Fairy Princess Without Wings

Fairy Princess Without Wings
57. Perjalanan Alexa Part III


__ADS_3

Alexa terus menatapi sosok gadis yang menyerupainya itu, sosok yang dengan beraninya membentak dan memarahi putri Leona adik kesayangannya itu.


Dari segala sisi mereka benar-benar mirip. Mungkin hanya sayap yang membedakan mereka. Alexa seorang peri dengan sayap yang indah sedangkan yang ada dihadapannya kini entah makluk apa tapi ia tidak memiliki sayap seperti semua orang yang ada dalam tempat ini.


Alexa mengurungkan segala rasa penasaran pada sosok yang mirip dengannya itu dan berlalu mengikuti putri Leona.


"Kemana dia?". Guman Alexa sambil terus mencari.


Alexa melihat putri Leona pergi dengan menaiki kuda meninggalkan tempat yang ramai itu dan menyusulnya.


"Ibu". Suara isak putri Leona terdengar di telinga Alexa.


"Ibu janji akan selalu bersamaku walau ibu sudah tiada. Tapi sekarang aku masih merasa sendirian walau ayah ada bersamaku".


Alexa melihat itu semua dari kejauhan. Hatinya ikut merasakan apa yang dirasakan oleh putri Leona. Ingin sekali ia memeluk adik kesayangannya itu tapi ia tak bisa melakukannya.


Pada saat itu ia kembali pada rumah besar milik keluarga putri Leona.


"Ayah janji akan segera pulang". Pinta putri Leona pada ayahnya.


"Iyah ayah janji. Lagipula ada ibu dan kakakmu disini. Kau tidak perlu khawatir". Ucap ayahnya dengan lembut lalu mencium kening putri Leona dan anak tirinya bergantian lalu mencium sang istri baru.

__ADS_1


"Berhati-hatilah dijalan dan segera kembali. Kau tahu aku tidak suka tidur sendirian". Bisik istri barunya ditelinga ayah putri Leona dengan tersenyum.


"Baiklah. Aku pergi dulu". Setelah berkata demikian ayah putri Leona langsung berangkat meninggalkan kediamannya.


"Hei kau anak payah, kemarilah". Tunjuk ibu tiri pada putri Leona.


"Iyah ibu ada apa?". Putri Leona menjawab ibu tirinya dengan lembut.


"Panggil aku nyonya. Aku bukanlah ibumu ingat itu".


"Dasar penyihir si*alan". Umpat Alexa dengan kesal atas kelakuan ibu dan anak itu.


"Ah anakku manis kemarilah Leona sayang. Maafkan ibumu ini yang jahat. Kemari dan duduklah disamping ibumu nak". Tiba-tiba ekspresi ibu tirinya berubah menjadi lembut pada putri Leona dan membuat kakak tirinya merasa kesal.


Sikap ibu tirinya ini membuat putri Leona merasa sedikit heran. Apa ibu dan kakak tirinya benar-benar tulus padanya atau tidak. Tapi ia menepiskan rasa gelisah dan berusaha menerima perlakuan lembut tersebut.


Sementara itu Alexa mengikuti Alexa lain yang sedang membuat teh untuk adiknya. Ia memperhatikan dengan saksama dan menyadari ada hal lain yang masuk dalam teh tersebut. Itu adalah racun.


"Gadis nakal beraninya kau". Umpat Alexa kesal tapi ia tak mampu menyihir Alexa yang ada dihadapannya ini.


"Aku harus bagaimana ini? Putri Leona tidak boleh minum teh ini". Alexa merasa semakin frustasi karena tidak bisa melakukan apapun untuk putri Leona.

__ADS_1


"Hey kau tunggu.....". Ungkapnya mengejar Alexa yang berlalu dengan nampan berisi teh racun hangat dengan semangkuk kue.


"Minumlah. Maafkan sikap ibu dan kakakmu selama ini. Kamu maukan memaafkan kami". Ungkap ibu tirinya dengan lembut pada putri Leona. Aktingnya benar-benar harus diakui oleh Alexa.


"Kumohon jangan minum....


"Kumohon jangan minum....


Alexa berteriak dengan meneteskan air mata karena tidak bisa menolong sang adik.


"Aku mohon jangan minum.....hiks".


Putri Leona menerima secangkir teh dari ibu tirinya dengan tersenyum tulus sebelum ia jatuh tersungkur kelantai dengan kedua tangan memegang lehernya. Ia menatap sendu pada ibu dan kakak tirinya.


"Teganya kalian mela....".


Hanya kata terakhir itu yang keluar dari mulutnya sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya.


Kakak dan ibu tirinya tertawa dengan puas setelah berhasil meracuni anak itu.


"Akhirnya dia mati juga. Ku pikir dia tidak mau minum tadi tapi siapa sangka gadis bodoh tetaplah bodoh. Ahahahah". Tawa keras kembali menggema di seluruh bangunan mewah itu.

__ADS_1


"Tidaaaakkkkkkkkkkk.......". Alexa berteriak dengan kerasnya di samping jasad sang adik.


__ADS_2