
"Apa itu kuda kakek?". Tanya putri Leona menunjuk pada bayu kuda yang tengah berlarian kesana kemari.
"Tentu saja. Itu adalah hadiah untukmu". Ungkap kakek penuh rasa bangga.
"Tapi....tapi dia bersayap kakek....kuda itu bersayap". Pekik putri Leona saat sudah sangat dekat dengan bayi kuda tersebut dan memastikan penglihataanya lagi.
"Iyah cucu, tentu saja dia bersayap. Dia adalah binatang ilahi. Kakek tidak dapat memberikan hadiah yang lebih pantas untukmu. Dan kakek rasa bayi kuda ini pantas untukmu, dan kelak dia yang akan menjadi sayapmu".
"Bagaimana dengan ibunya? Apa tidak masalah jika aku membawa pergi bayinya?".
"Ibunya baru saja meninggal saat berusaha melahirkannya. Dan itu membuat kakek sedih". Ungkap kakek tertunduk.
__ADS_1
"Baiklah kakek, aku akan menerimanya dan menjaganya dengan sangat baik. Percayalah padaku kakek". Imbun putri Leona yang memegang kedua tangan kakek raja.
"Jadi nama apa yang akan kau berikan padanya cucu?".
"Hm....bagaimana kalau Uwi?". Tanya putri Leona lagi.
"Terserah padamu. Kuda ini sejak awal sudah jadi milikmu. Dan aku meminta Ule untuk ikut bersamamu membantumu merawat Uwi". Ucap kakek raja.
Putri Leona tersenyum menatap kakek raja kemudian berjalan mendekati Uwi.
"Apa aku bisa pergi sekarang kakek? Aku mengkhawatirkan ayah dan ibu. Mereka pasti mencemaskanku karena tak pulang hingga sore hari". Tanya putri Leona.
__ADS_1
"Baiklah kau bisa pergi sekarang. Ule dan Uwi ikut bersamamu. Dan juga bibimu Angel akan mengantarkanmu".Setelah berkata demikian putri Leona segera berpamitan pada kakek raja dan ikut bersama bibi Angel. Hal yang sama terjadi saat mereka hendak ke tempat ini, hanya saja bukan tanaman liar yang berantakan melainkan kepulan awan yang sudah menghilang akibat pusaran angin yang terjadi. Putri Leona membuka mata sesaat merasakan udara disekitar sudah tenang. Kini ia kembali ke rawa tempat kuncup teratai. Lama ia berbincang pada bibi Angel sebelum akhirnya bibi Angel terbang kembali ke atas awan seperti seorang malaikat yang menghantarkan kembali manusia ke bumi karena belum waktunya di panggil yang maha kuasa.
Putri Leona berjalan dan memanggil kuncup terpilih dan mengucapkan terimakasih karena sudah datang dalam mimpinya.
"Ule bagaimana denga Uwi? Apa tidak masalah aku membawanya ke istana seperti ini?". Tanya putri Leona di tengah-tengah perjalanan.
"Tidak masalah. Aku sudah menghilangkan aura ilahinya jadi kau tenang saja tuan putri. Tidak ada yang akan menyadari kalau uwi adalah binatang ilahi. Aku juga sudah menyamarkan sedikit auramu. Aku takut auramu akan mengundang penyihir jahat untuk mendekat". Ungkap Ule dengan raut wajah serius.
"Baiklah aku mengandalkanmu Ule, dan pastikan kau membantuku merawat Uwi".
"Tentu saja. Itu adalah Keahlianku". Kali ini Ule menjawab dengan penuh rasa bangga.
__ADS_1
"Ku pikir kakek akan memberiku sepasang sayap besar seperti bibi Angel". Ujar putri Leona lagi. Kali ini wajahnya nampak sedih.
"Kakekmu bukanlah Deus yang bisa memberikanmu sayap kapan saja dia inginkan. Seharusnya kau berterimakasih karena di berikan Uwi sebagai pengganti sayap. Lagipula Uwi adalah binatang ilahi tingkat tinggi kedua setelah naga. Tapi selama ribuan tahun tidak ada yang pernah melihat binatang ilahi tingkat satu itu. Jadi bersyukurlah karena setidaknya kau memiliki yang tingkat tinggi kedua. Dan asal kau tahu Uwi adalah satu-satunya binatang ilahi tingkat tinggi kedua yang tersisa saat ini. Raja pasti sudah mempertimbangkan banyak hal sebelum memberikannya padamu". Ujar Ule panjang lebar menjelaskan.