
Putri Leona berjalan cepat saat Alexa memberitahunya bahwa ada seseorang peri yang pingsan.
"Bukankah dia Zary?". Putri Leona menunjuk pada sosok Zary yang terbaring ditanah.
"Kalian mengenalnya?". Alexa bertanya pada putri Leona dan juga Aretha yang sebelumnya ditunjuk oleh putri Leona.
"Dia adalah Zary. Kami pertama kali bertemu dengannya saat aku dan juga kakak Arerha pergi kehutan".
"Kalian ingin mengatakan bahwa kalian pergi sendiri tanpaku?". Alexa bertanya dengan nada yang terdengar ketus.
"Berhentilah berdebat. Pikirkan saja bagaimana keadaan gadis ini selanjutnya". Putri Leona beserta Alexa dan Aretha sontak saja menoleh pada pangeran Kristof yang tiba-tiba bersuara dari arah belakang.
"Ah kau benar juga. Kalau begitu silakan kau gendong tubuh Zary. Kita harus mengobatinya". Ungkap putri Leona.
"Aku?". Pangeran Kristof menunjuk dirinya sendiri.
"Jangan katakan bahwa kau adalah pria lemah yang ingin menumpang keselamatan pada tida gadis yang baru saja kau temui". Cibir Aretha pada pangeran Kristof. Putri Leona dan Alexa hanya mengangguk menyetujui perkataan Aretha.
__ADS_1
"Hippo". Panggil putri Leona.
"Baik kakak". Jawab Hippo seraya membopong tubuh Zary tapi pangeran Kristof segera menahan tangan Hippo.
"Biar aku saja". Ucapnya mengambil tubuh Zary dari tangan Hippo lalu membawanya ketempat yang aman. Setelah beberapa saat akhirnya Zary mulai membuka matanya.
"Kalian?". Suara Zary parau terdengar ketika melihat putri Leona disampingnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi". Tanya putri Leona. Putri Leona membantu Zary yang berusaha bangun.
"Kami menemukanmu pingsan disana". Tunjuk putri Leona pada tempat mereka menemukan Zary pertama kali.
"Pakailah. Aku membuatnya dengan tanganku sendiri". Ujar pangeran Kristof memberikan masker daun pada Zary. Zary menatap lekat pada pangeran Kristof yang terlihat berbeda lalu berbalik menatap putri Leona.
"Bahkan sampai saat ini aku belum mengerti kenapa aku harus memakai ini juga bersama kalian, terlebih kalian belum memperkenalkan diri kalian dengan benar". Sambung pangeran Kristof.
"Terima saja. Aku akan menjelaskannya saat dalam perjalanan nanti". Ujar putri Leona pada Zary yang masih terlihat kebingungan.
__ADS_1
"Lalu dimana Giee? Apa dia tidak bersama denganmu?". Tanya putri Leona lagi.
Zary tertunduk mendengar perkataan putri Leona. Kemudian ia menghembuskan nafas berat lalu menatap putri Leona dengan raut wajah kesedihan.
"Penyilihir itu...ia membawa Giee bersama dengannya untuk dijadikan makanan para Ebu Gogo ". Ungkap Zary sambil menyeka air matanya.
"Ebu Gogo?". Putri Leona dan pangeran Kristof mengulangi perkataan Zary. Alexa dan Hippo menatap keduanya yang saling pandang.
"Ebu Gogo adalah salah satu peliharaan penyihir jahat Helena. Aku pernah mendengar cerita tentang mereka. Konon katanya mereka memang suka makan daging para peri". Ujar Aretha memberi tahu.
"Iyah makluk itu sangat Kerdil dan berwajah buruk dan juga gigi mereka sangat tajam dan juga runcing". Ungkap Zary menimpali perkataan Aretha sebelumnya.
Flugh?
"Mereka memang sedikit mirip dengan makluk Orgh. Tapi kedua makluk ini berbeda. Orgh sendiri kau sudah melihatnya tapi Ebu Gogo sangat menakutkan untuk kau lihat tuan putri". Jawab Ule yang mendengar perkataan putri Leona sebelumnya.
"Baiklah ayo bertemu dengan penyihir Helena". Ujar putri Leona beranjak berdiri.
__ADS_1
"Apa maksud ucapanmu tuan putri?". Tanya Zary.
"Tentu saja untuk membunuh penyihir itu. Jika kita tidak melakukannya sekarang maka akan banyak orang yang akan menjadi korban tak bersalah". Ujar putri Leona menjawab pertanyaan Zary.