
Sebuah cahaya putih melesat dengan cepat masuk kedalam tubuh putri Leona hingga ia harus mundur beberapa langkah karena terdorong oleh kekuatan lain. Ia memegang dadanya, ada sedikit rasa sakit yang dirasa tapi dengan cepat menghilang.
Ia memandang bayi naga tersenyum. Aura yang keluar dari tubuhnya benar-benar sangat berbeda. Dan Ule menyadari hal itu. Bayi naga tersebut melangkah mendekatinya dengan ekornya bergerak kekiri dan kanan menyapu dedaunan kering.
"Eh". Putri Leona kaget dengan bayi naga yang sudah memeluk kedua kakinya. Bukankah bayi naga tadi terlihat takut padanya lalu mengapa sekarang malajh sebaliknya? Mungkin karena ia memikirkan perkataan induknya. Putri Leona berusaha berpikir positif.
"Ah kau berat juga yah. Jangan menyemburkan api atau apapun yang menjadi dasar kekuatanmu. Atau aku akan mati saat ini juga". Umpatnya setelah menggendong bayi naga itu.
"Ule bagaimana menurutmu? Kita bawa dia keistana seperti Uwi?".
"Sebaiknya jangan tuan putri. Kita harus menyembunyikan keberadaannya". Jawab Ule menimpali perkataan putri Leona.
"Dimana?".
"Keluarga Hanos. Biarkan untuk sementara mereka yang merawatnya dan kita akan mengunjunginya kesana setiap hari".
"Baiklah jika menurumu itu yang terbaik". Jawab putri Leona akhirnya menyetujui ide Ule.
__ADS_1
"Ah kau pria kecil siapa namamu?". Tanyanya pada bayi naga yang masih dalam gendongannya.
"Nama? Kurasa aku belum punya nama tuan putri. Ibu pernah mengatakan bahwa suatu saat aku akan menemui seorang yang lebih pantas memberiku nama. Dan aku rasa itu adalah kau ". Suara bayi naga itu terngiang kembali di pikiran putri Leona.
"Hmmm begitu yah. Bagaimana kalau aku memanggilmu Magnus?". Tanya putri Leona pada bayi naga itu.
"Magnus? Aku menyukai nama itu. Terimakasih ibu". Ungkap Magnus dengan senang.
"Ah jangan panggil aku ibu. Panggil saja tuan putri seperti biasanya".
"Apa kau ingin dia memanggilku kakak Ule?". Ucap putri Leona yang mendengar cibiran Ule.
"Bau tubuhmu sama seperti ibuku ". Ujar Magnus dengan kepala tertunduk.
"Ah begitu ya. Tapi tetap saja jangan memanggilku ibu. Kau paham Magnus?"
"Ya baiklah terserah kalian saja. Ayo segera berangkat". Tukas Ule kemudian. Setelah itu mereka mulai berangkat kembali menuju hutan tempat menuju rumah keluarga Hanos. Ule sebelumnya sudah menyembunyikan aura Magnus yang sangat kuat itu. Bagaimanapun juga sebagai peri elf ilahi tetap saja kekuatannya tetap akan lemah jika berhadapan dengan naga yang merupakan binatang ilahi tingat tinggi pertama. Ia juga merasa beruntung akhirnya ia dapat melihat Magnus dan ibunya. Pasalnya sudah ribuan tahun ini tidak ada yang pernah melihat binatang ilahi tingkat tinggi pertama itu lagi.
__ADS_1
Tapi yang membuatnya lebih penasaran lagi adalah kenapa Magnus dan ibunya bisa berakhir dihutan ini? Apakah ada yang sedang memburu mereka akhirnya mereka sampai melarikan diri kemari? Apapun alasannya yang pasti ia tetap merasa beruntung akhirnya ia dan juga putri Leona yang menemukan kedua binatang tersebut.
"Baiklah Magnus tempat ini akan menjadi tempat tinggalmu untuk beberapa waktu. aku dan Ule akan sering berkunjung".
"Maaf jika membiarkanmu disini. Aku hanya khawatir orang lain akan melukaimu jika aku membiarkanmu tinggal diistana. Kau belum cukup kuat untuk melawan orang jahat. Jadi jangan marah padaku yah bayi pintar". Ungkap putri Leona mengelus pundak kepala naga dengan lembut saat ketiganya sudah berada di dunia keluarga Hanos.
"Baiklah mari kita bertemu dengan paman bibi dan juga adikku Hippo". Ajak putri Leona berjalan menuju rumah paman Hanos.
Paman Hanos serta bibi Ann benar-benar terkejut saat melihat putri Leona kembali lagi dengan membawa seekor bayi naga dan berniat menitipkannya untuk tinggal bersama mereka. Sementara Hippo dengan sukarela menerima tawaran untuk menjaga dan merawat Magnus. Putri Leona juga menceritakan segala kejadian tadi saat prrtama kali bertemu dengan Magnus dan juga ibunya.
"Baiklah kalau begitu. Untuk kedua kalinya aku pamit pulang yah paman dan bibi. Aku menyayangi kalian". Ungkapnya sambil mencium pipi paman Hanos dan bibi Ann bergantian.
"Dan untukmu Magnus jadilah pria baik. Jangan merusak apapun yang ada ditempat ini ya. Aku akan menghukummu jika kau melakukan hal buruk pada tempat ini. Mengerti". Ancam putri Leona sebelum memeluk Magnus kecil dengan erat lalu menciuminya.
"Hippo aku mengandalkanmu untuk merawatnya. Kau tahukan apa yang harus kau lakukan?".
"Baik. Aku mengerti kakak". Setelah selesai berpamitan dengan semuanya putri Leona dan Ule kembali pulang ke istana dan tiba pada malam hari.
__ADS_1