Fairy Princess Without Wings

Fairy Princess Without Wings
38. Bertemu Pelatih


__ADS_3

"Jadi putriku apa ayahmu ini bisa mempercayaimu? Mempercayaimu untuk menjaga kuncup ini dengan baik sebelum tiba saatnya untuk mekar?". Imbunnya lagi menatap Alexa tersenyum.


"Tentu ayah. Ayah bisa mengandalkanku dalam hal ini". Jawab Aleza penuh percaya diri.


"Baiklah kalau begitu. Ayah menyerahkan semuanya padamu. Pastikan pada bulan ketujuh musim ini kuncup ini akan mekar dengan sangat baik. Apa kau bisa melakukannya putriku?". Tanya raja Luis memastikan untuk kedua kalinya.


"Sudah kukatakan ayah. Percayahkan semuanya padaku. Aku sudah cukup dewasa diusiaku ini. Jadi ayah jangan khawatir. Aku tahu apa yang harus aku lakukan". Ungkap Alexa tersenyum.


"Baguslah jika kau berpikiran seperti itu. Ayah mungkin akan bangga padamu".


"Mungkin?". Senyum kecut Alexa.


"Terimakasih ayah sudah mempercayakan putrimu ini. Aku janji tidak akan mengecewakan ayah".


* * *


"Ule apa kau mau ikut bersamaku hari ini?"

__ADS_1


"Aku tahu apa yang kau pikirkan saat ini tuan putri. Tapi aku sarankan kau untuk tidak melakukannya tuan putri. Itu mungkin sangat membahayakan nyawamu".


"Tapi aku benar-benar ingin menemui penyihir jelek itu Ule. Setidaknya kali ini saja. Aku janji akan sangat berhati-hati".


"Untuk saat ini kau bukanlah lawan baginya tuan putri. Akan ada saatnya kau untuk berhadapan dengan peri penyihir jahat itu. Tapi sebelum hari itu tiba kau sebaiknya mempersiapkan dirimu dengan baik".


"Kapan lagi kalau bukan sekarang Ule. Aku benar-benar sangat ingin menghabisinya saat ini juga Ule. Kakakku Alexa sudah cukup kehilangan ayahnya. Tapi ia juga membunuh ibu kakakku Ule.Bukan hanya itu ia juga menginginkan posisi ayahku. Katakan sampai kapan aku harus menunggunya lagi Ule? Katakan sampai kapan?". Tanpa sadar air mata putri Leona jatuh membasahi kedua kakinya yang sedang duduk di atas ranjang.


"Kenapa air matamu bisa jatuh dan mengenai kakimu tuan putri? Bukankan air mata seorang peri akan berubah menjadi serbuk putih berkilauan jika jatuh di atas udara? Kenapa air mata tuan putri berbeda".


"Jawab saja yang menjadi pertanyaanku sebelumnya dan jangan mengalihkan pembicaraan". Imbunnya lagi.


"Sampai kau benar-benar siap tuan putri".


"Aku siap Ule. Bahkan saat ini aku benar-benar siap. Jadi apa yang kau maksudkan?".


"Apa kau Ingin melawannya dengan tubuh kecilmu ini tuan putri?".

__ADS_1


"Kau menyebalkan Ule". Umpat putri Leona kesal.


"Maaf bukan seperti itu maksudku. Tapi kau harus menjadi sedikit lebih kuat dari sekarang tuan putri. Oleh karena itu jika kau ingin menang melawan peri penyihir jahat itu kau harus berlatih untuk berperang dan menggunakan pedang".


"Perang dan pedang? Bukankah peri menggunakan sihir?". Tanya putri Leona kebingungan.


"Sihir memang menjadi senjata andalan para peri. Tapi apa kau tidak tau siapa saja nanti yang akan kau hadapi? Bukan hanya peri penyihir jahat itu yang akan kau hadapi. Tapi juga semua makluk yang menjadi pendukungnya. Apa kau lupa ular peliharaan peri penyihir jahat tempo hari yang mengejar Aretha?".


"Ya aku ingat Ule. Lalu?".


"B*doh! Ular itu bukannya satu-satunya. Masih banyak makluk lainnya yang mungkin belum pernah kau lihat sebelumnya".


"Jadi karena itu aku menyarankanmu untuk mulai berlatih saat ini juga dan berhentilah bermain-main".


"Lalu siapa yang akan melatihku Ule?".


"Beraiaplah k**ita akan ke hutan. Disana kau akan menemui orang yang pantas untuk melatihmu".

__ADS_1


__ADS_2