
"Benarkah, kalau begitu bergegaslah sebelum pohon-pohon tua itu benar-benar mati". Ujar permaisuri yang khawatir dengan pohon-pohon di hutan.
"Kalau begitu aku pergi dulu, jaga dirimu dan juga putri kita". Setelah berkata demikian raja Luis pergi keluar istana terbang bersama para penjaga hutan dan beberapa orang pengawal untuk menjaganya.
"Kemana mereka akan pergi permaisuri?". Tanya Alexa yang baru sampai di kamar permaisuri dan raja.
"Mereka akan mengobati pohon-pohon tua Alexa". Jawab permaisuri sambil tetap menyusui Leona.
"Alexa, kakak tiriku ada disini? Mana dia aku ingin melihat wajahnya".
"Eaaa. Eaaa. Eaaa". Leona sengaja menangis sekeras-kerasnya supaya dapat melihat wajah kakak tirinya Alexa.
"Kenapa kamu tiba-tiba menangis nak?". Tanya permaisuri yang heran melihat Leona tiba-tiba menangis.
__ADS_1
"Cup-cup-cup adikku yang manis kenapa kamu menangis? Apa kakak membangunkanmu?". Ujar Alexa yang sudah terbang diatas tempat tidur permaisuri dan raja mengusap pelan kedua pipi Leona agar tak menangis lagi.
Mendengar ucapan Alexa itu permaisuri hanya tersenyum tipis.
"Kakak Alexa, jadi benar ini kakak Alexa hanya saja ini versi kecilnya". Leona benar-benar dibuat kaget dengan kakak tirinya Alexa ini.
Jadi benar ia dan kakak tirinya telah dikirim kembali didunia ini? Lalu apa ibu tirinya juga ada disini? Memikirkannya saja sudah membuat Leona sakit kepala sudah cukup ia merasakan penderitaan akibat perbuatan ibu dan kakak tirinya di kehidupannya sebelumnya. Kehadiran Alexa sudah cukup membuatnya sakit kepala, untuk ukuran bayi peri sakit kepala diusia ini sangatlah menyakitkan.
"Lihat permaisuri Leona sudah tidak menangis lagi, sepertinya dia sangat menyukaiku".
"Wah seperti dia benar-benar menyukaimu Alexa, lihatlah wajahnya, bukankah lucu. Dia seperti orang yang sedang merajuk". Ungkap permaisuri tersenyum kecil melihat raut wajah Leona yang sangat lucu nan menggemaskan itu.
"Ibu seandainya kau tahu bahwa dialah yang telah membunuhku di kehidupanku yang lalu sampai aku berakhir disini pasti ibu akan sedih ".
__ADS_1
"Alexa kenapa kau terdiam?".
"Entahlah permaisuri, hanya saja melihat wajah putri Leona sedekat ini membuatku melihat sesuatu yang sangat samar. Aku tidak bisa memastikan apa itu. Itu seperti suatu tempat yang sangat jauh dari sini. Bahkan kemampuanku yang luar biasapun tidak bisa menjangkaunya".
"Tempat yang jauh?".
"Kau benar permaisuri. Tempat yang sangat jauh yang aku tidak tahu. Masih sangat samar dalam penglihatanku. Mungkin jika aku sedikit lebih besar nanti dan kekuatanku semakin besar juga aku bisa melihatnya dengan jelas". Ungkap Alexa lagi.
"Apa kakak Alexa melihat tempat asal kami? Jadi maksudnya sekarang kakak Alexa tidak tahu apa-apa tentang kehidupannya sebelumnya seperti aku? Berarti sekarang mungkin saja perasaan sayangnya benar-benar tulus padaku".
"Coba lihat Alexa, putri Leona tersenyum menatapmu".
"Apa kau senang sekarang adikku? Cepatlah bertumbuh besar agar kita bisa bermain bersama, aku sangat menantikan hari itu". Ujar Alexa membalas senyuman Leona.
__ADS_1
"Wah kedua putriku sangat manis, melihat kalian seperti ini mengingatkanku pada saudara-saudaraku". Ungkap permaisuri menangis tapi segera ia hapus buliran air mata yang keluar dari pipinya. Air mata yang ketika jatuh ke udara akan berubah menjadi serbuk-serbuk berwarna putih yang berkilauan.
"Kumohon jangan menangis ibu".