertunangan.


***


Kondisi Embun masih terus dibawah pantauan tim dokter, kandungannya sudah masuk bulan ke 4 namun belum juga menunjukkan tanda untuk sadar. Setiap harinya ia dijaga oleh ibunya seorang ahli saraf. Gadis itu masih tenang dalam tidurnya.


" Apa yang terjadi padamu Putriku?" Ibunya menangis perlahan.


Embun masih saja terus tertidur tidak merespon.


Dave juga sering mengunjunginya diam-diam dan berbicara dengannya saat semuanya tidak ada. Ia jugalah yang menjadi orang pertama yang mendapatkan "tendangan" pertama dari bayi Embun dalam perut.


" Anakmu lincah, sudah 2 bulan berlalu Elina" kata Dave.


Dave seorang dokter anak, ia sebenarnya anak seorang konglomerat namun tidak tertarik pada bisnis. Ia memilih menjadi dokter anak dibandingkan mengurusi bisnis orangtuanya. Ia memiliki Seorang kakak perempuan dan seorang adik lelaki. Sayangnya kedua saudara Dave dianggap kurang berbakat dalam bisnis sehingga orangtuanya terus mengharap Dave.


***


Memasuki bulan ke 3 Komanya Embun. Kandungan Embun telah memasuki usia 7 bulan.


" Kita harus mengoperasi bayi Elina" kata Edgard.


" Apa? apa tidak bisa ditunggu... apa bayi itu akan bertahan? dia bahkan baru memasuki usia 7 bulan dalam kandungan ibunya"


Dave menolak ide tersebut. Edgard menunjukkan adanya penurunan aktivitas otak Elina dan kondisi kandungan adiknya itu. Edgard adalah seorang dokter kandungan, Pemuda itu sangat Aware dengan kondisi adiknya.


Dave melihat catatan medis Elina lalu menghela napas berat.


" Apa kau bisa mengoperasi adikmu? dalam kode etik kan tidak memperbolehkan..." Dave belum sempat melanjutkan perkataannya.


" Aku bisa, justru aku tidak bisa mempercayakan kehidupan adikku pada dokter lain..."


" Baiklah Aku ikut ... mybaby boy menungguku" Kata Dave tersenyum.


Edgard ikut tersenyum, Dave memang tidak mengenal Elina namun Dave selalu meluangkan waktunya diam-diam dengan bayi Elina. Edgard tahu hal itu namun membiarkannya.


***

__ADS_1


Suara mesin yang terpasang pada tubuh Embun terdengar dalam ruangan.


Hari ini Embun akan menjalani Caesar untuk melahirkan putranya ke dunia. Edgard dan Dave juga terlibat dalam team operasi itu. Keduanya terlihat lebih tegang dibandingkan operasi biasanya.


Sejauh ini semuanya dilakukan sesuai prosedur, pengangkatan bayi laki-laki oleh Edgard dilanjutkan oleh Dave yang memeriksa kondisi vital sang bayi.


Oek...Oeek!


Bayi terus menangis seolah belum rela dikeluarkan dari perut ibunya.


" Cup..cup sayang... ada aku yang menjagamu! kita tunggu ibumu siuman ya " Kata Dave tersenyum.


Ajaibnya seolah mengerti bayi itu tenang didekat Dave. Ia tidak membiarkan Perawat untuk membersihkan Bayi laki-laki itu.


Pemuda itu turun tangan langsung untuk membersihkan, memotong tali pusar hingga memakaikan pakaian. Para perawat terheran-heran dengan tingkah Dave seolah sedang mengasuh anaknya. Betapa protektifnya Dave pada bayi kecil itu.


" Dokter Dave tidak pernah begini " kata perawat itu membisiki perawat yang lain.


Edgard dan teamnya sudah selesai menjahit luka operasi Embun. Dave mendekatkan bayi itu pada ibunya.


" Bayimu sudah lahir, ia akan menginap di inkubator sampai beratnya cukup, berjuanglah jika kau masih ingin melihatnya tumbuh " kata Dave.


Bayi itu menggapai pipi Embun, secara tiba-tiba Mata Embun terbuka.


Dave terkejut,


" Hei ! kau membuka matamu? " Seru Dave.


Edgard ikut mendekati adiknya, Mata Embun telah menutup lagi.


" Mungkin reaksi syarafnya... aku akan memeriksanya kembali, sekarang pindahkan dulu Elina ke ruangannya"


Ranjang Embun didorong keluar, Anaknya menempati inkubator karena beratnya tidak mencukupi. Secara garis besar kondisinya dalam kondisi baik hanya saja belum membuka matanya.


" Sabar Baby.. kau dan ibumu harus berjuang untuk dapat berkumpul kembali " Kata Dave memberikan ciuman perpisahan pada bayi itu sebelum diletakkan dalam inkubator.


***


Terimakasih untuk pembaca setia. Nayaka berusaha mengupdate secepat mungkin. Semoga tetap setia hingga Ending 🙏😘


salam manis

__ADS_1


Nayaka.


__ADS_2