
Beberapa malam tidak update, mumpung Mood lagi enak, Nayya meng-up cerita sedkit lebih panjang. Biar episode berikutnya sudah di Scene nya Embun.
Terima kasih semua atas dukungannya para pembaca sekalian
Salam hangat
Naya.
***
Silvia tidak henti-hentinya menjerit histeris dirumah sakit. Ia terluka akibat mempertahankan bayinya. Stephan dan ibunya datang setelah mendapatkan berita dari rumah sakit.
Edgard juga terkejut mendengar jika baby Edward diculik dirumahnya. Pencurinya terbilang nekat karena melukai orang dalam rumah dengan sengaja.
" Bayiku! Bayiku! " Jerit Silvia Histeris.
Tangisnya kian menjadi-jadi saat Stephan datang. Keduanya menangis karena kehilangan bayi yang baru saja mereka timang. Ibu Widya pingsan berulangkali mengetahui cucunya hilang tanpa jejak.
Pencarian terus dilakukan dengan harapan agar ada yang memberikan informasi. Berita penculikan itu menjadi berita nasional, banyak ibu yang turut berduka mendengar kehilangan sang menantu wakil presiden. Polisi silih berganti mencari ke semua tempat dengan bantuan intel namun tidak ada jejak kabar bayi itu.
Silvia depresi berat setiap hari menangis, kehilangan bayinya begitu memukul jiwanya. Ia selalu teringat akan bayinya yang hilang. Bayi yang didapatkannya dengan susah payah
Edgard tidak kalah syok, menatap foto bayi itu bersamanya. Bagaimanapun sebagai dokter yang memantau bayi itu sejak dalam kandungan ada semacam rasa sayang pada bayi itu.
" Kemana kau baby boy, kembalilah! Kami menantimu" Kata Edgard pada foto itu.
***
Dua bulan sejak kehilangan bayi Edward, tidak ada kabar sama sekali. Edward hilang ditelan bumi. Kondisi Silvia mulai menunjukkan tanda ikhlas menerima, Stephan membawanya terapi ke dokter kejiwaan. Edgard menyarankan sebuah klinik tempat sepupunya praktek untuk berkonsultasi ( Maklum semua keluarga Gunadya profesinya dokter).
Kondisi Nathasa menunjukkan perkembangan yang signifikan. Peralatan medis sudah dicabut satu persatu. Donor yang diterima dari sepupunya ternyata cocok dan tidak menunjukkan penolakan.
Anggun lega melihat perkembangan putrinya. Untuk menghibur neneknya, Nathasa dibawa untuk menemui ibu Widya.
Sang nenek menangis haru melihat cucu perempuannya yang berhasil bertahan hidup sekaligus sedih kehilangan cucu lelaki yang baru saja didapatnya.
" Mungkin aku hanya ditakdirkan untuk memilikimu saja " Kata Ibu Widya menangis sedih sambil memeluk Nathasa.
" Tidak apa-apa bu, Kak Stephan dan istrinya lebih beruntung daripada aku, mereka segera dapat memiliki bayi kembali " Kata Anggun.
Anggun tidak akan mungkin bisa hamil, ia tidak memiliki rahim dan Nathan juga tidak lagi menyentuhnya lama sekali. Benar kata Anggun, ditengah kesedihan kehilangan sang putra, Silvia dinyatakan hamil kembali oleh dokter.
Pasangan itu dilanda kebahagiaan sekaligus ketakutan akibat kehilangan putra mereka. Silvia tidak ingin tinggal dirumahnya kembali. Stephan menjual rumah itu segera setelah mengetahui Silvia hamil kembali. Keduanya pindah dikawasan yang dianggap paling aman dikota itu.
Edgard sangat berhati-hati dalam penanganan Silvia, sikapnya berubah sedikit melunak pada pasangan itu karena peristiwa hilangnya baby Edward. Dengan terapi kesuburan yang dilakukan Edgard, Silvia mengandung anak kembar.
Bukan main senang hati pasangan itu namun keduanya tidak dapat melupakan putra mereka yang telah hilang setengah tahun lalu.
__ADS_1
" Berapa bulan kak? " tanya Anggun menatap perut Silvia.
" Masuk 5 bulan " Jawab Silvia tersenyum mengelus perutnya yang lebih besar dari sebelumnya.
Kebetulan Silvia menginap dirumah Ibu Widya disaat Stephan mendapatkan tugas ke luar kota dari kampusnya. Stephan tidak lagi membiarkan istrinya sendirian dirumah. Anggun datang berkunjung membawa Nathasa pada neneknya.
Silvia merasakan adanya ketertarikan khusus pada Nathasa. Ketika meminta izin untuk menggendong, ibu Widya langsung melarangnya.
" Jangan! wanita hamil jangan menggendong anak" Katanya.
Nathasa juga terlihat damai bersama Silvia. Keduanya terlihat akrab padahal ini pertemuan pertama keduanya. Ibu Widya sangat bersuka cita akan memperoleh cucu kembar dari Silvia.
" Andaikan Nathan dan Nikita juga diterima oleh dokter Edgard, mungkin ibu akan punya banyak cucu" Kata Ibu Widya tidak sadar menyinggun Anggun.
Silvia melihat adanya ketidakpuasan mertuanya pada Anggun namun ia memilih untuk pura-pura tidak tahu. Ia saja adalah menantu yang terabaikan sekian tahun jadi hal seperti ini biasa dirasakannya.
Anggun mengenal dokter Edgard Gunadya sebagai kakak Embun. Sikap Edgard sudah jelas menunjukkan antipati padanya dan keluarga Wijaya. Seluruh dokter yang mempunyai hubungan darah atau relasi bisnis dengan keluarga Gunadya menolak untuk menolong Nathasa tidak peduli dengan sejumlah uang yang ditawarkan oleh Anggun.
Anggun menduga ini adalah ulah Embun yang dendam padanya, sayangnya ia harus membiarkan Embun hidup bahagia saat ini karena jika ia mengusik Embun maka ada kemungkinan ayahnya akan memanfaatkannya untuk meminta tanda tangan Embun.
***
Bisnis keluarga Bumiwardoyo mulai menunjukkan titik terang sejak dikendalikan oleh Anggun, wanita itu mendapati jika ayahnya telah menggunakan uang perusahaan untuk kepentingan pribadinya sehingga Anggun memutuskan untuk menggantikan ayahnya dengan asisten kepercayaannya. Raka juga mengalami penurunan jabatan. Anggun mulai menampakkan taringnya.
Tidak ada yang mampu melawannya, kunci mutlak ada pada Embun dan menemukan wanita itu sangat sulit. Oleh keluarganya Embun sejak kecil memang terdaftar dalam anak cerdas dunia. Anak-anak seperti itu dilindungi oleh badan intelegen negara demi keamanan. Kecerdasan mereka akan terus diawasi hingga mereka dewasa nantinya.
Embun dan Daffa mendapatkan perlindungan demikian dari interpol negara mereka yang selalu siap 24 jam. Dengan alasan tersebut data mengenai Embun / Elina dan Daffa terblokir dari situs apapun.
" Bagaimana ini? Anak itu semakin menjadi saja , kau saja tidak dihargai padahal kau adalah ayahnya" Marah Ibu Gayatri.
Pak Wijaya terdiam, sekian lama bersama ibu Gayatri membuatnya merindukan Ningsih. Istri pertamanya itu sekarang lebih memilih sibuk menemani cucunya atau acara amal lainnya. Tidak ada lagi sikap manja dan mesra yang didapatnya saat pulang ke rumah Bumiwardoyo.
***
Kelahiran Si kembar menjadi penggembira hati kedua orangtuanya. Silvia melahirkan sepasang anak kembar berjenis kelamin lelaki dan perempuan. Kali ini semua dilakukan dengan operasi Caesar karena Silvia mengalami masalah pada saat melahirkan putra-putrinya.
" Selamat datang bayi bayiku sayang " Kata Edgard dengan hangat menyambut keduanya dengan selfie ria.
Stephan tertawa melihat perubahan dokter itu, tidak ada lagi kesan dingin yang ditunjukkan seperti saat Edward dulu. Lagi-lagi Stephan tertusuk pada hatinya, bagaimana kondisi anak pertamanya kini. Tak ada kabar hingga sekarang.
Kedua bayi mungil itu dinamai Radhi Wijaya dan Raya Wijaya yang arti nama keduanya jika disatukan adalah "berkah tuhan yang besar" , keduanya menjadi penyejuk hati orangtuanya dikala berduka kehilangan Edward. Nama ini adalah pilihan Edgard. Ia sendiri berinisiatif memberikan nama karena Silvia dan Stephan menyiapkan nama yang lagi-lagi mirip dengan namanya.
" Kalian bercanda atau sedang mengejekku? Hah! Aku akan memberi nama bayi ini Radhi dan Raya. Mereka adalah berkah Tuhan yang besar untuk kalian" Kata Edgard.
Stephan dan Silvia menyetujui nama itu.
Ibu Widya juga tidak kalah protektif, ia menyiapkan pasukan untuk menjaga rumah putra sulungnya selama 24 jam. Ada yang sempat menyentil tindakannya diinternet namun ibu Widya menjawab dengan bijak khas pejabat suka ngeles.
Walaupu dikatakan lebay oleh netizen, nyatanya ibu Widya jalan terus demi mengamankan cucunya. Stephan juga memasang cctv dirumah mereka. Ia dan istrinya benar-benar hidup dalam kewaspadaan sejak kelahiran sikembar.
Hari berganti bulan berganti tahun
__ADS_1
4 tahun berlalu.
Nathasa tumbuh dengan sehat setelah transpalasi hati, ia menjelma seperti Anggun kecil angkuh dan sombong. Usia Nathasa sekarang akan mencapai 6 tahun. Sebentar lagi ia akan merayakan ulang tahunnya yang sama dengan kelahiran ibunya. Berkat ibunya, ia dapat menyembunyikan dengan baik kecacatan pada kaki kirinya.
Si Kembar (Radhi dan Raya) sudah berumur 4 tahun juga sedang bersiap menyambut adik-adik kembar mereka yang akan lahir. Edgard mengkombinasikan kemampuannya dengan Elina berhasil membuat Stephan dan Silvia memiliki keturunan kembar padahal tidak memiliki riwayat kembar pada keluarga besarnya.
Ibu Widya sangat bahagia, lain halnya dengan Nikita. Sudah 5 tahun sejak menikahi Nathan tidak ada tanda-tanda jika ia akan hamil. Ia sudah jemu memeriksakan dirinya dan dokter menyatakan ia sehat dan tidak memiliki masalah. Wanita ini pun tidak berani mempermasalahkan Nathan karena Nathan telah memiliki anak dari dua wanita yang berbeda.
Sikap Ibu Widya yang tidak menuntutnya untuk memiliki anak juga terkesan misterius. Niki tidak menyerah menghubungi Dokter Edgard. Dokter ini menemukan jodohnya di rumah sakit Harapan, seorang dokter gigi dengan senyum ginsul yang menawan. Mereka telah menikah dan memiliki anak lelaki yang baru berusia setahun.
Sampai akhirnya Dokter Edgard bersedia menemui Nikita. Ia meneliti rekam medis Nathan (Dicuri diam-diam Nikita) dan rekam medis milik Nikita. Nikita menggunakan identitas samaran untuk mengelabui Dokter tersebut.
" Kau tidak akan memiliki anak dari suami mandul seperti dia" Jawab Dokter Edgard kasar.
Nikita terkejut namun ia tidak percaya, bagaimana bisa mandul jika suaminya memiliki riwayat anak dua.
" Bagaimana bisa dokter? suami saya telah memiliki dua anak dari dua orang wanita yang berbeda" Niki membantah.
" Terserah jika kau tidak percaya Nyonya Wijaya, kau pikir aku tidak tahu jika itu kau? suamimu mandul, direkam medisnya tertera ia mengalami kecelakaan yang mengakibatkan penyumbatan yang menyebabkan kehilangan kemampuan membuahi, mungkin bisa kau tanyakan padanya" Kata Edgard menekan bel yang berbunyi nyaring.
Ia memanggil perawat diluar dan menegurnya langsung didepan Nikita.
" Kau lihat wajah nyonya ini? Jangan sampai dia datang ke sini lagi! Aku menolak tegas melakukan pengobatan apapun pada keluarga Wijaya, paham? " Tegur Edgard dengan emosi.
Perawat pucat, ia tidak mengenali Nikita tadi karena menggunakan masker dan penutup kepala. Posisi Edgard sebagai kepala rumah sakit bisa memecat siapapun yang tidak patuh pada aturannya kapanpun ia mau. Pada saat rapat dewan komisaris dokter Edgard mengungkapkan ketidaksediaannya untuk menolong siapapun dari keluarga Wijaya kecuali dia yang menginginkannya.
Seluruh keluarga Gunadya juga secara terang-terangan memberikan penolakan yang sama tanpa memberikan alasan yang jelas. Dengan resiko apapun mereka tidak akan menangani siapapun dari keluarga Wijaya dan Bumiwardoyo. Sungguh sayang karena keluarga Gunadya adalah generasi dokter handal dan bertangan dingin. Siapapun tidak berani menyinggung mereka.
" Tapi anda menolong kakak ipar saya, kenapa saya tidak? " Nikita protes.
Edgard menatap Niki dengan wajah galak juga.
" Tanya suamimu! Pergi dari ruanganku! " Kata Edgard.
Nikita putus asa, Dokter itu sama sekali tidak mengasihaninya. Ia sudah ke beberapa dokter kandungan terkenal namun yang mempunyai hubungan dengan keluarga Gunadya langsung memblokirnya begitu mengetahui ia berasal dari keluarga Wijaya.
Nikita sudah tidak dapat menahan kegundaha hatinya akhirnya bicara dengan Nathan dari hati ke hati. Ia menumpahkan seluruh perasaannya untuk menginginkan anak. Nathan menatapnya penuh rasa bersalah. Ia tidak memberitahu sang istri jika ia mengalami infertilitas (kemandulan) sejak kecelakaan tempo hari.
Akhirnya pria itu mengakui semuanya pada sang istri, Niki mendengarnya dengan mata basah sekian lama akhirnya ia tahu penyebab ia tidak memiliki anak dan mengapa ibu mertuanya tidak menekannya untuk memiliki anak padahal Silvia menjadi menantu yang terabaikan sekian tahun karena lama memiliki anak.
Sepanjang malam wanita itu menangis, tidak ada harapan untuk memperoleh anak lagi. Apalah daya, pria yang ia cintai adalah Nathan. Pria itu tidak mengerti kenapa keluarga Gunadya memblokir keluarga besarnya tanpa kecuali.
Nathan luluh akhirnya mengikuti keinginan istrinya untuk menempuh pengobatan atas ketidakmampuannya.
***
BERSAMBUNG
( Visual Nathasa yang mengambil wajah Nathan seluruhnya, Naya mencari yang semirip mungkin dengan Nathan)
__ADS_1