
Dan benar saja seperti yang raja Luis katakan sebelum matahari terbenam segala persiapan telah selesai dilakukan.
Saat malam tiba semua peri dari segala penjuru mulai berdatangan satu persatu memakai pakaian yang di bagikan oleh kerajaan, tampak semua peri nampak anggun dan tampan. Undangan dari kerajaan benar-benar membuat mereka bersemangat dan sangat antusias apalagi kabar soal kelahiran penerus kerajaan, seorang putri benar-benar membuat mereka penasaran seperti apa cantiknya penerus kerajaan tersebut.
"Aku sangat penasaran dengan sosok putri kita"
"Kau benar, aku juga sangat penasaran . Pasti putri sangat cantik seperti permaisuri".
"Ayo segera masuk. Aku ingin segera melihat putri".
Seperti itulah kira-kira yang sering dibicarakan oleh orang-orang saat terbang masuk ke dalam istana.
"Apa putri ayah sudah siap?". Tanya raja Luis mengajak putri Leona berbicara sambil mengusap-usap lembut pipi Leona dengan ujung jarinya membuat Leona kegirangan dan tertawa riang.
__ADS_1
"Apa kau senang mengobrol dengan ayah nak?". Tanya raja Luis lagi yang semakin di buat gemas dengan tingkah Leona yang kegirangan itu.
"Iyah ayah putrimu senang diperlakukan seperti ini. Sudah lama aku tidak merasa di perlakukan sehangat ini oleh ayahku dulu semenjak ia menikah lagi. Setidaknya aku punya ayah dan ibu yang menyayangiku seperti orang tua kandungku dulu saat ibuku masih hidup". Batin Leona merasa terharu dan bahagia di waktu yang bersamaan.
"Apa kau sudah siap rajaku?". Ungkap permaisuri yang baru selesai di bantu bersiap diri oleh para peri ahli kecantikan istana.
"Lihat ibumu nak, bukankah ibumu sangat cantik". Goda raja Luis sambil menggendong tubuh Leona untuk melihat ke arah permaisuri yang sangat menawan dan terlihat cantik malam ini, hingga membuat permaisuri tersipu malu dengan pipi merah merona dibuatnya.
"Kau juga terlihat sangat tampan, bukankah begitu Leona?". Ujar permaisuri mendekat pada raja Luis dan merapikan jubah yang dikenakan oleh raja Luis lalu meraih tubuh Leona ke dalam gendongannya.
"Tentu saja. Semua orang sudah berkumpul di bawah. Sebaiknya kita juga segera turun menemui mereka". Jawab permaisuri lalu menggandeng lengan raja Luis dan mulai terbang turun bersama.
Ketiganya mendarat dengan sangat baik terutama permaisuri yang terlihat sangat anggun dengan gaun putih yang dikenakannya membuatnya tanpak bersinar di malam hari ini sementara Leona masih mendekap dalam pelukannya.
__ADS_1
"Selamat datang semuanya, aku berterimakasih kepada kalian yang sudah hadir memenuhi undanganku. Seperti yang kalian ketahui aku mengundang kalian semua tidak lain adalah sebagai rasa syukur kami atas kelahiran putri kami, putri Leona sang calon pemimpin kerajaan ini, kerajaan tercinta kita, kerajaan Matoa" Ujar raja Luis mulai berpidato singkat.
"Perkenalkan ini adalah putri Leona, putri kami". Ujar raja Luis dengan bangganya menggendong Leona untuk di perlihatkan kepada semua orang yang hadir disana.
"Putri tidak memiliki sayap?"
"Oh Deus putri kerajaan kita cacat".
"Apa Deus telah mengutuk kerajaan kita? Bagaimana mungkin keturunan kerajaan tidak memiliki sayap?".
"Bukankah ini hal buruk"?.
Suara riuh terdengar kala melihat putri Leona yang tak bersayap. Semua peri saling berbisik satu sama lain mengomentari putri Leona yang cacat itu.
__ADS_1
"Putriku sama sekali tidaklah cacat. Lihatlah bukankah dia terlihat cantik. Kulitnya yang bersih ini bagaimana bisa kalian menyebutnya cacat. Dia hanya tak punya sayap, tapi lihatlah kaki dan tangannya masih ada. Bukankah terlalu jahat menyebutnya cacat saat semua anggota tubuhnya masih lengkap?". Ungkap raja Luis yang mendengar bisikan di antara tamu itu.