
Alexa mengamati putri Leona dengan saksama. Bahkan sampai didunia ini gadis itu tetap tidak berubah sama sekali. Bahkan menerima kehadirannya dengan baik meskipun tahu bagaimana perlakuan Alexa yang dulu begitu buruk padanya. Ada perasaan sedih yang menggelut dalam hatinya. Perasaan menyesal tentang perbuatan buruk entah itu benar dirinya atau mungkin orang lain yang mirip dan kebetulan mempunyai nama yang sama membuatnya merasa menjadi kakak yang buruk. Tapi untuk sekarang entah Deus sudah memberikannya kesempatan untuk memperbaiki sikap maka ia akan menjalani hidupnya jauh lebih baik dibandingkan Alexa manusia jahat itu beserta ibunya. Memikirkan itu semua membuat Alexa merasa bersalah dan bersyukur dalam waktu yang bersamaan.
"Tapi kenapa tiba-tiba kakak menanyakan hal ini?". Tanya putri Leona membuyarkan lamunan Alexa saat itu.
"Tidak terjadi apa-apa. Aku hanya iseng bertanya tapi kau malah menjelaskan dengan begitu rinci padaku. Termakasih dan maaf jika selama ini perlakuanku buruk dan belum bisa menjadi kakak yang baik untukmu". Terang Alexa jujur. Diam-diam ia meneteskan air mata yang dengan cepat ia seka agar tak terlihat oleh Putri Leona.
Putri Leona tahu kakaknya ini pasti menyembunyikan sesuatu darinya. Atau mungkin ia telah mendapat sambungan mimpi yang pernah ia ceritakan tempo dulu tentang wanita paruh baya yang mirip dengannya. Mungkinkan Alexa telah mendapat penglihatan seperti itu?
"Apa kau telah mengetahui tentang racun tumbuhan yang terjadi di Kolisia?".
"Yah aku telah mendengarnya dari ibu. Sangat menyebalkan sekali karena aku dilarang keluar dari istana lagi". Sambung putri Leona menjawab pertanyaan Alexa.
"Kudengar itu adalah perbuatan peri penyihir Helena". Tukas Alexa seraya tarbang dihadapan putri Leona.
"Haahh apapun itu kita harus menghentikannya seblum seluruh kerajaan musnah". Balas putri Leona lalu bangun dari pembaringannya menatap Alexa.
"Apa kau tau kakak bagaimana cara untuk mematahakan sihir pada racun tumbuhan? Sangat berbahaya jika peri yang terkena racun tersebut tidak terbangun kembali dalam waktu lama".
"Sayangnya aku tidak tahu soal itu. Aku dan ibuku sudah berpisah jauh dari peri penyihir sejak aku kecil. Jadi tidak banyak hal yang aku ketahui tentang sihir penyihir jahat itu lakukan". Balas Alexa menimpali pertanyaan putri Leona.
__ADS_1
"Tapi mungkin Aretha?". Imbunya menatap putri Leona dengan senyum tertentu. Kemudian keduanya pergi menemui Aretha dikamarnya.
"Aku tidak tahu". Jawab Aretha ketus setelah putri Leona bertanya tentang racun penyihir.
Putri Leona menghela nafas berat. Tidak akan berakhir jika mereka terus menerus terkurung seperti ini. Penyihir itu pasti akan lebih semena-mena terhadap mereka kedepannya terlebih jika ia mengetahui tentang kuncup bunga teratai yang telah dipindahkan keistana. Monster duyung? Mungkin tu pilihan terbaik sekarang.
"Aku tahu bagaimana kita keluar dari dalam istana tanpa harus mencium racun penyihir". Putri Leona mengutarakan ide gilanya.
"Jangan bercanda. Ayah dan ibu pasti tidak akan mengizinkan kita keluar begitu saja".
Aretha mengangguk setuju dengan perkataan Alexa. Untuk pertama kalinya mereka sependapat tanpa keributan.
"Aku tidak akan ikut".
"Aku juga".
Alexa dan Aretha menjawab bergantian.
"Heh sejak kapan kalian akur? Apa aku harus menentang seperti ini baru kalian akur? Sangat menyebalkan". Ujar putri Leona berdecak lidah dengan kelakuan Alexa dan juga Aretha.
__ADS_1
Alexa dan Aretha saling pandang kemudian membuang pandangan mereka masing-masing.
"Tunggu sebentar aku segera kembali". Ucapnya lagi lalu berjalan keluar.
"Ini kita bisa gunakan ini sebagai punutup hidung. Dengan begitu kita tidak akan menghirup racun penyihir". Ujar putri Leona yang baru kembali dengan membawa mahkota bunga ditangannya.
"inikan...".
"Yah ini adalah mahkota pemberian dari peri elf ahli bunga saat kita mengunjungi kakak Kila dan Konou. Aku masih menyimpannya". Tukas putri Leona menjawab Alexa.
"Jadi bagaimana sekarang?". Tanya putri Leona kesekian kalinya.
"Baiklah mari kita lakukan". Ujar Alexa dan Aretha bersamaan membuat putri Leona tersenyum. Meskipun raut wajah Aretha nampak datar tapi ini adalah awal yang baik jika keduanya sudah berbaikan dan tidak bertengkar seperti biasanya.
Alexa yang punya sedikit kemampuan mengendalikan daun dari ayahnya akhirnya membuat lembaran daun dari mahkota bunga itu menjadi penutup hidung seperti masker berkat arahan dari putri Leona. Setelah siap mereka akhirnya menunggu hingga tengan malam untuk mulai menyelinap keluar istana dan melakukan perjalanan.
#Jangan lupa Vote dan Like serta tinggalkan Komen kalian yah.
Aku mencintai kalianš¤
__ADS_1