
"Ah Uwi adalah kuda pemberian kakek untukku".
"Kakekmu memberikannya untukmu? Kuda ilahi itu?". Tanya permaisuri yang tidak percaya dengan ucapan putri Leona, namun balasan anggukan oleh putri Leona membuatnya kembali percaya.
"Kuda ilahi?". Tanyanya raja Luis heran.
"Kuda ilahi tingkat tinggi kedua itu? Kakek memberikannya untukmu begitu saja anakku? Wah kakekmu pasti sangat menyayangimu". Imbun raja Luis kembali tersenyum bangga.
"Apapun alasanya aku suka kakek memberiku Uwi sebagai hadiah. Aku akan menganggapnya sebagai hadiah ulang tahun dari kakek".
"Kalau begitu aku ingin kembali ke kamarku ayah. Selamat malam untuk ayah dan ibu. Selamat malam juga untuk kakakku termanis. Aku mencintai kalian". Ucap putri Leona sambil memeluk mereka semua bergantian lalu kembali kekamarnya.
"Tidak ada yang menyangka pertumbuhan anak-anak kita terasa sangat cepat. Kemarin aku merasa seperti baru saja melahirkannya dan sekarang dia bahkan sudah berusia tujuh tahun dan sudah bertemu dengan kakeknya itu". Ucap permaisuri terharu menatap raja Luis sambil kenyandarkan kepalanya pada pundak raja Luis.
__ADS_1
" Ayah aku merindukanmu. Aku tau ayah mendengar dan melihatku. Ayah pasti tahu betapa rindunya putri ayah ini". Lirihnya dalam hati.
Sudah tiga bulan setelah perjalanannya ke kerajaan peri bulan, putri Leona jarang menghabiskan waktu di hutan dan lebih memilih menghabiskan waktu bersama kakaknya dan juga Uwi. Dan jika sedang senggang Kila dan Konou akan datang mengunjunginya. Perkembangan Uwi tentu saja sangat cepat dan membuat putri Leona semakin bersemangat, setelah berusia lebih dari tiga bulan Uwi sudah bisa terbang dengan jarak dekat dan ketinggian maksimal dua meter dari bawah tanah. Dan yang lebih membuatnya bersemangat adalah ternyata Uwi bisa berkomunikasi dengannya melalui pikiran. Hal ini pasti terjadi karena kakek raja sudah melakukan sihir sebelumnya. Perlu di ketahui bahwa tidak semua peri bisa berbicara dengan binatang kontrak atau binatang ilahi. Hanya peri yang melakukan kontrak dan juga peri ahli hewan saja yang dapat berkomunikasi dengan binatang mereka. Sedangkan putri Leona tentu saja ia tak bisa berkomunikasi pada hewan. Berkomunikasi dengan Uwi saja merupakan hasil sihir yang di berikan oleh kakek raja tanpa sepengetahuannya dan membuatnya lebih mudah dalam melatih Uwi.
"Baiklah gadis kecil, kali ini kita akan berjalan sedikit jauh kedalam hutan. Apa kau mau Uwi?". Ucap putri Leona sambil mengusap-usap kepala Uwi.
"Tentu saja tuan putri. Sesuai keinginanmu". Imbun Uwi terdengar dalam pikiran putri Leona.
"Hahah. Bagus itu baru gadis kecilku yang berani".
"Yah aku mendengarmu tuan putri".
"Jadi bagaimana menurutmu?".
__ADS_1
"Tidak masalah tuan putri. Aku akan menyembunyikan aura kalian berdua".
"Baiklah kalau begitu kita berangkat".
" Kakak aku akan pergi bersama Uwi sebentar. Kami tidak akan lama". Ujar putri Leona pada Alexa.
"Apa kakak boleh ikut?".
"Ah tentu saja".
Keduanya mulai berangkat masuk kedalam hutan. Putri Leona meskipun seluruh auranya telah di sembunyikan oleh Ule tetap saja para binatang dan juga tumbuhan masih bisa merasakan auranya meski sedikit samar dan memperlakukannya dengan sangat baik.
"Uwi apa kau menyukainya?". Tanya putri Leona saat mereka sampai di sebuah padang rumput yang sangat luas.
__ADS_1
"Iyah tuan putri aku menyukainya. Terimakasih sudah membawaku kemari". Ucap Uwi dan langsung terbang menuju hamparan rumput. Uwi terbang dengan sangat baik meskipun berkali-kali ia terjatuh lagi. Padang rumput yang sangat luas seperti ini memang cukup menguntungkan bagi Uwi untuk belajar terbang.