Fairy Princess Without Wings

Fairy Princess Without Wings
22. Ule


__ADS_3

Tiba-tiba saja kuncup itu perlahan mekar membuat semuanya menjadi panik, tapi tidak bagi putri Leona. Ia sama sekali tidak tahu apa akibat jika kuncup tersebut mekar lebih awal dari yang seharusnya.


"Bagaimana mungkin?".


"Entahlah mungkin kita akan mendapat masalah setelah ini".


"Seharusnya kita tidak kemari".


"Kenapa dengan kalian bertiga?". Tanya putri Leona yang mendengar pembicaraan ketiga orang di belakangnya. Namum pandangan ketiganya malah terfokus pada kuncup tersebut dengan mata membulat besar. Putri Leona akhirnya kembali melihat kuncup tersebut yang sudah mekar seutuhnya. Di dalam bunga tersebut terdapat sebuah bola mutiara yang sangat kecil. Akar teratai itu kembali meraih jari jemari putri Leona, melilitnya perlahan lalu menarik tangan putri Leona mendekat padanya hingga berakhir pada bola mutiara.


"Sepertinya dia ingin memberikannya padamu putri". Ujar Kila.


"Baik aku akan mengambilnya". Ujar putri Leona lalu mengambil bola mutiara tersebut.


Sesaat setelah ia mengambil bola mutiara tersebut, bunga teratai itu kembali tertutup rapat menjadi kuncup seperti sebelumnya membuat Alexa, Kila dan Konou bisa bernafas lega.


"Terimakasih aku akan menyimpannya dengan baik". Setelah itu ia menyimpannya di balik baju.


"Ayo kita kembali sebelum malam turun". Lalu mereka semua kembali pulang dan berpisah di tengan jalan dengan Kila dan Konou.


"Apa kakak tau apa ini?". Tanya putri Leona memperlihatkan mutiara itu di pada Alexa.

__ADS_1


"Aku baru pertama kali melihatnya. Nanti mari kita tanyakan pada ayah dan ibu. Siapa tahu mereka mengetahui sesuatu tentang mutiara ini". Keduanya lalu berjalan sampai akhirnya tiba di istana sebelum matahari benar-benar tenggelam.


Karena rasa lelah dan juga rasa kantuk akhirnya putri Leona memutuskan untuk tidur setelah selesai makan malam.


* * *


"Besok kembalilah ke rawa ini seorang diri. Ada yang ingin menemuimu". Ucap seorang wanita berpakaian putih dibagian atasnya serta bagian bawahnya berwarna hijau berbentuk daun menyerupai daun-daun teratai , sementara di atasnya kepalanya entah mahkota atau memang seperti itu rupanya nampak bunga teratai yang berwarna putih dengan pinggiran berwarna merah muda. Wajah wanita itu juga seperti menyatu dengan mahkota atau apapun itu, sedikit mirip seperti peri elf penjaga hutan ahli bunga yang pernah ia temui, hanya saja yang ini adalah bunga teratai.


"Siapa kau?". Tanya putri Leona pada sosok wanita teratai tersebut.


"Aku? Kau akan tahu setelah kembali esok. Pastikan kau juga membawa mutiara itu". Ungkap sosok wanita teratai itu dan menghilang di udara tipis.


Putri Leona terperanjat bangun dari mimpinya. Mimpi itu terlihat sangat nyata.


"Ini hanya mimpi? Tapi rasanya sangat nyata". Guman putri Leona. Ia lalu bangun memeriksa batu mutiara yang diperolehnya dari kuncup teratai.


Apa yang dilihatnya saat ini bukanlah batu permata putih, melainkan sosok peri elf yang hanya seukuran jeri telunjuknya.


"Halo peri kecil. Apa kau nyasar ke tempatku?".


"Kau yang membawaku kemari tuan putri". Ucap peri elf itu pada putri Leona.

__ADS_1


"Tadi aku hanya menyimpan batu mutiara di dalam sini dan tidak ada hal lain. Bagaimana bisa kau mengatakan bahwa akulah yang membawamu kemari?". Ungkapnya lagi.


"Batu mutiara itu, itu adalah perwujudtan ku tuan putri".


"Apa? Tapi bagaimana bisa?". Ungkapnya terheran. Dengan senyum yang tersungging di bawah bibirnya peri elf itu berkata


"Kau datang dengan membawa banyak orang, bagaimana mungkin aku menunjukan diriku pada sembarang orang?".


"Mereka adalah kakak dan para sahabatku".


"Tetap saja. Aku tidak bisa menunjukan diriku pada sembarang orang. Hanya orang-orang terpililah yang dapat melihatku".


"Lalu siapa kau sampai tidak semua orang boleh melihatmu? Apa kau seorang yang mulia seperti raja?". Tanya putri Leona sedikit kesal dengan peri elf yang sombong menurutnya.


"Perkenalkan aku adalah Ule. Peri ilahi. Kau taukan arti dari kata ilahi?". Tanya peri elf yang bernama Ule itu.


"Yah aku tau. Lalu?".


"Kita sama-sama memiliki aura itu. Aura yang membuat semua makluk kembali hidup dengan mencium aura kita".


"Hanya saja aku bisa menyembunyikan aura itu kapanpun aku mau, tapi kau sepertinya belum mengetahui hal itu bahkan mungkin tida bisa melakukannya". Ungkap Ule pada putri Leona.

__ADS_1


__ADS_2