Fairy Princess Without Wings

Fairy Princess Without Wings
65. Dunia Lain


__ADS_3

"Apa kau ingin berburu lagi hari ini tuan?". Tanya kepala kapten Lucas pada pangeran Kristof. Beberapa hari semenjak pertunangannya dengan putri Anna dibatalkan secara sepihak, pangeran Kristof menjadi pendiam dan lebih sering mengurung diri didalam kamar. Raja Andreas bahkan harus memerintahkan beberapa petinggi kerajaan untuk melamar para putri dari kerajaan lain dan semuanya ditolak mentah-mentah oleh pangeran Kristof.


"Jika ayah menginginkan mereka mengapa bukan ayah saja yang menikah?". Kata-kata itulah yang sering ia lontarkan kala raja memintanya untuk bertemu dengan salah satu putri.


Maka dari itu sang raja mencari segala cara agar putra satu-satunya itu kembali seperti sosok semula yang tidak berdiam diri didalam kamar lantaran hubungannya dengan putri Anna berakhir. Ia pun harus berpura-pura sakit lalu meminta jantung rusa segar yang diburu langsung oleh pangeran Kristof untuk menyembuhkan penyakitnya. Dan sejak saat itu pula ia menjadi sering berburu. Karena pada saat itu ia dapat melupakan segala kesedihannya sesaat.


"Iyah. Mungkin sedikit lebih jauh kedalam hutan Luc". Jawabnya tersenyum pada Lucas sembari menyiapkan senapan serta busur dan anak panah miliknya.


"Apa kau akan pergi sendirin lagi seperti biasanya?". Tanya kapten Lucas lagi memastikan. Sebenarnya ia sering ditugaskan oleh raja untuk mengikuti pangeran Kristof secara diam-diam kedalam hutan. Namun pangeran selalu tahu tempat persembunyiannya maka dari itu ia tak pernah lagi membuntuti pangeran Kristof.


"Seperti yang kau pikirkan". Ucapnya berbalik lalu kembali menatap kapten Lucas.

__ADS_1


"Dan juga katakan pada ayah.....berhenti menyuruh para gadis menungguku dihutan seperti anak rusa yang kehilangan induknya". Kapten Lucas hanya menghela nafasnya mendengar perkataan sang pangeran. Ternyata pangeran juga mengetahui perihal tentang para gadis pilihan raja.


"Sesuai perintahmu tuan". Jawab kapten Lucas membungkukkan tubuhnya saat bayangan pangeran Kristof mulai menjauh dari pandangannya.


Pangeran Kristof mulai naik keatas kuda putihnya yang gagah perkasa yang sebelumnya sudah disiapkan oleh para penjaganya. Kemudian ia mulai bergerak menjauh dari istana dan semakin menghilang dikedalaman hutan.


"Apa dia kembali berburu Lucas?".


"Iyah yang Mulia". Jawab Lucas pada raja.


"Jika sudah seperti ini apa yang harus aku lakukan sayang. Putramu itu tidak akan mendengarkan aku dengan tubuh sehatku seperti sekarang". Ujar raja lirih menatap bingkai foto almarhum sang istri ratu Ellie.

__ADS_1


"Semoga saja ia menemukan keajaibannya didalam hutan dan pulang dengan membawa calon menantu untukku". Lanjutnya lagi tersenyum.


Pangeran Kristof menarik tali kekang kudanya dengan sangat erat hingga kuda putihnya mengangkat kedua kakinya keatas saat hendak berhenti. Kemudian ia turun dari atas tubuh kuda itu dan bersembunyi dibalik batu besar yang ada dihadapannya.


Senapan panjangnya ia arahkan pada seekor rusa jantan yang tengah merumput. Dengan perlahan pangeran Kristof menarik pelatuk pada senapan tersebut hingga timah panas dari dalam senapan keluar dan melesat cepat kearah rusa itu.


Doooorrrrrrr


Suara tembakan besar terdengar membuat rusa tersebut kabur saat menyadari ia dalam bahaya.


"Sial". Umpat pangeran Kristof saat rusa itu berhasil kabur. Dengan cepat ia naik keatas punggung kuda putih dan berlari mengejar rusa itu. Ia berkali-kali menembakkan timah panasnya tapi selalu saja meleset dan rusa itu juga berkali-kali selamat dari tembakannya yang selalu meleset. Tanpa ia sadari ia sudah berada jauh dari wilayah kerajaannya hanya untuk mengejar seekor rusa jantan.

__ADS_1


Pangeran Kristof jatuh dari atas kuda saat kuda yang ia tunggangi itu tiba-tiba berhenti mendadak dan meringkik tanpa henti.


"Ada apa denganmu Maximus?". Tanya pangeran Kristof pada kuda putihnya yang bernama Maximus. Ia mengebaskan celananya yang kotor dengan kedua tangannya lalu mengusap pelan leher Maximus untuk menenangkannya. Maximus kembali meringkik sambil melompat-lompat kesegala arah. Pangeran Kristof memandang sekitarnya, tempat ini seperti bukan didunianya. Ia melangkah dengan Maximus yang ikut ia ajak bersama mendekati sebuah dinding transparan dan melewatinya begitu saja.


__ADS_2