
***
Dave dan Elina tiba dirumah Prof Andi itu kurang lebih sejam, jika perjalanan mobil memerlukan waktu sekitar 6-8 jam dengan Heli semua lebih hemat waktu.
Prof Andi langsung mengajak pasangan suami istri itu memasuki Labnya dan memperlihatkan sebuah komputer hologram yang memperlihatkan sesuatu.
( Ilustrasi saja ini biar mudah untuk digambarkan)
" Apa ini prof? " Tanya Dave penasaran.
" Anjing pelacakku, coba berikan sesuatu yang bisa mengidentifikasikan mengenai putri kalian " Prof langsung duduk didepan komputer tersebut.
Elina dan Dave hanya bisa saling tatap, prof Andi tidak mengatakan hal itu, mereka datang dengan membawa harapan tanpa apapun ditangan mereka.
" Baiklah, kemarikan darah kalian! Terpaksa kita memakai cara paling primitif "
Prof Andi lalu mengambil sampel darah Elina dan Dave dan langsung diletakkan pada tempat yang disediakan. Dalam waktu singkat. Proses pencarian dalam komputer mungkin akan membuat sebagian besar orang akan terkagum-kagum lain halnya dengan Elina ataupun Dave yang telah bersentuhan dengan banyak teknologi canggih.
" Nah putri kalian bisa dicari lewat sini, sebentar! Aku pindahkan ke ponsel dulu" Kata Prof dengan cekatan mengirim data ke ponselnya.
Prof Andi ikut terjun langsung dalam pencarian Kiara tetapi sebelum keluar Prof Andi mengenakan sebuah topeng kulit yang dapat membuatnya terlihat lebih Tua. Tidak ada yang mengetahui jika Prof Andi yang telah berusia 56 Tahun masih terlihat semuda 25 Tahun.
" Baiklah, ini tidak akan jatuh kan? " Tanya Prof Andi melihat Heli dengan tatapan ngeri.
" Tidak prof, dijamin aman" Jawab Dave tersenyum.
Hari masih menjelang pagi, pencarian terus saja dilakukan. Prof Andi membawa mereka ke sebuah lokasi yang dimana jejak Kiara ditemukan. Harapan semakin besar ketika mereka menemukan sebuah lokasi yang sudah dipastikan jika disitu adalah tempat Kiara. Elina diantar kembali ke rumah, hanya Dave dan prof andi saja yang melanjutkan pencarian.
Dave dengan tidak sabar memimpin pengepungan sebuah lokasi tempatnya Tatia dan Kiara tidur sementara waktu.
Pintu didobrak dengan cepat semuanya menghambur masuk.
" Dimana Kiara? " Tanya Dave.
Tampak sesosok gadis baru saja terbangun dari tidurnya. Dialah Tatia! Gadis itu belum sepenuhnya sadar jika tempatnya telah dikepung oleh seluruh pengawal Dave. Prof Andi secara mandiri memeriksa tempat tidur dan tidak menemukan Kiara disana.
__ADS_1
" Anakmu tidak disini" Jawabnya.
Prof itu sibuk mengutak atik ponselnya dan keluar ruangan. Para tetangga heboh dengan pengepungan rumah kos dipagi hari. Banyak yang mengira pagi hari itu adalah penggerebekan *******, Tatia digelandang secara paksa oleh anak buah Dave. Gadis itu malah sempat tersenyum sumringah melihat Dave akhirnya muncul didepan matanya. ( Ingin rasanya Dave menggamparnya tetapi dia tidak pernah memukul perempuan)
" Bagaimana ini? Kiara tidak ada" Kata Dave muram.
" Anakmu ini kemungkinan telah dibawa pergi, lihat lokasinya semakin menjauh dari sini tetapi jika dihitung hanya sekitar 15 KM saja dari lokasi ini, dari kecepatan berpindah sepertinya putrimu sedang naik mobil, apa gadis itu punya kaki tangan? KIta harus segera mencarinya"
" Siapa yang membawa anakku? " Dave mengepalkan tangannya.
Prof Andi tidak menjawab, ia meminta Dave untuk mengantarkannya ke sebuah lokasi baru. Dave semakin fustrasi. Kemana putri kecilnya saat ini?
***
Dilain tempat
Kiara tengah tertidur setelah tadi merangkak naik memanjat keluar dari jendela yang tingginya hanya selututnya. Bayi kecil itu memanfaatkan waktu untuk lari dari Tatia setelah memastikan Tatia tertidur.
SialnyaTatia tidak memiliki ponsel sehingga menyulitkan bayi itu untuk menghubungi orangtuanya. Setelah keluar bayi itu merangkak perlahan mencari sesuatu yang memungkinkannya untuk lari. Sebuah keranjang belanja milik seorang penjual sayur menjadi pilihan bayi itu diantara banyak keranjang sayur lainnya yang akan dibawa penjual sayur ke pasar untuk dijual.
Setelah berhasil naik, bayi itu malah tertidur kelelahan. Keranjang itu diletakkan dibelakang mobil pick up oleh pemilik keranjang.
" Kok aneh, perasaan isinya sedikit kok terasa lebih berat ya? " Keluh sang penjual sayur namun tidak memeriksa isinya. Ia merasa jika ia hanya merasa capek saja setelah bedagang memilah sayur yang akan dijualnya kepasar.
***
Bayi perempuan itu memutuskan untuk turun dan mencari sesuatu dalam keranjang-keranjang sayur yang lain. Tidak ada yang bisa dimakannya. Mobil terhenti, Kiara terdorong masuk kembali ke dalam keranjang. Pemilik sayur keluar dari mobil dan buru-buru mengangkat jualannya. Hari ini ia nyaris saja terlambat untuk jualan.
Tidak ada yang menyadari bayi itu bahkan hingga dipindahkan ke tempat Jualan.
" Astaga ini anak siapa? " Sang pemilik sayur baru sadar dan terkejut melihat kehadiran Kiara dalam keranjang sayurnya.
Kejadian itu memancing kehebohan beberapa pemilik tempat disekitar penjual sayur itu.
Tidak ada yang bisa dilakukan Kiara selain memberi tahu jika dirinya sangat lapar namun bukan dengan meminta makanan. Kiara menggunakan bahasa bayi ( Menangis super kencang).
Seorang ibu memberikannya segelas teh dengan menyendokkan sesendok demi sesendok padanya.
" Kasihan lapar ternyata! Anak cantik begini siapa yang tega membuangnya! " Marah ibu itu.
__ADS_1
" Saya tidak tahu sejak kapan bayi ini ada dikeranjang belanja saya, haduh bagaimana ini? " Tanya Sang penjual sayur.
Ibu tadi menatap kasihan, wanita itu mengambil alih bayi kecil itu dan merawat Kiara sementara waktu kemudian meminta tolong anaknya untuk membelikan susu formula ukuran kecil untuk diseduhnya. " Dedeknya lapar " Kata ibu itu pada anaknya.
Anak itu mengangguk dan segera membelinya di toko sembako yang terdekat mereka. Kiara juga diberi makan bubur ayam oleh tukang bubur didekat. Bayi itu menerima saja disuapi bubur oleh wanita didepannya.
Baju Kiara diganti dengan pakaian cadangan yang dibawa oleh ibu tadi, Pakaian anaknya yang dibawanya sebagai persiapan ganti baju.
" Yah walaupun kebesaran tapi setidaknya tidak kotor, nak! anak cantik dimana orangtuamu mengapa kau bisa terbawa keranjang sayur itu?" Tanya Sang ibu mengajak Kiara bicara sambil menunggu pembeli yang datang.
Kiara diam menatap wajah orang yang bicara dengannya.
" KETEMU! " Teriak seorang pria melonjak gembira.
Perhatian semua penghuni pasar teralih pada banyaknya orang berjas hitam mendampingi dua orang pria berkemeja batik (Prof Andi) dan biru muda (Dave).
Mata Kiara membesar mengenali sang Daddy. Lain halnya dengan sang ibu yang sedang menggendong bayi mungil itu. Wanita itu ketakutan tetapi tetap mempertahankan Kiara disisinya.
Salah seorang pengawal memberikan foto pada ibu itu dan menjelaskan secara singkat mengenai Kiara.
" Tapi bukan saya yang menculik bayi ini! Dia saya temukan dimobil sayur teman saya beberapa saat yag lalu" Jawab sang wanita ketakutan.
" Kami tahu bu, terima kasih telah menjaga anak saya" Kata Dave.
Dave dan Prof Andi segera meninggalkan lokasi, sedangkan salah seorang pengawal tinggal untuk menyelesaikan sejumlah kompensasi yang diberikan kepada ibu tersebut.
***
Air mata Elina dan Bi Andre tumpah saat melihat Kiara dalam keadaan selamat digendongan Dave. Prof Andi hanya diam namun selalu melirik putri kecil Dave tersebut. Pria itu telah membaca semua hasil pemeriksaan Kiara dan semakin tertarik pada bayi kecil itu.
Bi Andre dan Elina segera memandikan dan mengganti pakaian bayi itu. Rencana Dave akan membawa Kiara ke rumah sakit untuk memeriksa putrinya.
" Tatia?" Tanya Elina.
" Aku sudah menghubungi Edgard untuk mendatangkan Liona ke sini, Liona akan tiba siang nanti" Jawab Dave.
" Yah mungkin kita harus meminta Liona untuk mengatasi Tatia" Kata Elina.
***
__ADS_1