
Putri Leona menatap sosok seperti malaikat di hadapannya kini. Tepat saat sosok malaikat itu hendak perpijak tiba-tiba saja ada sebuah meja batu yang muncul dari udara kosong seperti memberikan tunpuan bagi sosok tersebut untuk berpijak hingga sosok itu mendarat diatas meja batu tersebut dengan begitu anggunnya karena di atas meja batu tersebut nampak beberapa bunga mawar berwarna-warni menghiasinya.
Jika dilihat sayap yang dimilikinya jauh lebih besar dari sayap milik ayah atau ibunya. Dan lagi sayap malaikat ini tidak tampak seperti sayap peri pada umumnya yang transparant dan cenderung mirip seperti sayap kupu-kupu yang sering dilihatnya di kehidupan lalu maupun kehidupannya yang sekarang. Sayap malaikat itu lebih seperti sayap burung merpati putih bersih. Hanya saja dengan ukuran raksasa. Putri Leona benar-benar di buat terpana. Gemuruh angin yang disebabkan oleh sayap malaikat ini bahkan sampai berakibat pada rumput dan tanaman lain yang ada disekitar yang terlihat berantakan dengan dedaunan kering yang tersapu rata entah kemana.
"Halo putri Leona. Senang bertemu denganmu". Sapa sosok malaikat itu pada putri Leona yang sedikit terperanjat kaget karena sosok malaikat itu mengetahui namanya.
"Ah halo. Jadi kau yang ingin bertemu denganku?". Tanya putri Leona setelah mengatasi rasa keterkejutan dan terpananya pada sosok malaikat itu.
"Panggil aku Angel. Aku adalah peri bulan, saudara ibumu". Ujar sosok malaikat tersebut yang merupakan peri bulan.
__ADS_1
"Hah? Peri bulan? Saudara ibuku?". Putri Leona menjadi bingung dengan ucapan peri bulan Angel .
"Tapi kenapa sangat berbeda dengan ibuku? Maksudku adalah sayap kalian, sayap ibuku sama seperti sayap peri pada umumnya dan ukurannya tidak begitu besar seperti sayapmu". Imbun putri Leona lagi menjelaskan apa yang menurutnya masuk akal.
Peri bulan Angel tersenyum menatapnya lalu berkata.
"Saat pertama kali ibumu datang ketempat ini ia melakukan sedikit penyamaran. Namun tanpa sengaja ayahmu melihat sosoknya yang asli dan keduanya saling jatuh cinta. Seiring waktu sayap ibumu menjadi semakin lemah karena sering berada didunia ini. Karena itulah secara perlahan sayap ibumu mengecil dan berubah menjadi seperti sekarang". Peri bulan Angel mulai menjelaskan kisah masa lalu sang kakak dengan raja Luis.
Putri Leona nampak terdiam mendengarkan semua cerita tentang ibunya. Sekarang ia baru tahu dari mana ibunya berasal.
"Kalau begitu kau adalah bibiku?". Tanya putri Leona dengan mata berbinar. Sekarang yang ada dalam benaknya saat ini adalah ia ternyata mempunyai bibi seorang malaikat yang sangat cantik. Tunggu tadi bibinya mengatakan soal ayah mereka. Apa itu maksudnya adalah kakekku? Matanya kembali berbinar kala mengingat bagaimana nanti sosok kakeknya. Jika bibinya saja sudah seperti ini pasti kakeknya adalah seorang yang sangat luar biasa mengingat ia bisa mengubah sang ibu menjadi peri biasa seperti sekarang. Jika benar demikian maka besar kemungkinan kakeknya juga bisa membuatkan sayap untuk peri cacat sepertinya? Wah membayangkan semua ini saja sudah benar-benar membuatnya sangat bersemangat untuk menemui kakeknya.
__ADS_1
"Yah kau benar. Aku adalah bibimu". Ungkap peri bulan Angel tersenyum pada putri Leona.
"Lalu apa aku masih mempunyai kakek? Tadi bibi mengatakan bahwa kakeklah yang mengubah ibu menjadi peri biasa seperti ayahku". Tanya putri Leona yang benar-benar tidak sabar ingin melihat sosok kakeknya.
"Yah kakekmu juga masih ada. Apa kau ingin menemuinya putri?". Tanya peri bulan Angel yang membuat kedua mata putri Leona membulat besar. Ia sama sekali tidak membayangkan akan mendapat tawaran bertemu kakeknya secepat ini. Akhirnya dengan wajah berbinar penuh semangat ia berkata.
"Benarkan aku bisa bertemu dengan kakekku bibi? Tentu saja aku ingin. Aku bahkan sudah tidak sabar untuk menemuinya". Ujar putri Leona dengan penuh semangat.
"Tentu saja. Karena ada sesuatu yang akan di berikannya padamu".
"Apa itu sepasang sayap besar seperti bibi?". Batin putri Leona bergejolak ria.
__ADS_1