
"Bunga kelabu". Putri Leona mengulangi perkataan ratu Sevilla.
"Kau pikir aku tidak tahu? Jika saja aku yang pertama kali mendapatkan bunga kelabu itu aku tidak harus repot-repot membunuh banyak peri yang tak berdosa itu hanya untuk membuatku abadi dan juga awet muda".
"Tapi karena kau sudah ada disini bagaimana jika jantungmu yang aku makan". Ungkapnya menyeringai kearah putri Leona.
"Rasanya pasti jauh lebih lezat dari jantung-jantung itu bukan?". Imbunnya lagi sambil melirik pada nampan-nampan yang berisi seratus jantung peri itu.
"Lakukan saja jika kau ingin mati terbakar". Tantang putri Leona sambil memberikan bayi perempuan itu pada Morin lalu berjalan kearah ratu Sevilla dengan santainya.
"Mati terbakar? Hahahha apa kau akan membakarku dengan obor itu?".Ratu Sevilla semakin mencemooh putri Leona yang hanya berjalan mengelilingi meja es tempat semua kebutuhan ritual diletakan tanpa memedulikan ucapannya.
"Ini milikmu?". Tanya putri Leona saat melihat sebuah anak panah yang terbuat dari es yang sangat indah dengan setiap ujung anak panahnya bersinar terang.
"Sebaiknya jangan bermain-main dengan senjata tajam buruk rupa, atau kau ingin..."
Sreeeeetttt
Anak panah melesat tepat mengenai tembok es yang kokoh tempat ratu Sevilla berdiri hingga ratu Sevilla dapat merasakan hembusan angin dari anak panah tersebut yang hampir mngenai ujung telinga panjangnya hingga menancap dengan sangat dalam pada tembok es tersebut.
Ratu Sevilla menarik nafasnya yang sempat tegang beberapa saat yang lalu.
"Ouh sepertinya aku salah menilaimu . Kau terlihat jauh lebih kuat dari kelihatannya. Siapa yang mengajarimu?". Ungkap ratu Svilla setelah merasa dirinya baik-baik saja.
"Haruskah panah ini menembus jantungmu juga?". Putri Leona balik bertanya sambil mengarahkan anak panahnya pada ratu Sevilla yang hanya memandangnya dengan bola mata yang membesar.
__ADS_1
"Kau.......jangan bermain-main denganku. Aku bisa saja membekukanmu saat ini juga". Ancam ratu Sevilla dengan mengacungkan tiga ujung mata tombaknya kearah putri Leona.
"Lakukan saja jika kau ingin melakukannya. Selain kehilangan jantungku yang ikut menjadi es batu apalagi yang kau harapkan?". Ungkap putri Leona dengan santainya.
"Ahahah......kau semakin pintar saja yah. Apa kau ingin kita melakukan negosiasi terlebih dahulu?". Tanya ratu Sevilla. Ada kekhawatiran dalam pertanyaannya.
"Kenapa aku harus melakukannya? Apa jantungmu sangat berharga sampai kau harus ketakutan seperti itu?". Ungkapnya yang sudah tahu dengan titik kelemahan dari ratu Sevilla.
"Tentu saja kau harus melakukannya jika tidak maka mereka semua yang menjadi taruhannya". Kini ia mengancam putri Leona dengan menangkap semua Orgh yang telah ditangkap oleh para Orgh yang masih setia pada ratu Sevilla.
"Jika ada setetes saja darah yang keluar dari tubuh mereka maka sudah dipastikan anak panah ini akan tinggal didalam tubuhmu".
"Aku bisa saja membekukannya sebelum panah itu mengenaiku".
Magnus muncul dan berdiri tepat dibelakang putri Leona sambil mengeluarkan api dari dalam mulutnya hinga membuat dinding es tersebut meleleh dan mencair seketika. Ratu Sevilla mundur beberapa langkah setelah melihat Magnus menghancurkan tembok istana esnya dalam sekejab.
"Apa yang kalian inginkan?". Ratu Sevilla bertanya dengan hati-hati.
"Hanya kebebasan bagi para Orgh. Serta...."Ungkapnya terhenti.
"Serta?".
"Enyahlah dari tempat ini. Aku tidak ingin kau menjadi ratu yang dengan seenaknya memberikan perintah bagi para Orgh untuk membunuh para peri yang tak bersalah". Ujar putri Leona.
"Lalu dimana aku akan tinggal?".
__ADS_1
"Itu bukan urusanku. Dan jika kau kembali ketempat ini dan membuat kekacauan aku tidak akan segan-segan lagi padamu".
"Baiklah aku akan pergi". Ungkap ratu Sevilla yang membuat semua Orgh bersorak gembira.
Ia melangkah pergi dan ...
Sreeeetttt
"Arghhhhhh". Putri Leona jatuh tersungkur setelah tombak bermata tiga milik ratu Sevilla menghujam perutnya hingga darah segar keluar tanpa henti.
Aarrrgghhhhhhhh
Magnus sudah menghadang ratu Sevilla yang hendak kabur. Dengan sekali gerakan ia sudah mengeluarkan banyak sekali api kearah ratu Sevilla yang terus berusaha menghindar. Ratu Sevilla berkali-kali mengeluarkan es dari tombak bermata tiga miliknya untuk menghadang api yang dikeluarkan oleh Magnus. Setiap es yang ia berikan seketika menjadi air saat api dari mulut magnus mengenainya saat masih diudara.
"Si*al". Umpatnya kesal sambil terus berusaha menghindar.
Aarrggggghhhhh
Tombak milik ratu Sevilla jatuh dari genggamannya saat api milik Magnus mengenai tangannya. Dengan cepat Magnus membakar habis ombak tersebut hingga melebur dan bersatu dengan air salju yang mencair akibat api milik Magnus.
"Beraninya penyihir jelek sepertimu melukai tuan putriku ". Suara Magnus terngiang dipikiran ratu Sevilla.
"Bagaimana mungkin...".
"Tidaaaaaa.......k". Tubuh ratu Sevilla telah habis terbakar dan menjadi abu saat Magnus membakarnya tanpa ampun.
__ADS_1