Embun Dari Langit

Embun Dari Langit
fitnah part 2


__ADS_3

Part 1 agak lama melalui proses review, butuh waktu beberapa hari untuk lolos review hingga part 2 ini Naya tunda untuk rilis, biar pembaca sekalian tidak merasa ceritanya loncat-loncat jangan sampai part ini yang rilis lebih dahulu dibanding part 1.


Semoga kita semua selalu sehat dan dalam perlindungan-Nya selalu. Amin.


***


Di rumah kediaman Daffa.


Mobil rombongan Paman Tatia telah meninggalkan halaman, wajah mereka rata-rata memerah antara marah dan kesakitan. Rombongan paman Tatia ketakutan sekaligus tidak menyangka Elina akan melawan dengan cara  kejam menyiksa mereka. Para preman meminta ampun sambil bersujud sedangkan Bibi Tatia disembuhkan karena paman Elina memohon ampun dan tidak akan memperpanjang masalah itu.


Tidak lama mobil Dave memasuki halaman, Pria itu sedikit heran melihat istrinya menyambutnya dengan wajah agak kusut. Elina menceritakan peristiwa barusan pada suaminya. Dave menghembuskan napas berat.


" Sebenarnya aku malas untuk menanggapi tapi sepertinya tidak bisa dibiarkan juga, bukti sudah dipatahkan tetapi mereka masih juga keukeuh, jika Tatia menghilang tidak seharusnya mereka mencari ke sini" Kata Dave.


" Apa mungkin Tatia hendak mengakhiri hidupnya? " Tiba-tiba terbayang dikepala Elina apalagi dengan kenekatan Tatia saat ini.


" Biarkan saja, siapa dia hingga aku harus peduli? " Dave mengambil ponsel disakunya.


Pria itu menelpon kepala pengawal Mathews dan meminta untuk membereskan masalah Tatia.


" Kuminta esok semua sudah selesai "


" Baik Tuan "


Perhatian suami istri itu teralih pada Daffa yang datang meminta izin untuk pergi ke rumah Budi bermain sambil mengerjakan Pe-er.


***


Dilain tempat


Tatia meneliti seluruh ruangan, tidak ada celah untuk melarikan diri. Sudah hampir dua minggu lamanya dirinya disekap tidak juga menunjukkan tanda-tanda akan dilepaskan Arga. Gadis ini terlalu sibuk memikirkan cara untuk menjebak Dave sehingga melupakan Arga.


Pada malam saat Jatuh dari motor, Arga sebenarnya berniat mencari Tatia namun pemuda itu urung karena mengenal karakter pacarnya yang tidak bisa dipaksa hingga menunggu hingga emosi sang pacar mereda. Arga kembali melakukan perjalanan bisnis selama beberapa waktu dan ketika kembali pengawalnya melaporkan hal yang mengejutkan.


Pengusaha muda itu juga menyelidiki mengenai Dave dan keluarganya, Ia tahu jika Tatia berurusan dengan orang yang salah. Dalam hatinya ia kecewa Tatia malah membuat anaknya menjadi anak pria lain. Arga mencintai Tatia dan selalu memaafkannya termasuk kesalahan Tatia yang dengan sengaja menggugurkan anaknya, Tatia tidak mengetahui jika Arga menempatkan pengawal untuk memata-matai sang pacar. Rasa cemburu dan memiliki dari pria itu membuatnya tidak ingin agar pacarnya dekat dengan pria lain.


Arga bukan tidak ingin menikahi sang kekasih, Tatia selalu menolak, Gadis itu masih berkeinginan fokus pada karirnya sebagai dokter.

__ADS_1


" Kali ini aku tidak akan membiarkan anakku kenapa-kenapa" Tekad Arga.


Ia memutuskan untuk menculik dan menyekap pacarnya sambil berharap selama bersamanya Tatia akan mengubah pemikirannya pada Dave dan kembali padanya walaupun Arga melihat tidak ada lagi cinta dimata Tatia untuknya. Prioritas Arga adalah keselamatan anaknya saat ini. Penjagaan diperketat selama 7 X 24 jam.


Pintu terbuka, Arga masuk menemui Tatia.


" Kumohon lepaskan aku " Pinta Tatia.


" Maaf Tatia ini demi dirimu sendiri, kau harus menghentikan kegilaanmu " Kata Arga.


" Tidak! Anak ini butuh ayahnya, kumohon Arga" Jawb Tatia.


Tatia masih gigih mengakui jika anak dalam kandungannya adalah anak Dave. Arga menatap perubahan sang kekasih. Gadis itu semakin obsesif pada Dave. Ia memutuskan untuk bertemu dengan Dave secara langsung.


***


Baru berniat membuat janji dengan Dave, Arga dihubungi oleh kepala pengawal keluarga Mathews.


" Kami ingin mengundang anda untuk membicarakan masalah yang membuat anda tertarik " Begitu kata pengawal Mathews.


Arga menyanggupi dan mereka akhirnya bertemu disebuah restoran mewah. Arga baru kali ini bertemu dengan kepala pengawal Mathews, ia wajib waspada saat mengetahui lawannya bukanlah orang biasa.


" Makan dengan kepala pengawal saja aku sudah merasa terintimidasi sedemikian rupa ! Entah bagaimana jika dengan tuannya langsung " Bisik Arga dalam hati agak grogi juga.


Baru kali ini ia berhadapan dengan crazy rich banyak hal yang tidak terbayangkan olehnya muncul begitu saja. Kepala pengawal memberikan sebuah map coklat pada Arga yang menunjukkan jika orang itu tahu jika Tatia sedang disekap Arga.


" Lalu apa mau tuan kalian? Aku tidak menyalahkan tuan kalian dalam posisiku, aku sepenuhnya paham jika ini adalah obsesi pacarku saja dan anak itu adalah anakku" Kata Arga.


" Tuan kami meminta masalah ini segera diselesaikan agar namanya kembali bersih "


" Tapi reputasi Tatia akan rusak " Jawab Arga dengan cepat. Walaupun marah pada Tatia, ia tidak pernah berharap jika pacarnya mengalami kesulitan.


" Soal itu tergantung Tatia, kami masih memilih untuk menyelesaikan dengan cara kekeluargaan melalui anda karena pamannya sudah menutup jalur negosiasi namun jika andapun menolak maka kamipun punya cara kami untuk menyelesaikan masalah tuan kami " Kata Kepala pengawal dengan penuh penekanan.


Arga makin merasa bahkan udarapun ikut menekan dirinya.


" Lalu apa yang harus kulakukan?" Tanya Arga.

__ADS_1


Kepala pengawal memberikan sebuah amplop lagi, Arga lagi-lagi harus terkejut melihat potongan gambar yang tercetak rapi yang memperlihatkan bukti kebersamaan Arga dan Tatia pada malam itu bahkan rekaman Tatia jatuh dari motor, dokumen juga disertakan dengan sebuah kaset dvd yang diyakini Arga berisi mengenai bukti yang lain.


" Temui keluarga Tatia dan selesaikan masalah kalian, ini adalah bukti yang menguatkan pernyataan anda pada paman Tatia " Kata Kepala pengawal beranjak pamit.


Arga termenung dan akhirnya memutuskan meninggalkan restoran itu untuk langsung menemui orangtuanya untuk melamar Tatia. Ayah dan ibu Arga hanya diam saat Arga menceritakan perihal lamaran pada Tatia namun menyetujui untuk menemui paman dan bibi Tatia.


Malam itu juga kedua orangtua Arga tidak membuang waktu lagi untuk menemui paman dan bibi Tatia. Wali Tatia itu sedang kalut karena Tatia masih saja menghilang menyambut Arga dan keluarganya dengan tidak bersemangat.


" Sebenarnya Tatia ada ditempat saya " Kata Arga saat mereka telah duduk bersama.


" APA!!" Paman Tatia berdiri saking kagetnya.


" Iya, Tatia bersama saya. kedatangan saya malam ini adalah...."


Kata Arga langsung dihentikan oleh ibunya.


" Tunggu nak, mama belum setuju dengan keputusan ini " Potong mama Arga.


Paman dan bibi Tatia menatap tajam pada mama Arga. Padahal setahu mereka, mama Arga sangat welcome dengan Tatia.


" Tatia sedang mengandung anak Arga Ma, anak itu butuh status " Jelas Arga.


" Tapi dia lebih memilih pria lain sebagai ayah bayinya, pikir panjang! masih banyak wanita lain diluar sana, jika anak itu cucu mama, anak itu diterima dikeluarga kita dengan tangan terbuka tapi tidak dengan ibunya!" Kata mama Arga panjang lebar.


Paman dan Bibi Tatia melihat keseriusan mama Arga, mereka juga merasa ada sesuatu yang salah pada keponakan mereka.


" Tatia bersikeras anak itu anak Dave " Bibi Tatia mulai bingung.


" Dokter itu tidak pernah melakukan apapun pada Tatia, aku tidak akan membiarkan anakku menjadi anak Dokter itu" Arga berkata dengan sangat yakin.


" Papa juga tidak setuju punya menantu seperti dia" Sela papa Arga ikut menambah kepuyengan Arga.


" Ada apa dengan kalian ? "


Arga terpana mulai putus asa.


***

__ADS_1


Bersambung


note : Mohon doa esok adalah sidang lanjutan ( Naya jadi saksi ), semoga lancar dan sukses. 🥺🥺🥺 Naya tegang sekali untuk esok.


__ADS_2