
"Jadi karena itu kau berakhir di sisi utara hutan ini, bukan karena menginginkan madu bunga kelabu melainkan kau sedang melarikan diri dari penyihir jahat itu?". Tanya permaisuri yang mulai mengerti dengan keadaan Alexa yang sebenarnya.
"Ya kau benar permaisuri". Jawab Alexa lirih.
"Dan aku beruntung bertemu dengan para prajurit istana ini sehingga aku bisa ikut pulang keistana bersama mereka. Jika tidak demikian aku tidak tau seperti apa nasibku nanti di sana, pasti aku sudah habis di mangsa oleh para monster duyung". Sambung Alexa lagi dengan raut penuh kesedihan.
"Jadi karena itulah sekarang bangsa peri dan peri penyihir saling bermusuhan". Tukas permaisuri mengingat kembali permusuhannya dengan peri penyihir beberapa tahun lalu.
__ADS_1
"Kau benar permaisuri. Penyihir jahat Helena-lah yang telah membuat semua peri penyihir baik berubah menjadi jahat seperti dirinya. Kami tidak mendapat sihir jahat darinya itu karena kami mengasingkan diri dari mereka". Ungkap Alexa lagi kala mengingat ibunya air matanya kembali jatuh.
"Ibuku peri penyihir yang sangat baik. Dia selalu mengajarkanku untuk membantu orang lain yang sedang kesulitan. Ibu juga sering menceritakan hubungannya dengan ayah dan juga Helena. Ibuku bahkan berkata bahwa Helena sebenarnya peri penyihir yang sangat baik dulunya. Ibu sangat menyesal karena telah mengambil ayah dari peri penyihir Helena, tapi disisi lain ibuku juga sangat mencintai ayahku. Apakah jatuh cinta dan mencintai orang lain itu sebuah kesalahan permaisuri?". Tanya Alexa pada akhirnya.
"Tentu saja tidak Alexa. Jatuh cinta dan mencintai itu adalah perasaan yang paling indah dimiliki oleh sepasang kekasih. Cinta juga tidak bisa dipaksakan, jika pada akhirnya ayahmu memilih ibumu sebagai pendampingnya itu adalah hal yang baik karena cinta didasarkan dari dalam hati. Jika dia lebih mencintai ibumu dari pada Helena sudah sepantasnya Helena menerima itu meski awalnya akan terasa sulit". Jawab permaisuri lembut sembari mengusap puncak kepala Alexa.
"Hati seseorang ketika dikhianati pasti akan terluka Alexa. Seperti itu juga yang di rasakan Helena saat ayahmu secara sepihak memutuskan hubungan mereka. Tapi cara yang ia tempu itu adalah suatu kesalahan besar dengan mengorbankan peri penyihir lain menjadi jahat seperti dirinya". Ungkap permaisuri lagi.
__ADS_1
"Lalu bagaimana denganku sekarang permaisuri, satu-satunya orang tua yang kumiliki sudah dibunuh juga olehnya. Aku sendirian sekarang permaisuri, tidak ada yang akan menceritakan tentang ayahku ketika aku bertanya, tidak ada yang menyiapkan makanan untukku ketika aku lapar, tidak ada yang mengobatiku ketika aku terluka. Tidak ada lagi sosok ibuku permaisuri, tidak ada lagi. Hiks-hiks-hiks". Alexa menangis sejadi-jadinya sambil memeluk permaisuri.
"Kalau begitu tinggalah di istana bersama kami. Raja pasti menyetujui hal ini karena kau telah membantu kami sebelumnya. Dan oh ya aku punya suatu permintaan padamu". Ujar permaisuri membuat Alexa mengankat kepalanya menatapnya penuh haru.
"Tentu jika kau yang memintanya dan terimakasih sudah mau menampungku. Lalu apa permintaan itu permaisuri?". Tanya Alexa ingin tahu. Ia menatap wajah permaisuri yang nampak tersenyum padanya.
"Mari kita masuk terlebih dahulu. Aku ingin raja yang meminta bantuanmu lagi secara langsung". Setelah berkata demikian mereka terbang kembali ke dalam istana. Alexa terbang di belakang permaisiri mengikutinya dari belakang.
__ADS_1